{"id":31280,"date":"2026-02-18T06:20:09","date_gmt":"2026-02-18T06:20:09","guid":{"rendered":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31280"},"modified":"2026-02-18T06:20:09","modified_gmt":"2026-02-18T06:20:09","slug":"warga-teupin-raya-pertanyakan-evaluasi-hgu-tiga-perusahaan-sawit-di-kecamatan-julok-aceh-timur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31280","title":{"rendered":"Warga Teupin Raya Pertanyakan Evaluasi HGU Tiga Perusahaan Sawit di Kecamatan Julok Aceh Timur"},"content":{"rendered":"<p><strong>Aceh Timur, CNN Indonesia.id-<\/strong><br \/>\nKonsolidasi warga Gampong Teupin Raya, Kecamatan Julok, Senin (16\/2\/2026), bukan sekadar agenda penolakan perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU). Pertemuan tersebut menjadi penanda menguatnya kembali isu konflik agraria di Kabupaten Aceh Timur.<\/p>\n<p>Warga menyoroti keberadaan HGU terhadap tiga perusahaan perkebunan kelapa sawit, yakni PT Tanjung Raya Bendahara, PT Beurata Maju, dan PT Bayu Peuga Sawet.<\/p>\n<p>Namun lebih dari itu, yang dipersoalkan masyarakat adalah evaluasi menyeluruh terhadap dampak keberadaan perusahaan dan kejelasan status tanah yang menjadi dasar pemberian HGU.<\/p>\n<p>Evaluasi HGU: Formalitas atau Substansi?<br \/>\nSecara regulatif, perpanjangan HGU bukanlah proses administratif semata. Dalam prinsip kebijakan agraria nasional, evaluasi harus mempertimbangkan aspek pemanfaatan lahan, kepatuhan hukum, dampak sosial, serta kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar.<\/p>\n<p>Sejumlah warga menilai selama ini tidak ada dampak signifikan terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat. Klaim tersebut menjadi salah satu dasar munculnya penolakan.<\/p>\n<p>Nurdiansyah alias Ayah Syik menyatakan masyarakat menginginkan adanya transparansi dan audit sosial sebelum izin diperpanjang.<br \/>\n\u201cKalau memang ada manfaat, tunjukkan secara terbuka. Kalau tidak, pemerintah harus berpihak pada rakyat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Pernyataan ini menempatkan pemerintah daerah pada posisi krusial: apakah perpanjangan HGU hanya berbasis kelengkapan administrasi, atau benar-benar mempertimbangkan keadilan sosial sebagaimana mandat reforma agraria.<\/p>\n<p>Tanggung Jawab Pemerintah Daerah<br \/>\nSecara prinsip, pemerintah daerah memiliki kewajiban memastikan setiap kebijakan yang berdampak pada ruang hidup masyarakat berjalan adil, transparan, dan akuntabel.<\/p>\n<p>Dalam konteks Aceh Timur, isu ini menjadi sensitif karena menyangkut tanah\u2014yang bukan sekadar aset ekonomi, tetapi juga identitas sosial dan sumber penghidupan.<\/p>\n<p>Ahmadi, Sekretaris Desa Gampong Teupin Raya, dalam arahannya menekankan bahwa perjuangan warga bukanlah bentuk pembangkangan terhadap negara, melainkan tuntutan atas hak konstitusional.<\/p>\n<p>\u201cMemperjuangkan hak hidup bukan pemberontakan. Ini hak rakyat untuk mempertahankan tanahnya,\u201d kata Ahmadi.<br \/>\nPernyataan tersebut memperlihatkan bahwa konflik ini berpotensi melebar apabila tidak ditangani secara dialogis dan transparan.<\/p>\n<p>Risiko Sosial Jika Diabaikan<br \/>\nPengalaman di berbagai daerah menunjukkan, konflik agraria yang tidak diselesaikan secara adil dapat berkembang menjadi ketegangan sosial berkepanjangan. Oleh karena itu, pemerintah daerah dituntut untuk:<br \/>\nMembuka ruang dialog resmi antara masyarakat dan perusahaan.<br \/>\nMelakukan evaluasi dampak sosial dan ekonomi secara independen.<\/p>\n<p>Menyampaikan hasil evaluasi secara transparan kepada publik.<\/p>\n<p>Memastikan setiap keputusan perpanjangan HGU tidak mengabaikan hak-hak masyarakat lokal.<br \/>\nTanpa langkah tersebut, polemik ini berpotensi memperdalam ketidakpercayaan publik terhadap kebijakan agraria di daerah.<\/p>\n<p>Hingga kini, Masyarakat masih menunggu pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terkait tuntutan warga.<\/p>\n<p>Keputusan terhadap perpanjangan HGU tiga perusahaan tersebut akan menjadi indikator apakah kebijakan agraria di Aceh Timur benar-benar berpihak pada keseimbangan antara investasi dan keadilan sosial.<\/p>\n<p>Jika dikelola dengan baik, polemik ini bisa menjadi momentum pembenahan tata kelola agraria. Namun jika diabaikan, ia berpotensi menjadi babak baru konflik yang lebih luas.<\/p>\n<p>(Rasyidin)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aceh Timur, CNN Indonesia.id- Konsolidasi warga Gampong Teupin Raya, Kecamatan Julok, Senin (16\/2\/2026), bukan sekadar agenda penolakan perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU). Pertemuan tersebut menjadi penanda menguatnya kembali isu konflik agraria di Kabupaten Aceh Timur. Warga menyoroti keberadaan HGU terhadap tiga perusahaan perkebunan kelapa sawit, yakni PT Tanjung Raya Bendahara, PT Beurata Maju, dan PT [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":31281,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"gallery","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-31280","post","type-post","status-publish","format-gallery","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","post_format-post-format-gallery"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Warga Teupin Raya Pertanyakan Evaluasi HGU Tiga Perusahaan Sawit di Kecamatan Julok Aceh Timur -<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31280\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Warga Teupin Raya Pertanyakan Evaluasi HGU Tiga Perusahaan Sawit di Kecamatan Julok Aceh Timur -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Aceh Timur, CNN Indonesia.id- Konsolidasi warga Gampong Teupin Raya, Kecamatan Julok, Senin (16\/2\/2026), bukan sekadar agenda penolakan perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU). Pertemuan tersebut menjadi penanda menguatnya kembali isu konflik agraria di Kabupaten Aceh Timur. Warga menyoroti keberadaan HGU terhadap tiga perusahaan perkebunan kelapa sawit, yakni PT Tanjung Raya Bendahara, PT Beurata Maju, dan PT [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31280\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-18T06:20:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Screenshot_20260218_131619_WhatsApp.