CNN Indonesia.id –
Oleh: dr. Rizma Haidif Firinda, M. Biomed, Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran Unsoed
Makanan sehari-hari tidak hanya mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh, tetapi juga berisiko karena mengandung parasit berbahaya yang dapat menyebabkan berbagai penyakit.
Mulai dari cacing pita hingga protozoa berbahaya, infeksi parasit melalui makanan dapat menimbulkan masalah kesehatan yang serius jika tidak dicegah dengan tepat
Beberapa parasit yang sering ditularkan melalui makanan adalah:
• Taenia spp. (Cacing Pita): ditemukan dalam daging sapi atau babi yang kurang matang.
• Ascaris lumbricoides: ditularkan melalui makanan berupa sayuran yang terkontaminasi telur cacing
• Trichinella spiralis: dapat mengkontaminasi daging babi atau hewan liar yang tidak dimasak dengan baik.
• Toxoplasma gondii: Parasit protozoa yang dapat ditemukan dalam daging mentah dan sayuran yang tidak dicuci bersih.
• Giardia lamblia dan Entamoeba histolytica: Dapat ditemukan dalam air atau makanan yang terkontaminasi kotoran manusia atau hewan.
Infeksi parasit dari makanan dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari gangguan pencernaan ringan hingga penyakit serius seperti sakit perut diare, mual dan muntah, penurunan berat badan, gangguan sistem saraf akibat infeksi parasit neurocysticercosis Taenia solium.
Beberapa langkah pencegahan infeksi parasit pada makanan yang dapat dilakukan adalah:
1. Memasak Makanan dengan Suhu yang Tepat
o Daging merah: Minimal 63°C untuk tingkat kematangan sedang, 71°C untuk matang sempurna.
o Daging unggas: 74°C untuk memastikan semua bakteri dan parasit mati.
o Ikan: memasak pada suhu minimal 63°C atau jika dikonsumsi mentah, harus dibekukan pada suhu -20°C selama minimal 7 hari untuk membunuh larva parasit.
2. Menghindari Konsumsi Daging atau Ikan Mentah yang Tidak Terjamin Keamanannya
o Jika ingin mengonsumsi sushi atau sashimi, pastikan bahan bakunya berasal dari sumber yang terpercaya dan sudah melalui proses pembekuan yang tepat.
3. Mencuci Buah dan Sayuran
o Gunakan air bersih yang mengalir untuk mencuci buah dan sayuran.
o Untuk sayuran berdaun, rendam dalam air garam atau cuka selama beberapa menit untuk membunuh kista parasit.
4. Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan
o Selalu cuci tangan dengan sabun sebelum makan atau mengolah makanan.
o Pastikan alat masak dan peralatan makan bersih sebelum digunakan.
5. Memastikan Sumber Air Minum layak konsumsi
o Gunakan air yang telah dimasak atau disaring jika tidak yakin dengan kebersihan sumber air.
Parasit dalam makanan dapat menjadi masalah serius bagi kesehatan, tetapi dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, risiko infeksi ini dapat dihindari. Memasak makanan dengan benar, menjaga kebersihan diri, serta memastikan sumber bahan makanan aman adalah kunci utama untuk menghindari bahaya parasit dalam makanan. Dengan demikian, kita dapat menikmati makanan dengan lebih aman dan sehat.
Referensi:
1. World Health Organization (WHO). WHO estimates of the global burden of foodborne diseases: foodborne disease burden epidemiology reference group 2007-2015. Geneva: WHO; 2015. ISBN 9789241565165.
2. CDC. About Four Steps to Food Safety. 2024., Diakses pada https://www.cdc.gov/food-safety/prevention/index.html pada tanggal 16 Februari 2025
3. Nababan H, dkk., 101 Tips Keamanan Pangan. Jakarta: Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan, BPOM; 2017.
4. Chávez-Ruvalcaba F, Chávez-Ruvalcaba MI, Santibañez KM, Muñoz-Carrillo JL, Coria AL, Martínez RR. Foodborne Parasitic Diseases in the Neotropics–a review. Helminthologia. 2021 Jun 8;58(2):119-33.
(*)
















