{"id":10919,"date":"2025-04-30T11:48:20","date_gmt":"2025-04-30T11:48:20","guid":{"rendered":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=10919"},"modified":"2025-04-30T11:48:20","modified_gmt":"2025-04-30T11:48:20","slug":"kelahiran-anak-harimau-banun-kinantan-perkuat-peran-tmsbk-bukittinggi-sebagai-lembaga-konservasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=10919","title":{"rendered":"Kelahiran anak Harimau &#8220;Banun Kinantan&#8221;, perkuat peran TMSBK Bukittinggi sebagai lembaga konservasi"},"content":{"rendered":"<p><strong>Bukittinggi, CNN Indonesia.id<\/strong> \u2013 Kabar menggembirakan datang dari Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi. Seekor anak Harimau sumatera betina berhasil dilahirkan, dan dirawat dengan baik oleh tim TMSBK. Dalam acara launching yang digelar pada Rabu 30 April 2025, anak Harimau tersebut secara resmi diberi nama Banun Kinantan.<\/p>\n<p>Acara ini turut dihadiri oleh Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis, perwakilan Direktur Eksekutif APEKSI, para wali kota anggota APEKSI tahun 2025, Kepala SKPD di lingkungan Pemko Bukittinggi, serta undangan lainnya.<\/p>\n<p>Perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI yang disampaikan oleh Antonius Febri dari BKSDA Sumatera Barat menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan tersebut.<\/p>\n<p>\u201cKami dari Kementerian Kehutanan mengucapkan selamat kepada Pak Novi dan tim dari BKSDA yang telah berhasil melakukan pendampingan hingga kelahiran satu individu harimau sumatera di TMSBK, \u201d ungkap Antonius.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan bahwa kelahiran Banun Kinantan menjadi bukti nyata komitmen TMSBK dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga konservasi melalui program pengembangbiakan (breeding).<\/p>\n<p>\u201cPerlu diketahui, anak harimau ini berasal dari induk betina yang juga lahir di sini, sementara induk jantannya merupakan harimau hasil penyelamatan dari kasus konflik dengan manusia di Painan, bernama Bujang Mande, \u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Bujang Mande diselamatkan dalam kondisi cedera parah pada kaki, dan karena tidak memungkinkan untuk dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya, harimau tersebut kemudian dirawat dan dijadikan bagian dari program pengembangbiakan di TMSBK.<\/p>\n<p>\u201cJika satwa tidak memungkinkan untuk dibius atau dilepas kembali, maka akan diserahkan ke lembaga konservasi seperti TMSBK untuk dirawat dan dikembangbiakkan, \u201d tambah Antonius.<\/p>\n<p>Ia menegaskan bahwa kelahiran ini juga menjadi tantangan bagi pengelola TMSBK untuk menyiapkan strategi pengelolaan, jika populasi harimau terus bertambah.<\/p>\n<p>\u201cTentu ke depan TMSBK perlu menyiapkan langkah-langkah seperti pengaturan daya tampung, tukar-menukar satwa, dan kerja sama antar lembaga, \u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya atas kelahiran anak harimau yang semakin memperkuat peran TMSBK sebagai lembaga konservasi.<\/p>\n<p>\u201cKita bersyukur dengan bertambahnya koleksi harimau sumatera di TMSBK kita. Anak harimau ini kita beri nama Banun Kinantan, \u201d ujar Ramlan saat diwawancarai awak media.<\/p>\n<p>Ia mengungkapkan bahwa populasi Harimau Sumatera kini sangat memprihatinkan.<\/p>\n<p>\u201cHarimau sumatera saat ini sangat langka. Di seluruh Sumatera jumlahnya tidak sampai 700 ekor, dan di Sumatera Barat diperkirakan tinggal sekitar 60 ekor saja, \u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Ramlan menyebutkan bahwa TMSBK kini memiliki delapan ekor harimau, tujuh di antaranya milik TMSBK dan satu hasil penyelamatan oleh BKSDA.<\/p>\n<p>\u201cSaya sudah mengirim surat ke BKSDA agar Harimau yang berhasil diselamatkan dan tidak bisa dilepasliarkan lagi bisa dititipkan dan dirawat di TMSBK. Jika bisa berkembang biak di sini, secara genetik hasilnya akan lebih baik, \u201d paparnya.<\/p>\n<p>Ia menegaskan bahwa keberadaan satwa langka ini bukan hanya untuk wisata, tetapi juga bagian dari tanggung jawab pelestarian.<\/p>\n<p>\u201cHarimau sumatera ini harus kita jaga dan pelihara dengan sebaik mungkin, karena ini kekayaan alam yang sangat berharga dan sudah langka, \u201d tutupnya.(FJ)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bukittinggi, CNN Indonesia.id \u2013 Kabar menggembirakan datang dari Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi. Seekor anak Harimau sumatera betina berhasil dilahirkan, dan dirawat&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10920,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"gallery","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-10919","post","type-post","status-publish","format-gallery","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","post_format-post-format-gallery"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kelahiran anak Harimau &quot;Banun Kinantan&quot;, perkuat peran TMSBK Bukittinggi sebagai lembaga konservasi - CNN INDONESIA.ID<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=10919\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kelahiran anak Harimau &quot;Banun Kinantan&quot;, perkuat peran TMSBK Bukittinggi sebagai lembaga konservasi - CNN INDONESIA.ID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bukittinggi, CNN Indonesia.id \u2013 Kabar menggembirakan datang dari Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi. Seekor anak Harimau sumatera betina berhasil dilahirkan, dan dirawat...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=10919\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"CNN INDONESIA.ID\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-04-30T11:48:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot_20250430_184402_WhatsApp.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"698\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin CI\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin CI\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=10919#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=10919\"},\"author\":{\"name\":\"Admin CI\",\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/#\/schema\/person\/93bca830baf73861baaf701b014babef\"},\"headline\":\"Kelahiran anak Harimau &#8220;Banun Kinantan&#8221;, perkuat peran TMSBK Bukittinggi sebagai lembaga konservasi\",\"datePublished\":\"2025-04-30T11:48:20+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=10919\"},\"wordCount\":465,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=10919#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot_20250430_184402_WhatsApp.jpg\",\"articleSection\":[\"Nasional\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=10919#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=10919\",\"url\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=10919\",\"name\":\"Kelahiran anak Harimau \\\"Banun Kinantan\\\", perkuat peran TMSBK Bukittinggi sebagai lembaga konservasi - CNN INDONESIA.ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=10919#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=10919#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot_20250430_184402_WhatsApp.jpg\",\"datePublished\":\"2025-04-30T11:48:20+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=10919#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=10919\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=10919#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot_20250430_184402_WhatsApp.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot_20250430_184402_WhatsApp.jpg\",\"width\":1080,\"height\":698},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=10919#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kelahiran anak Harimau &#8220;Banun Kinantan&#8221;, perkuat peran TMSBK Bukittinggi sebagai lembaga konservasi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/\",\"name\":\"CNN INDONESIA.ID\",\"description\":\"&quot; Media Cinta Negeri Nusantara Indonesia&quot;\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/#organization\",\"name\":\"CNN INDONESIA.ID\",\"url\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cropped-Screenshot_20260810_015826_Logo-Designer.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cropped-Screenshot_20260810_015826_Logo-Designer.jpg\",\"width\":400,\"height\":77,\"caption\":\"CNN INDONESIA.ID\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/#\/schema\/person\/93bca830baf73861baaf701b014babef\",\"name\":\"Admin CI\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a39c91e64ef1492d80fa0f050ce91866b8f509ba0582e087c460e4807df55470?s=96&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a39c91e64ef1492d80fa0f050ce91866b8f509ba0582e087c460e4807df55470?s=96&r=g\",\"caption\":\"Admin CI\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/cnnindonesia.id\"],\"url\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kelahiran anak Harimau \"Banun Kinantan\", perkuat peran TMSBK Bukittinggi sebagai lembaga konservasi - CNN INDONESIA.ID","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=10919","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kelahiran anak Harimau \"Banun Kinantan\", perkuat peran TMSBK Bukittinggi sebagai lembaga konservasi - CNN INDONESIA.ID","og_description":"Bukittinggi, CNN Indonesia.id \u2013 Kabar menggembirakan datang dari Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi. Seekor anak Harimau sumatera betina berhasil dilahirkan, dan dirawat...","og_url":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=10919","og_site_name":"CNN INDONESIA.ID","article_published_time":"2025-04-30T11:48:20+00:00","og_image":[{"width":1080,"height":698,"url":"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot_20250430_184402_WhatsApp.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Admin CI","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Admin CI","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=10919#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=10919"},"author":{"name":"Admin CI","@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/#\/schema\/person\/93bca830baf73861baaf701b014babef"},"headline":"Kelahiran anak Harimau &#8220;Banun Kinantan&#8221;, perkuat peran TMSBK Bukittinggi sebagai lembaga konservasi","datePublished":"2025-04-30T11:48:20+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=10919"},"wordCount":465,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=10919#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot_20250430_184402_WhatsApp.jpg","articleSection":["Nasional"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=10919#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=10919","url":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=10919","name":"Kelahiran anak Harimau \"Banun Kinantan\", perkuat peran TMSBK Bukittinggi sebagai lembaga konservasi - CNN INDONESIA.ID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=10919#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=10919#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot_20250430_184402_WhatsApp.jpg","datePublished":"2025-04-30T11:48:20+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=10919#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=10919"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=10919#primaryimage","url":"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot_20250430_184402_WhatsApp.jpg","contentUrl":"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot_20250430_184402_WhatsApp.jpg","width":1080,"height":698},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=10919#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/cnnindonesia.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kelahiran anak Harimau &#8220;Banun Kinantan&#8221;, perkuat peran TMSBK Bukittinggi sebagai lembaga konservasi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/#website","url":"https:\/\/cnnindonesia.id\/","name":"CNN INDONESIA.ID","description":"&quot; Media Cinta Negeri Nusantara Indonesia&quot;","publisher":{"@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/#organization","name":"CNN INDONESIA.ID","url":"https:\/\/cnnindonesia.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cropped-Screenshot_20260810_015826_Logo-Designer.jpg","contentUrl":"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cropped-Screenshot_20260810_015826_Logo-Designer.jpg","width":400,"height":77,"caption":"CNN INDONESIA.ID"},"image":{"@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/#\/schema\/person\/93bca830baf73861baaf701b014babef","name":"Admin CI","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a39c91e64ef1492d80fa0f050ce91866b8f509ba0582e087c460e4807df55470?s=96&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a39c91e64ef1492d80fa0f050ce91866b8f509ba0582e087c460e4807df55470?s=96&r=g","caption":"Admin CI"},"sameAs":["https:\/\/cnnindonesia.id"],"url":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10919","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10919"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10919\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10922,"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10919\/revisions\/10922"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/10920"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10919"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10919"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10919"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}