Diduga Brimob Bersenjata Intimidasi Warga di Aceh Timur? Rasyidin Bicara Tegas di Depan Bupati, Ketua DPRK, dan Kapolres

- Redaksi

Rabu, 17 September 2025 - 23:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur, CNN Indonesia.id
Suasana audiensi antara perwakilan masyarakat dan pemerintah daerah Aceh Timur digelar untuk membahas berbagai persoalan publik. Dalam forum tersebut, Rasyidin, salah satu tokoh muda Nurussalam, menyampaikan desakan terkait keberadaan Oknum Brimob di PT. Tanjung Raya Bendahara.

Di hadapan Bupati Aceh Timur, Ketua DPRK, Kapolres, Kepala Kejaksaan Negeri, serta sejumlah pejabat lain, Rasyidin menegaskan bahwa masyarakat kerap mengalami intimidasi dari aparat bersenjata yang bertugas di perusahaan tersebut.

“Kami mendesak Kapolda Aceh melalui Kapolres Aceh Timur untuk menarik Oknum Brimob berkedok PAM dari PT. Tanjung Raya Bendahara. Fakta di lapangan, masyarakat sering mengalami intimidasi. Brimob membawa senjata laras panjang, bahkan sampai mengancam akan menembak warga. Keberadaan aparat justru menambah keresahan, bukan memberi rasa aman,” kata Rasyidin dalam forum audiensi, Selasa (16/9).

Baca Juga:  Kapolres Dompu Pimpin Panen Raya Jagung di Manggelewa

Rasyidin juga menyoroti akar persoalan yang memicu ketegangan di lapangan. Menurutnya, PT. Tanjung Raya Bendahara diduga beroperasi dengan izin HGU yang tumpang tindih dengan Lahan Masyarakat, Kondisi ini tambahnya melahirkan konflik agraria yang semakin merugikan warga setempat.

“Kami ingin ada jawaban jelas dan langkah nyata dari Polres. Jangan sampai persoalan ini berhenti hanya di forum audiensi. Masyarakat siap memberikan keterangan, menghadirkan saksi, bahkan bukti video intimidasi yang pernah terjadi,” tegasnya.

Audiensi yang digelar di Aceh Timur tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung aspirasi mereka. Hingga berita ini diturunkan, pihak aparat dan pejabat terkait masih memberikan tanggapan atas berbagai poin tuntutan yang disuarakan.

(Red)

Berita Terkait

Forkopimda Maluku Tiba di Lermatang: Kawal Proyek Strategis Blok Masela
Wisuda Tahfidz Al-Qur’an Angkatan III TPQ Al Hidayah Malalak Selatan Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru
LMAT Ancam Hentikan Groundbreaking Blok Masela Jika Hak Masyarakat Tak Dipenuhi
SPBU 15.229.022 Lingga Bayu Resmi Beroperasi Kembali, Hadirkan Pelayanan Energi dan Santunan Anak Yatim
Camat Lingga Bayu Bersama Forkopimcam dan Danramil 16/Batang Natal Gotong Royong Timbun Jalan Provinsi Berlubang di Simpang Gambir
Dirjen Imigrasi Lantik Kakanwil Imigrasi Jabar dan Kepala Kantor Imigrasi Jakbar, Komitmen Perbaikan Menyeluruh
Blok Masela: Ibarat Raksasa yang Dibangunkan, Apakah Rakyat Sudah Siap?
Pelepasan dan Perpisahan TK/PAUD Se-Nagari Malalak Selatan Berlangsung Meriah, Dukung Generasi Emas Masa Depan
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:29

Forkopimda Maluku Tiba di Lermatang: Kawal Proyek Strategis Blok Masela

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:22

Wisuda Tahfidz Al-Qur’an Angkatan III TPQ Al Hidayah Malalak Selatan Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru

Kamis, 25 Juni 2026 - 05:35

LMAT Ancam Hentikan Groundbreaking Blok Masela Jika Hak Masyarakat Tak Dipenuhi

Rabu, 24 Juni 2026 - 06:34

SPBU 15.229.022 Lingga Bayu Resmi Beroperasi Kembali, Hadirkan Pelayanan Energi dan Santunan Anak Yatim

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:57

Camat Lingga Bayu Bersama Forkopimcam dan Danramil 16/Batang Natal Gotong Royong Timbun Jalan Provinsi Berlubang di Simpang Gambir

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:33

Blok Masela: Ibarat Raksasa yang Dibangunkan, Apakah Rakyat Sudah Siap?

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:27

Pelepasan dan Perpisahan TK/PAUD Se-Nagari Malalak Selatan Berlangsung Meriah, Dukung Generasi Emas Masa Depan

Senin, 22 Juni 2026 - 14:07

Digenjot Kejar Target! Proyek Rp950 Juta Irigasi D.I Sicaung Sicincin Jadi Harapan Baru Warga Bebas Banjir Langganan

Berita Terbaru