Warga Cor Bahu Jalan Simpang Gambir–Lobung, Gotong Royong Jangan Jadi Alasan Pembiaran

- Redaksi

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mandailing Natal, CNN Indonesia.Id– Kondisi jalan lintas Simpang Gambir menuju Desa Lobung kembali menjadi sorotan. Bertahun-tahun kerusakan berupa lubang menganga, badan jalan yang sempit, serta bahu jalan yang terkikis dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua dan mobil yang berpapasan.

Di tengah kondisi tersebut, Abdul Wahid Siregar bersama masyarakat mengambil inisiatif melakukan pengecoran bahu jalan serta menutup sejumlah lubang di sepanjang ruas jalan mulai dari Simpang Alm. Manik menuju Desa Lobung.

Saat dikonfirmasi awak media pada Rabu (11/02/2026), Abdul Wahid Siregar menegaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan murni atas dasar kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.

“Ini kita laksanakan murni demi kemanusiaan dan untuk mengurangi rawan kecelakaan di daerah ini. Jalan ini sempit dan cukup berbahaya bagi pengguna jalan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa sumber dana berasal dari swadaya masyarakat dan para pengusaha lokal.

“Dana yang kita pergunakan sampai saat ini murni dari swadaya. Saya meminta bantuan kepada toke-toke dan pengusaha yang ada. Tidak menutup kemungkinan juga kalau ada yang memberikan bantuan atau mau berinfak, tetap kita terima,” tambahnya.

Langkah tersebut mendapat apresiasi dari warga yang selama ini mengaku khawatir melintasi jalur tersebut, terutama pada malam hari dan saat musim hujan ketika lubang tertutup genangan air.

 

Swadaya Bukan Solusi Permanen
Aksi gotong royong yang dilakukan masyarakat ini menjadi bukti kuatnya solidaritas sosial. Namun di sisi lain, fenomena ini memunculkan pertanyaan yang lebih mendasar tentang tanggung jawab pemeliharaan infrastruktur publik.

Baca Juga:  Nyakli Maop Desak Jakarta Hentikan “Sandiwara Data” dan Segera Bangun Rumah untuk Rakyat Aceh

 

Sebagaimana diketahui, pembangunan dan perawatan jalan merupakan kewenangan pemerintah sesuai dengan status jalan tersebut. Pemeliharaan berkala bukan sekadar program tambahan, melainkan bagian dari pelayanan dasar kepada masyarakat.

 

Ketika perbaikan darurat harus bergantung pada sumbangan dan infak masyarakat, publik tentu wajar bertanya: apakah ruas jalan ini belum masuk prioritas pembangunan? Ataukah ada kendala administratif dan anggaran yang belum tersosialisasi kepada masyarakat?

Jika kondisi kerusakan sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa penanganan permanen, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kenyamanan, melainkan keselamatan pengguna jalan.

 

Gotong Royong Jangan Jadi Alasan Pembiaran
Semangat gotong royong patut diapresiasi sebagai nilai luhur yang hidup di tengah masyarakat. Namun, gotong royong tidak boleh dimaknai sebagai pengganti kewajiban negara dalam menyediakan infrastruktur yang layak dan aman.

Aksi yang dilakukan Abdul Wahid Siregar dan warga dapat dipandang sebagai langkah darurat demi mencegah kecelakaan. Tetapi publik berharap upaya ini tidak menjadi preseden bahwa persoalan infrastruktur dapat sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat.

 

Pemerintah diharapkan dapat memberikan penjelasan terbuka mengenai status ruas jalan tersebut serta rencana perbaikan permanen ke depan.

 

Transparansi dan komunikasi yang jelas akan menghindari spekulasi serta menjaga kepercayaan masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya mengonfirmasi pihak terkait untuk mendapatkan tanggapan resmi.

Masyarakat berharap, keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama, dan perbaikan yang dilakukan secara swadaya ini menjadi pengingat bahwa kebutuhan dasar warga tidak boleh menunggu terlalu lama untuk ditangani secara serius dan berkelanjutan.

(M.SN)

Berita Terkait

Uwuratu Dukung Penuh Groundbreaking Blok Masela Menuju Kesejahteraan Tanimbar
Dorong Swasembada Pangan Kadis Pertanian KKT Sebut Harus Kurangi Ketergantungan Impor Beras
Kelompok Tani KWT Makmur Nagari Malalak Selatan Terima Bantuan Bibit Jagung untuk Mendukung Program Nagari Mandiri Pangan 2026
Forkopimda Maluku Tiba di Lermatang: Kawal Proyek Strategis Blok Masela
Wisuda Tahfidz Al-Qur’an Angkatan III TPQ Al Hidayah Malalak Selatan Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru
LMAT Ancam Hentikan Groundbreaking Blok Masela Jika Hak Masyarakat Tak Dipenuhi
SPBU 15.229.022 Lingga Bayu Resmi Beroperasi Kembali, Hadirkan Pelayanan Energi dan Santunan Anak Yatim
Camat Lingga Bayu Bersama Forkopimcam dan Danramil 16/Batang Natal Gotong Royong Timbun Jalan Provinsi Berlubang di Simpang Gambir
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 06:10

Uwuratu Dukung Penuh Groundbreaking Blok Masela Menuju Kesejahteraan Tanimbar

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:06

Dorong Swasembada Pangan Kadis Pertanian KKT Sebut Harus Kurangi Ketergantungan Impor Beras

Rabu, 1 Juli 2026 - 05:00

Kelompok Tani KWT Makmur Nagari Malalak Selatan Terima Bantuan Bibit Jagung untuk Mendukung Program Nagari Mandiri Pangan 2026

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:29

Forkopimda Maluku Tiba di Lermatang: Kawal Proyek Strategis Blok Masela

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:22

Wisuda Tahfidz Al-Qur’an Angkatan III TPQ Al Hidayah Malalak Selatan Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru

Rabu, 24 Juni 2026 - 06:34

SPBU 15.229.022 Lingga Bayu Resmi Beroperasi Kembali, Hadirkan Pelayanan Energi dan Santunan Anak Yatim

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:57

Camat Lingga Bayu Bersama Forkopimcam dan Danramil 16/Batang Natal Gotong Royong Timbun Jalan Provinsi Berlubang di Simpang Gambir

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:12

Dirjen Imigrasi Lantik Kakanwil Imigrasi Jabar dan Kepala Kantor Imigrasi Jakbar, Komitmen Perbaikan Menyeluruh

Berita Terbaru