{"id":11913,"date":"2025-05-26T18:49:43","date_gmt":"2025-05-26T18:49:43","guid":{"rendered":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=11913"},"modified":"2025-05-26T18:49:43","modified_gmt":"2025-05-26T18:49:43","slug":"di-hadapan-mahasiswa-unusa-menteri-nusron-nyatakan-kebijakan-plasma-ada-untuk-pemerataan-ekonomi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=11913","title":{"rendered":"Di Hadapan Mahasiswa UNUSA, Menteri Nusron Nyatakan Kebijakan Plasma Ada Untuk Pemerataan Ekonomi"},"content":{"rendered":"<p>Surabaya &#8211; Kebijakan kewajiban kebun plasma merupakan salah satu langkah penting dalam mengoreksi ketimpangan pengelolaan tanah sekaligus menjadi instrumen untuk mewujudkan keadilan sosial serta pemerataan ekonomi. Hal itu dinyatakan Menteri Agraria dan Tata Ruang\/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR\/BPN), Nusron Wahid, saat diundang sebagai pembicara utama di Kuliah Pakar Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Senin (26\/05\/2025).<\/p>\n<p>\u201cDulu cita-citanya kenapa negara memberikan konsesi, itu untuk memberikan tanah-tanah negara kepada pengusaha-pengusaha supaya mampu untuk didayagunakan dengan catatan, dengan asumsi mampu menciptakan _multiplier effect_. Dan ketika telah terjadi _multiplier effect_ maka akan ada pemerataan pembangunan ekonomi dan distribusi pendapatan di situ. Tapi, ternyata hasilnya itu belum optimal. Ini perlu dikoreksi,\u201d ujar Menteri Nusron.<\/p>\n<p>Kebijakan kewajiban kebun plasma sebelumnya diatur melalui berbagai regulasi, seperti Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan, Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2021, dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 26 Tahun 2007, dengan ketentuan kewajiban sebesar 20%. Memasuki awal tahun 2025, Kementerian ATR\/BPN mengusulkan peningkatan porsi kewajiban tersebut menjadi 30% dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI. Usulan tersebut muncul sebagai bagian dari evaluasi atas belum optimalnya manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat di sekitar wilayah konsesi.<\/p>\n<p>Kebijakan tersebut dirancang untuk diterapkan pada perusahaan perkebunan yang akan memperbarui Hak Guna Usaha (HGU) tahap ketiga. Harapannya, hal itu dapat mendorong distribusi manfaat agraria yang lebih adil dan mendorong pemerataan kesejahteraan secara konkret.<\/p>\n<p>Menteri Nusron menegaskan bahwa pelaksanaan kebijakan ini dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan stabilitas ekonomi. \u201cIni butuh konsep pelan-pelan, tapi _step by step_, lama-lama akan sampai. Caranya bagaimana? Caranya adalah kalau kemudian izinnya kita matikan sama sekali, ditarik, bisa jadi ekonominya akan _shutdown_,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>\u201cSupaya tidak _shutdown_ bagaimana? Satu-satunya jalan adalah negosiasi. Apa yang dinegosiasikan? Silakan, tanah ini tetap digunakan, tapi harus melibatkan partisipasi. Misal kalau sebelumnya kewajiban plasmanya, dulu awalnya tidak ada kewajiban plasma. Kemudian, dinegosiasikan ada kewajiban plasma melibatkan rakyat 20%,\u201d lanjut Menteri Nusron.<\/p>\n<p>Ia menginginkan, kebijakan kewajiban plasma bisa terus dinaikkan hingga 50% capaiannya. \u201cNah, ini harus ditambah lagi sampai pada angka 50%. Nanti ditambah lagi sampai pada angka 60\u201370%. Sehingga, ke depan akhirnya terjadi _equal_ atau jadi kesetaraan antara satu dengan yang lain,\u201d pungkas Menteri Nusron.<\/p>\n<p>Dalam Kuliah Pakar ini, Menteri Nusron juga menyampaikan ajakan kepada mahasiswa UNUSA untuk terlibat aktif dalam proses perubahan dan pengawasan kebijakan publik, terutama dalam bidang pertanahan dan tata ruang. Ia menekankan bahwa generasi muda merupakan kekuatan penting dalam mewujudkan reformasi kebijakan menuju Indonesia yang lebih adil dan merata.<\/p>\n<p>Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara yang mengangkat tema \u201cPeran Perawat dalam Membangun Ketangguhan Komunitas Melalui Manajemen Siklus Bencana Terpadu\u201d. Turut hadir sebagai pembicara, Anwar Kurniadi selaku Guru Besar dan Kaprodi Manajemen Bencana Universitas Pertahanan Republik Indonesia. Sesi diskusi, kemudian dipandu oleh Priyo Mukti Pribadi Winoto, Dosen Keperawatan UNUSA. (EL\/FA)<\/p>\n<p>#KementerianATRBPN<br \/>\n#MelayaniProfesionalTerpercaya<br \/>\n#MajuDanModern<br \/>\n#MenujuPelayananKelasDunia<\/p>\n<p>Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol<br \/>\nKementerian Agraria dan Tata Ruang\/<br \/>\nBadan Pertanahan Nasional<\/p>\n<p>X: x.com\/kem_atrbpn<br \/>\nInstagram: instagram.com\/kementerian.atrbpn\/<br \/>\nFanpage facebook: facebook.com\/kementerianATRBPN<br \/>\nYoutube: youtube.com\/KementerianATRBPN<br \/>\nTikTok: tiktok.com\/@kementerian.atrbpn<br \/>\nSitus: atrbpn.go.id<br \/>\nPPID: ppid.atrbpn.go.id<br \/>\nWhatsApp Pengaduan: 0811-1068-0000<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Surabaya &#8211; Kebijakan kewajiban kebun plasma merupakan salah satu langkah penting dalam mengoreksi ketimpangan pengelolaan tanah sekaligus menjadi instrumen untuk mewujudkan keadilan sosial serta pemerataan ekonomi. Hal itu dinyatakan Menteri Agraria dan Tata Ruang\/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR\/BPN), Nusron Wahid, saat diundang sebagai pembicara utama di Kuliah Pakar Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Senin (26\/05\/2025). [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11914,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"gallery","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-11913","post","type-post","status-publish","format-gallery","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","post_format-post-format-gallery"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Di Hadapan Mahasiswa UNUSA, Menteri Nusron Nyatakan Kebijakan Plasma Ada Untuk Pemerataan Ekonomi -<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=11913\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Di Hadapan Mahasiswa UNUSA, Menteri Nusron Nyatakan Kebijakan Plasma Ada Untuk Pemerataan Ekonomi -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Surabaya &#8211; Kebijakan kewajiban kebun plasma merupakan salah satu