{"id":31789,"date":"2026-03-29T10:50:28","date_gmt":"2026-03-29T10:50:28","guid":{"rendered":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31789"},"modified":"2026-03-29T10:50:28","modified_gmt":"2026-03-29T10:50:28","slug":"nyakli-maop-pemerintah-pusat-tidak-pernah-tulus-terhadap-aceh-sejak-era-kemerdekaan-hingga-bencana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31789","title":{"rendered":"Nyakli Maop: Pemerintah Pusat Tidak Pernah Tulus Terhadap Aceh Sejak Era Kemerdekaan hingga Bencana"},"content":{"rendered":"<p><strong>Aceh Timur, CNN Indonesia.id-<\/strong><br \/>\nAktivis Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus Satgasus Investigasi Badan Advokasi Indonesia, Razali alias Nyakli Maop, menyampaikan kritik tajam terhadap komitmen Pemerintah Pusat dalam membangun dan membantu masyarakat Aceh.<\/p>\n<p>Menurutnya, sejarah mencatat bahwa ketulusan Jakarta terhadap Bumi Serambi Mekkah kerap berujung pada janji manis yang tidak terealisasi.<\/p>\n<p>Dalam pernyataan tertulisnya, Nyakli Maop menyoroti kontras antara besarnya pengorbanan rakyat Aceh di masa awal kemerdekaan dengan perlakuan yang diterima daerah ini dari masa ke masa.<\/p>\n<p>Nyakli Maop mengingatkan kembali publik tentang \u201cmodal\u201d besar yang diberikan Aceh untuk berdirinya Republik Indonesia. Ia menyebut peran vital Radio Rimba Raya yang menyuarakan eksistensi RI saat agresi militer Belanda, serta sumbangan pesawat terbang pertama, Seulawah RI-001, dari hasil patungan rakyat Aceh.<\/p>\n<p>\u201cSukarno-Hatta datang ke Aceh memohon bantuan dengan janji-janji manis kepada ulama, termasuk janji pelaksanaan syariat Islam secara kaffah. Namun sejarah membuktikan, dari era DI\/TII hingga konflik panjang GAM, ketidakadilan selalu menjadi pemantik perlawanan,\u201d ujar Nyakli Maop.<\/p>\n<p>Ia juga menegaskan bahwa perdamaian yang tertuang dalam MoU Helsinki saat ini terkesan dikhianati karena banyak butir kesepakatan yang belum sepenuhnya diimplementasikan oleh Pemerintah Pusat.<\/p>\n<p>Kekecewaan terbaru muncul terkait penanganan pasca-banjir besar yang melanda Aceh dan sebagian wilayah Sumatera. Nyakli Maop mendesak agar Pemerintah Pusat menetapkan status Darurat Bencana Nasional agar bantuan internasional melalui PBB dapat masuk secara masif.<\/p>\n<p>\u201cSeharusnya status darurat nasional ditetapkan agar beban masyarakat menjadi lebih ringan. Namun, Pemerintah Pusat seolah enggan. Bahkan, pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan Indonesia masih mampu menangani korban secara mandiri, menurut kami hanyalah mimpi di siang bolong,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, klaim kemandirian tersebut tidak selaras dengan realitas di lapangan, di mana masyarakat terdampak masih tertatih-tatih untuk bangkit dari musibah tanpa dukungan yang memadai.<\/p>\n<p>Nyakli Maop menutup pernyataannya dengan meminta Pemerintah Pusat berhenti memberikan janji-janji politik dan mulai menunjukkan aksi nyata. Ia menekankan bahwa masyarakat Aceh tidak meminta keistimewaan, melainkan keadilan dan pengakuan atas martabat sejarah yang telah mereka berikan untuk bangsa ini.<\/p>\n<p>Rasyidin<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aceh Timur, CNN Indonesia.id- Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus Satgasus Investigasi Badan Advokasi Indonesia, Razali alias Nyakli Maop, menyampaikan kritik tajam terhadap komitmen Pemerintah Pusat dalam membangun dan membantu masyarakat Aceh. Menurutnya, sejarah mencatat bahwa ketulusan Jakarta terhadap Bumi Serambi Mekkah kerap berujung pada janji manis yang tidak terealisasi. Dalam pernyataan tertulisnya, Nyakli Maop [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":31790,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"gallery","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-31789","post","type-post","status-publish","format-gallery","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","post_format-post-format-gallery"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Nyakli Maop: Pemerintah Pusat Tidak Pernah Tulus Terhadap Aceh Sejak Era Kemerdekaan hingga Bencana -<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31789\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Nyakli Maop: Pemerintah Pusat Tidak Pernah Tulus Terhadap Aceh Sejak Era Kemerdekaan hingga Bencana -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Aceh Timur, CNN Indonesia.id- Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus Satgasus Investigasi Badan Advokasi Indonesia, Razali alias Nyakli Maop, menyampaikan kritik tajam terhadap komitmen Pemerintah Pusat dalam membangun dan membantu masyarakat Aceh. Menurutnya, sejarah mencatat bahwa ketulusan Jakarta terhadap Bumi Serambi Mekkah kerap berujung pada janji manis yang tidak terealisasi. Dalam pernyataan tertulisnya, Nyakli Maop [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31789\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-03-29T10:50:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/IMG-20260329-WA0109.