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"696\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin CI\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin CI\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31280\",\"url\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31280\",\"name\":\"Warga Teupin Raya Pertanyakan Evaluasi HGU Tiga Perusahaan Sawit di Kecamatan Julok Aceh Timur -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31280#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31280#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Screenshot_20260218_131619_WhatsApp.jpg\",\"datePublished\":\"2026-02-18T06:20:09+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/#\/schema\/person\/93bca830baf73861baaf701b014babef\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31280#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31280\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31280#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Screenshot_20260218_131619_WhatsApp.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Screenshot_20260218_131619_WhatsApp.jpg\",\"width\":1080,\"height\":696},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31280#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Warga Teupin Raya Pertanyakan Evaluasi HGU Tiga Perusahaan Sawit di Kecamatan Julok Aceh Timur\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/\",\"name\":\"\",\"description\":\"SUARAKAN INDONESIA\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/#\/schema\/person\/93bca830baf73861baaf701b014babef\",\"name\":\"Admin CI\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a39c91e64ef1492d80fa0f050ce91866b8f509ba0582e087c460e4807df55470?s=96&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a39c91e64ef1492d80fa0f050ce91866b8f509ba0582e087c460e4807df55470?s=96&r=g\",\"caption\":\"Admin CI\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/cnnindonesia.id\"],\"url\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Warga Teupin Raya Pertanyakan Evaluasi HGU Tiga Perusahaan Sawit di Kecamatan Julok Aceh Timur -","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31280","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Warga Teupin Raya Pertanyakan Evaluasi HGU Tiga Perusahaan Sawit di Kecamatan Julok Aceh Timur -","og_description":"Aceh Timur, CNN Indonesia.id- Konsolidasi warga Gampong Teupin Raya, Kecamatan Julok, Senin (16\/2\/2026), bukan sekadar agenda penolakan perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU). Pertemuan tersebut menjadi penanda menguatnya kembali isu konflik agraria di Kabupaten Aceh Timur. Warga menyoroti keberadaan HGU terhadap tiga perusahaan perkebunan kelapa sawit, yakni PT Tanjung Raya Bendahara, PT Beurata Maju, dan PT [&hellip;]","og_url":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31280","article_published_time":"2026-02-18T06:20:09+00:00","og_image":[{"width":1080,"height":696,"url":"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Screenshot_20260218_131619_WhatsApp.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Admin CI","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Admin CI","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31280","url":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31280","name":"Warga Teupin Raya Pertanyakan Evaluasi HGU Tiga Perusahaan Sawit di Kecamatan Julok Aceh Timur -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31280#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31280#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Screenshot_20260218_131619_WhatsApp.jpg","datePublished":"2026-02-18T06:20:09+00:00","author":{"@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/#\/schema\/person\/93bca830baf73861baaf701b014babef"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31280#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31280"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31280#primaryimage","url":"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Screenshot_20260218_131619_WhatsApp.jpg","contentUrl":"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Screenshot_20260218_131619_WhatsApp.jpg","width":1080,"height":696},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31280#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/cnnindonesia.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Warga Teupin Raya Pertanyakan Evaluasi HGU Tiga Perusahaan Sawit di Kecamatan Julok Aceh Timur"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/#website","url":"https:\/\/cnnindonesia.id\/","name":"","description":"SUARAKAN INDONESIA","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/#\/schema\/person\/93bca830baf73861baaf701b014babef","name":"Admin CI","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a39c91e64ef1492d80fa0f050ce91866b8f509ba0582e087c460e4807df55470?s=96&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a39c91e64ef1492d80fa0f050ce91866b8f509ba0582e087c460e4807df55470?s=96&r=g","caption":"Admin CI"},"sameAs":["https:\/\/cnnindonesia.id"],"url":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31280","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=31280"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31280\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31283,"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31280\/revisions\/31283"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/31281"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=31280"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=31280"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=31280"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}