Puncak, CNN Indonesia.id
Pada Rabu, 4 Desember 2024, sekitar pukul 13.25 WIT, terjadi kontak tembak antara aparat keamanan TNI-Polri dan kelompok separatis OPM yang diduga anak buah Lekagak Telenggeng di Pasar Sinak, Kampung Gigobak 1, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak.
Beberapa Apkam yang terlibat dalam kontak tembak di Pasar Sinak, Kampung Gigobak 1, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, pada 4 Desember 2024 diantaranya Pengawas pembangunan Pos TNI Sinak, Satgas Pamtas Yonif 323/BP, Satgas Mandala V, Satgas Jaya Wijaya, Satgas Habema (Tim Waltis Sektor Barat), Koramil 1717-02 Sinak, Polsek Sinak, Satgas Brimob BKO Sinak
Berikut adalah hasil lengkap dari kontak tembak yang terjadi
1. Patius Telenggeng
Umur: 35 tahun
Suku: Dani
Status: Kawin
Agama: Kristen
Pekerjaan: Petani
Alamat: Rumagi, Distrik Mage Bume, Kabupaten Puncak
2. Korban kedua Tanpa Identitas
Informasi lebih lanjut belum diketahui.
Barang Bukti yang Disita:
1. 1 pucuk pistol revolver dengan seri Mfgcoha (nomor tidak terbaca).
2. 3 butir amunisi kaliber 9 mm.
3. 1 buah HP.
4. 1 buah dompet.
5. 1 buah peluit.
6. 1 buah kacamata.
7. 1 buah jam tangan.
8. 1 KTP atas nama Patius Telenggeng.
9. 1 pasang sepatu boot.
10. 1 sepatu PDL Weba.
11. 2 buah noken
12. 1 korek api.
13. 1 kalung manik-manik.
Pasca-kontak tembak antara aparat keamanan TNI-Polri dan kelompok OPM di Pasar Sinak, Kampung Gigobak 1, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, pada 4 Desember 2024 kembali kondusif dan tetap waspada
Selanjutnya sebagai antisipasi berikutnya kami akan kordinasi bersama guna melakukan Peningkatan pengamanan di fasilitas umum, pos keamanan, dan wilayah strategis.
Operasi ini menunjukkan koordinasi yang kuat antara berbagai satuan TNI-Polri di wilayah Papua. Langkah-langkah pengamanan yang diambil bertujuan untuk mencegah ancaman lebih besar serta menjaga keselamatan warga sipil dan stabilitas di Kabupaten Puncak. Situasi di Distrik Sinak masih dalam pengawasan ketat, dan aparat keamanan akan terus berupaya memulihkan kondisi di wilayah tersebut.
Situasi di sekitar lokasi kejadian masih dalam pengawasan ketat guna mencegah eskalasi lebih lanjut. Aparat juga terus memantau pergerakan kelompok separatis lain yang kemungkinan terkait dengan insiden ini.
(*)
















