{"id":27682,"date":"2025-07-14T03:27:20","date_gmt":"2025-07-14T03:27:20","guid":{"rendered":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=27682"},"modified":"2025-07-14T03:48:34","modified_gmt":"2025-07-14T03:48:34","slug":"etika-kepemimpinanan-dalam-organisasi-publik-swasta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=27682","title":{"rendered":"Etika Kepemimpinanan Dalam Organisasi Publik\/Swasta"},"content":{"rendered":"<p><strong>CNN Indonesia.id &#8211;<\/strong> PUBLIKASI ARTIKEL DI MEDIA CETAK\/ONLINE<br \/>\nMata Kuliah : Kepemimpinan<br \/>\nDOSEN PENGAMPU : AHMAD FITRI, M.A.P<br \/>\nWAHIB ASSYAHRI, M.A.P<\/p>\n<p>DISUSUN OLEH :<br \/>\nHESTI SARTIKA SARI (2105632011371)<br \/>\nRISYA SEPTIANI (2105632011335)<br \/>\nPROGRAM STUDI ADMINISTRASI PUBLIK<br \/>\nFAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA<br \/>\nUNIVERSITAS MOHAMMAD NATSIR BUKITTINGGI<\/p>\n<p>Etika Kepemimpinanan Dalam Organisasi<br \/>\nPublik\/Swasta<\/p>\n<p>Etika kepemimpinan merupakan aspek krusial dalam pengelolaan organisasi, baik di sektor<br \/>\npublik maupun swasta. Dalam konteks ini, etika mengacu pada prinsip-prinsip moral yang<br \/>\nmembimbing perilaku dan keputusan pemimpin. Pemimpin yang etis tidak hanya bertanggung jawab terhadap karyawan dan pemangku kepentingan, tetapi juga terhadap masyarakat luas.<\/p>\n<p>Dalam era globalisasi dan transparansi informasi saat ini, tuntutan akan kepemimpinan yang beretika semakin meningkat.<br \/>\nDi sektor publik, etika kepemimpinan berperan penting dalam membangun kepercayaan<br \/>\nmasyarakat terhadap institusi pemerintah. Pemimpin publik diharapkan untuk bertindak<br \/>\ndengan integritas, transparansi, dan akuntabilitas, sehingga dapat menciptakan lingkungan yang mendukung partisipasi masyarakat dan keadilan sosial.<\/p>\n<p>Sementara itu, di sektor swasta, etika kepemimpinan berkontribusi pada reputasi perusahaan, loyalitas pelanggan, dan<br \/>\nkeberlanjutan bisnis.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-27691\" src=\"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Screenshot_20250714_103133_WhatsApp-1.jpg\" alt=\"\" width=\"1077\" height=\"505\" srcset=\"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Screenshot_20250714_103133_WhatsApp-1.jpg 1077w, https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Screenshot_20250714_103133_WhatsApp-1-300x141.jpg 300w, https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Screenshot_20250714_103133_WhatsApp-1-768x360.jpg 768w, https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Screenshot_20250714_103133_WhatsApp-1-800x375.jpg 800w\" sizes=\"auto, (max-width: 1077px) 100vw, 1077px\" \/><\/p>\n<p>Pemimpin swasta yang menerapkan etika yang baik dapat menciptakan budaya organisasi yang positif, meningkatkan motivasi karyawan, dan mendorong inovasi.<\/p>\n<p>Ciri-ciri etika kepemimpinan dalam organisasi publik dan swasta mencakup berbagai aspek<br \/>\nyang mencerminkan nilai-nilai moral dan prinsip-prinsip yang dipegang oleh pemimpin.<\/p>\n<p>Berikut adalah beberapa ciri utama etika kepemimpinan:<br \/>\n1. Integritas Pemimpin yang etis menunjukkan konsistensi antara kata-kata dan tindakan. Mereka bertindak sesuai dengan nilai-nilai yang mereka anut dan tidak terlibat dalam praktik yang meragukan.<\/p>\n<p>2. Transparansi Pemimpin yang etis berkomunikasi secara terbuka dan jujur dengan karyawan dan pemangku kepentingan.<\/p>\n<p>Mereka memberikan informasi yang jelas mengenai keputusan dan kebijakan<br \/>\nyang diambil.<\/p>\n<p>3. Akuntabilitas<br \/>\nPemimpin bertanggung jawab atas keputusan dan tindakan mereka. Mereka siap menerima<br \/>\nkonsekuensi dari keputusan yang diambil dan tidak menyalahkan orang lain atas kesalahan.<\/p>\n<p>4. Keadilan<br \/>\nPemimpin yang etis memperlakukan semua individu dengan adil dan setara, tanpa<br \/>\ndiskriminasi.<\/p>\n<p>Mereka memastikan bahwa kebijakan dan praktik organisasi mendukung Kepemimpinan memainkan peran yang sangat penting dalam organisasi, baik di sektor publik maupun swasta.<\/p>\n<p>Berikut adalah beberapa peran utama kepemimpinan dalam kedua jenis organisasi tersebut:<\/p>\n<p>1. Pengarah Visi dan Misi<br \/>\nPemimpin bertanggung jawab untuk menetapkan visi dan misi organisasi. Mereka harus mampu mengkomunikasikan tujuan jangka panjang dan menginspirasi anggota tim untuk bekerja menuju pencapaian tujuan tersebut.<\/p>\n<p>2. Pengambil Keputusan<br \/>\nPemimpin diharapkan untuk membuat keputusan yang strategis dan efektif. Mereka harus menganalisis informasi, mempertimbangkan berbagai perspektif, dan mengambil keputusan yang terbaik untuk organisasi.<\/p>\n<p>3. Motivator<br \/>\nKepemimpinan yang baik mampu memotivasi karyawan untuk mencapai kinerja terbaik<br \/>\nmereka. Pemimpin harus menciptakan lingkungan yang mendukung, memberikan<br \/>\npenghargaan, dan mengakui kontribusi individu.<\/p>\n<p>4. Pengembang Tim<br \/>\nPemimpin berperan dalam membangun dan mengembangkan tim yang solid. Mereka harus<br \/>\nmengenali kekuatan dan kelemahan anggota tim, serta menciptakan sinergi untuk mencapai<br \/>\ntujuan bersama.