langkah penting dalam mengoreksi ketimpangan pengelolaan tanah sekaligus menjadi instrumen untuk mewujudkan keadilan sosial serta pemerataan ekonomi. Hal itu dinyatakan Menteri Agraria dan Tata Ruang\/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR\/BPN), Nusron Wahid, saat diundang sebagai pembicara utama di Kuliah Pakar Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Senin (26\/05\/2025). [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=11913\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-05-26T18:49:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/IMG-20250526-WA0046-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin CI\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin CI\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=11913\",\"url\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=11913\",\"name\":\"Di Hadapan Mahasiswa UNUSA, Menteri Nusron Nyatakan Kebijakan Plasma Ada Untuk Pemerataan Ekonomi -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=11913#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=11913#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/IMG-20250526-WA0046-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2025-05-26T18:49:43+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/#\/schema\/person\/93bca830baf73861baaf701b014babef\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=11913#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=11913\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=11913#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/IMG-20250526-WA0046-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/IMG-20250526-WA0046-scaled.jpg\",\"width\":2048,\"height\":2560},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=11913#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Di Hadapan Mahasiswa UNUSA, Menteri Nusron Nyatakan Kebijakan Plasma Ada Untuk Pemerataan Ekonomi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/\",\"name\":\"\",\"description\":\"SUARAKAN INDONESIA\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/#\/schema\/person\/93bca830baf73861baaf701b014babef\",\"name\":\"Admin CI\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a39c91e64ef1492d80fa0f050ce91866b8f509ba0582e087c460e4807df55470?s=96&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a39c91e64ef1492d80fa0f050ce91866b8f509ba0582e087c460e4807df55470?s=96&r=g\",\"caption\":\"Admin CI\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/cnnindonesia.id\"],\"url\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Di Hadapan Mahasiswa UNUSA, Menteri Nusron Nyatakan Kebijakan Plasma Ada Untuk Pemerataan Ekonomi -","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=11913","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Di Hadapan Mahasiswa UNUSA, Menteri Nusron Nyatakan Kebijakan Plasma Ada Untuk Pemerataan Ekonomi -","og_description":"Surabaya &#8211; Kebijakan kewajiban kebun plasma merupakan salah satu langkah penting dalam mengoreksi ketimpangan pengelolaan tanah sekaligus menjadi instrumen untuk mewujudkan keadilan sosial serta pemerataan ekonomi. Hal itu dinyatakan Menteri Agraria dan Tata Ruang\/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR\/BPN), Nusron Wahid, saat diundang sebagai pembicara utama di Kuliah Pakar Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Senin (26\/05\/2025). [&hellip;]","og_url":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=11913","article_published_time":"2025-05-26T18:49:43+00:00","og_image":[{"width":2048,"height":2560,"url":"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/IMG-20250526-WA0046-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Admin CI","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Admin CI","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=11913","url":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=11913","name":"Di Hadapan Mahasiswa UNUSA, Menteri Nusron Nyatakan Kebijakan Plasma Ada Untuk Pemerataan Ekonomi -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=11913#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=11913#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/IMG-20250526-WA0046-scaled.jpg","datePublished":"2025-05-26T18:49:43+00:00","author":{"@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/#\/schema\/person\/93bca830baf73861baaf701b014babef"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=11913#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=11913"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=11913#primaryimage","url":"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/IMG-20250526-WA0046-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/IMG-20250526-WA0046-scaled.jpg","width":2048,"height":2560},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=11913#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/cnnindonesia.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Di Hadapan Mahasiswa UNUSA, Menteri Nusron Nyatakan Kebijakan Plasma Ada Untuk Pemerataan Ekonomi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/#website","url":"https:\/\/cnnindonesia.id\/","name":"","description":"SUARAKAN INDONESIA","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/#\/schema\/person\/93bca830baf73861baaf701b014babef","name":"Admin CI","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a39c91e64ef1492d80fa0f050ce91866b8f509ba0582e087c460e4807df55470?s=96&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a39c91e64ef1492d80fa0f050ce91866b8f509ba0582e087c460e4807df55470?s=96&r=g","caption":"Admin CI"},"sameAs":["https:\/\/cnnindonesia.id"],"url":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11913","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11913"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11913\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11915,"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11913\/revisions\/11915"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/11914"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11913"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11913"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11913"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}