Usai Peras Kepala Sekolah 4.5 Juta, Tiga Wartawan Diciduk

- Redaksi

Rabu, 12 Juni 2024 - 05:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jawa Tengah, CNN INDONESIA.ID
Aparat Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Weleri, Polres Kendal, Jawa Tengah, menciduk 3 orang mengaku wartawan karena diduga melakukan pemerasan terhadap kepala sekolah (kepsek).

Dikutip dari detik.com, ketiga wartawan berinisial R, H dan Z itu memeras Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Sidomukti, Kecamatan Weleri, sebesar Rp4,5 juta.

Polisi yang sudah lebih dahulu menerima laporan kemudian bergerak bersama warga dan menangkap tangan para pelaku berikut sejumlah barang bukti berupa uang Rp4,5 juta

Sabtu siang tadi, anggota Polsek Weleri menerima laporan dari warga kalau ada wartawan yang memeras kepala sekolah di salah satu SD. Oknum ini meminta sejumlah uang yang besarnya Rp4,5 juta,” kata Kasat Reskrim Polres Kendal, AKP Untung Setoyahadi saat dihubungi detikJateng, Sabtu (8/6/2024) malam.

Baca Juga:  Bina Jajaran Kanwil BPN Provinsi Riau, Menteri Nusron Tegaskan agar Penyelesaian HGU dan Pemetaan Tanah Jadi Prioritas

Ketiga wartawan beserta barang bukti berupa uang Rp4,5 juta, kemudian dibawa ke Mapolres Kendal untuk dilakukan pemeriksaan.

Ketiga oknum tersebut sudah dibawa ke Polres Kendal dan saat ini masih dilakukan pemeriksaan. Barang buktinya juga kami bawa senilai Rp4,5 jita,” terangnya.

“Penangkapannya di sekolah tersebut yang dilakukan petugas dengan warga. Inisialnya R, H dan Z,” jelasnya.

Kepada detikJateng, salah seorang warga yang tidak mau identitasnya disebutkan mengungkapkan, ketiga oknum wartawan mengancam kepsek dengan menuduh adanya pemotongan bantuan PIP (Program Indonesia Pintar).

Pemerasannya terkait adanya potongan bantuan PIP dari pemerintah yang dilakukan oleh kepsek. Kepseknya tidak melakukan potongan sama sekali,” kata warga itu.

“Mereka (wartawan) meras dengan mengancam kepseknya,” sambungnya

(*)

Berita Terkait

Polsek Lingga Bayu Intensifkan Himbauan Stop PETI di Eks M3 Tapus, Warga Diminta Patuhi UU Minerba
Madina Jangan Hanya Jadi Penonton”: Publik Soroti Lemahnya Visi Industri dan Arah Ekonomi Daerah
PATHIL FC Menang Tipis 1-0 atas Saroha FC di Turnamen Mahasiswa CUP I Se-Pantai Barat 2026
Kato Nan Ampek dan Pragmatik Inggris: Saat Anak Nagari Belajar Seni Berkomunikasi
Khaidir Nst, SH., A.Ptnh, angkat bicara Terkait Eks BPN Madina
Normalisasi Batang Anai Anduriang Dibahas di Rapat Paripurna, Bunda Endarmy Temui Wagub Vasko Ruseimy
Bertemu Wali Kota Wesly, Pimpinan IPK dan PP Sepakat Jaga Kondusivitas, Dukung Pemerintahan, dan Tingkatkan Toleransi di Pematangsiantar
Aktivitas Tambang Diduga Ilegal di Wilayah Tombang Mulai Menuai Sorotan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:38

Polsek Lingga Bayu Intensifkan Himbauan Stop PETI di Eks M3 Tapus, Warga Diminta Patuhi UU Minerba

Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:12

Madina Jangan Hanya Jadi Penonton”: Publik Soroti Lemahnya Visi Industri dan Arah Ekonomi Daerah

Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:10

PATHIL FC Menang Tipis 1-0 atas Saroha FC di Turnamen Mahasiswa CUP I Se-Pantai Barat 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 04:14

Kato Nan Ampek dan Pragmatik Inggris: Saat Anak Nagari Belajar Seni Berkomunikasi

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:07

Khaidir Nst, SH., A.Ptnh, angkat bicara Terkait Eks BPN Madina

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:56

Bertemu Wali Kota Wesly, Pimpinan IPK dan PP Sepakat Jaga Kondusivitas, Dukung Pemerintahan, dan Tingkatkan Toleransi di Pematangsiantar

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:02

Aktivitas Tambang Diduga Ilegal di Wilayah Tombang Mulai Menuai Sorotan

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:14

Kantor Imigrasi Agam Proses Deportasi WNA Malaysia Usai Jalani Hukuman Narkotika

Berita Terbaru