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin CI\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin CI\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31789\",\"url\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31789\",\"name\":\"Nyakli Maop: Pemerintah Pusat Tidak Pernah Tulus Terhadap Aceh Sejak Era Kemerdekaan hingga Bencana -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31789#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31789#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/IMG-20260329-WA0109.jpg\",\"datePublished\":\"2026-03-29T10:50:28+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/#\/schema\/person\/93bca830baf73861baaf701b014babef\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31789#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31789\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31789#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/IMG-20260329-WA0109.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/IMG-20260329-WA0109.jpg\",\"width\":1600,\"height\":1600},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31789#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Nyakli Maop: Pemerintah Pusat Tidak Pernah Tulus Terhadap Aceh Sejak Era Kemerdekaan hingga Bencana\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/\",\"name\":\"\",\"description\":\"SUARAKAN INDONESIA\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/#\/schema\/person\/93bca830baf73861baaf701b014babef\",\"name\":\"Admin CI\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a39c91e64ef1492d80fa0f050ce91866b8f509ba0582e087c460e4807df55470?s=96&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a39c91e64ef1492d80fa0f050ce91866b8f509ba0582e087c460e4807df55470?s=96&r=g\",\"caption\":\"Admin CI\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/cnnindonesia.id\"],\"url\":\"https:\/\/cnnindonesia.id\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Nyakli Maop: Pemerintah Pusat Tidak Pernah Tulus Terhadap Aceh Sejak Era Kemerdekaan hingga Bencana -","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31789","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Nyakli Maop: Pemerintah Pusat Tidak Pernah Tulus Terhadap Aceh Sejak Era Kemerdekaan hingga Bencana -","og_description":"Aceh Timur, CNN Indonesia.id- Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus Satgasus Investigasi Badan Advokasi Indonesia, Razali alias Nyakli Maop, menyampaikan kritik tajam terhadap komitmen Pemerintah Pusat dalam membangun dan membantu masyarakat Aceh. Menurutnya, sejarah mencatat bahwa ketulusan Jakarta terhadap Bumi Serambi Mekkah kerap berujung pada janji manis yang tidak terealisasi. Dalam pernyataan tertulisnya, Nyakli Maop [&hellip;]","og_url":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31789","article_published_time":"2026-03-29T10:50:28+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":1600,"url":"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/IMG-20260329-WA0109.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Admin CI","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Admin CI","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31789","url":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31789","name":"Nyakli Maop: Pemerintah Pusat Tidak Pernah Tulus Terhadap Aceh Sejak Era Kemerdekaan hingga Bencana -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31789#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31789#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/IMG-20260329-WA0109.jpg","datePublished":"2026-03-29T10:50:28+00:00","author":{"@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/#\/schema\/person\/93bca830baf73861baaf701b014babef"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31789#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31789"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31789#primaryimage","url":"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/IMG-20260329-WA0109.jpg","contentUrl":"https:\/\/cnnindonesia.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/IMG-20260329-WA0109.jpg","width":1600,"height":1600},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?p=31789#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/cnnindonesia.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Nyakli Maop: Pemerintah Pusat Tidak Pernah Tulus Terhadap Aceh Sejak Era Kemerdekaan hingga Bencana"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/#website","url":"https:\/\/cnnindonesia.id\/","name":"","description":"SUARAKAN INDONESIA","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/#\/schema\/person\/93bca830baf73861baaf701b014babef","name":"Admin CI","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/cnnindonesia.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a39c91e64ef1492d80fa0f050ce91866b8f509ba0582e087c460e4807df55470?s=96&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a39c91e64ef1492d80fa0f050ce91866b8f509ba0582e087c460e4807df55470?s=96&r=g","caption":"Admin CI"},"sameAs":["https:\/\/cnnindonesia.id"],"url":"https:\/\/cnnindonesia.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31789","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=31789"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31789\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31792,"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31789\/revisions\/31792"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/31790"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=31789"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=31789"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cnnindonesia.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=31789"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}