<\/p>\n<p>Tantangan etika kepemimpinan dalam organisasi publik dan swasta sangat beragam dan dapat mempengaruhi efektivitas pemimpin dalam menjalankan tugasnya. Berikut adalah beberapa tantangan utama yang sering dihadapi<\/p>\n<p>1. Tekanan untuk Mencapai Target<br \/>\nPemimpin sering kali menghadapi tekanan untuk mencapai target kinerja, baik dari atasan, pemangku kepentingan, maupun pasar. Tekanan ini dapat mendorong perilaku tidak etis, seperti manipulasi data atau pengambilan keputusan yang tidak transparan.<\/p>\n<p>2. Konflik Kepentingan<br \/>\nPemimpin mungkin menghadapi situasi di mana kepentingan pribadi atau kelompok<br \/>\nbertentangan dengan kepentingan organisasi. Mengelola konflik kepentingan ini dengan cara<br \/>\nyang etis bisa menjadi tantangan yang signifikan.<\/p>\n<p>1. Kurangnya Sumber Daya<br \/>\nDalam banyak kasus, pemimpin harus bekerja dengan sumber daya yang terbatas. Hal ini<br \/>\ndapat memicu keputusan yang tidak etis, seperti pengurangan kualitas layanan atau produk<br \/>\ndemi efisiensi biaya.<\/p>\n<p>2. Budaya Organisasi yang Tidak Mendukung<br \/>\nJika budaya organisasi tidak mendukung etika, pemimpin mungkin kesulitan untuk<br \/>\nmenerapkan prinsip-prinsip etika. Lingkungan yang toleran terhadap perilaku tidak etis<br \/>\ndapat menghambat upaya pemimpin untuk menciptakan perubahan positif.<\/p>\n<p>Kesimpulan<\/p>\n<p>Etika kepemimpinan merupakan elemen fundamental yang mempengaruhi<br \/>\nkeberhasilan dan reputasi organisasi, baik di sektor publik maupun swasta.<\/p>\n<p>Pemimpin yang etis tidak hanya bertanggung jawab untuk mencapai tujuan organisasi, tetapi juga untuk menciptakan lingkungan kerja yang adil, transparan, dan berintegritas. Dengan menerapkan prinsip-prinsip etika, pemimpin dapat membangun kepercayaan di antara karyawan, pemangku kepentingan, dan<br \/>\nmasyarakat luas.<\/p>\n<p>Tantangan dalam menerapkan etika kepemimpinan, seperti tekanan untuk mencapai target, konflik kepentingan, dan budaya organisasi yang tidak mendukung,<br \/>\nmemerlukan perhatian serius.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, strategi yang efektif, seperti<br \/>\npengembangan kode etik, pelatihan etika, dan penegakan norma-norma etika, sangat<br \/>\npenting untuk meningkatkan etika kepemimpinan.<\/p>\n<p>Dengan komitmen yang kuat terhadap etika, pemimpin dapat menciptakan budaya<br \/>\norganisasi yang positif, mendorong inovasi, dan meningkatkan kinerja secara keseluruhan.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, etika kepemimpinan yang baik tidak hanya memberikan manfaat bagi organisasi itu sendiri, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat dan pembangunan yang berkelanjutan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>CNN Indonesia.id &#8211; PUBLIKASI ARTIKEL DI MEDIA CETAK\/ONLINE Mata Kuliah : Kepemimpinan DOSEN PENGAMPU : AHMAD FITRI, M.A.P WAHIB ASSYAHRI, M.A.P DISUSUN OLEH : HESTI SARTIKA SARI (2105632011371) RISYA SEPTIANI (2105632011335) PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PUBLIK FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA UNIVERSITAS MOHAMMAD NATSIR BUKITTINGGI Etika Kepemimpinanan Dalam Organisasi Publik\/Swasta Etika kepemimpinan merupakan aspek krusial dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":27690,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"gallery","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-27682","post","type-post","status-publish","format-gallery","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","post_format-post-format-gallery"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Etika Kepemimpinanan Dalam Organisasi Publik\/Swasta -<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=27682\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Etika Kepemimpinanan Dalam Organisasi Publik\/Swasta -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"CNN Indonesia.id &#8211; PUBLIKASI ARTIKEL DI MEDIA CETAK\/ONLINE Mata Kuliah : Kepemimpinan DOSEN PENGAMPU : AHMAD FITRI, M.A.P WAHIB ASSYAHRI, M.A.P DISUSUN OLEH : HESTI SARTIKA SARI (2105632011371) RISYA SEPTIANI (2105632011335) PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PUBLIK FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA UNIVERSITAS MOHAMMAD NATSIR BUKITTINGGI Etika Kepemimpinanan Dalam Organisasi Publik\/Swasta Etika kepemimpinan merupakan aspek krusial dalam [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=27682\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-14T03:27:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-14T03:48:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Screenshot_20250714_104549_WhatsApp-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1179\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin CI\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin CI\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=27682\",\"url\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=27682\",\"name\":\"Etika Kepemimpinanan Dalam Organisasi Publik\/Swasta -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=27682#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=27682#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Screenshot_20250714_104549_WhatsApp-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-07-14T03:27:20+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-14T03:48:34+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/#\/schema\/person\/93bca830baf73861baaf701b014babef\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=27682#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=27682\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=27682#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Screenshot_20250714_104549_WhatsApp-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Screenshot_20250714_104549_WhatsApp-1.jpg\",\"width\":1080,\"height\":1179},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=27682#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Etika Kepemimpinanan Dalam Organisasi Publik\/Swasta\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/\",\"name\":\"\",\"description\":\"SUARAKAN INDONESIA\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/#\/schema\/person\/93bca830baf73861baaf701b014babef\",\"name\":\"Admin CI\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a39c91e64ef1492d80fa0f050ce91866b8f509ba0582e087c460e4807df55470?s=96&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a39c91e64ef1492d80fa0f050ce91866b8f509ba0582e087c460e4807df55470?s=96&r=g\",\"caption\":\"Admin CI\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/cnnindonesia.id\"],\"url\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Etika Kepemimpinanan Dalam Organisasi Publik\/Swasta -","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=27682","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Etika Kepemimpinanan Dalam Organisasi Publik\/Swasta -","og_description":"CNN Indonesia.id &#8211; PUBLIKASI ARTIKEL DI MEDIA CETAK\/ONLINE Mata Kuliah : Kepemimpinan DOSEN PENGAMPU : AHMAD FITRI, M.A.P WAHIB ASSYAHRI, M.A.P DISUSUN OLEH : HESTI SARTIKA SARI (2105632011371) RISYA SEPTIANI (2105632011335) PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PUBLIK FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA UNIVERSITAS MOHAMMAD NATSIR BUKITTINGGI Etika Kepemimpinanan Dalam Organisasi Publik\/Swasta Etika kepemimpinan merupakan aspek krusial dalam [&hellip;]","og_url":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=27682","article_published_time":"2025-07-14T03:27:20+00:00","article_modified_time":"2025-07-14T03:48:34+00:00","og_image":[{"width":1080,"height":1179,"url":"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Screenshot_20250714_104549_WhatsApp-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Admin CI","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Admin CI","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=27682","url":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=27682","name":"Etika Kepemimpinanan Dalam Organisasi Publik\/Swasta -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=27682#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=27682#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Screenshot_20250714_104549_WhatsApp-1.jpg","datePublished":"2025-07-14T03:27:20+00:00","dateModified":"2025-07-14T03:48:34+00:00","author":{"@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/#\/schema\/person\/93bca830baf73861baaf701b014babef"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=27682#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=27682"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=27682#primaryimage","url":"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Screenshot_20250714_104549_WhatsApp-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Screenshot_20250714_104549_WhatsApp-1.jpg","width":1080,"height":1179},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=27682#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/cnnindonesia.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Etika Kepemimpinanan Dalam Organisasi Publik\/Swasta"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/#website","url":"https:\/\/cnnindonesia.id\/","name":"","description":"SUARAKAN INDONESIA","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/#\/schema\/person\/93bca830baf73861baaf701b014babef","name":"Admin CI","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a39c91e64ef1492d80fa0f050ce91866b8f509ba0582e087c460e4807df55470?s=96&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a39c91e64ef1492d80fa0f050ce91866b8f509ba0582e087c460e4807df55470?s=96&r=g","caption":"Admin CI"},"sameAs":["https:\/\/cnnindonesia.id"],"url":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27682","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=27682"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27682\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27692,"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27682\/revisions\/27692"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/27690"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=27682"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=27682"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=27682"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}