Meunasah Gampong Jalan Terbakar Sejak 2021 Belum Dibangun, Warga Tetap Gelar Kenduri Ramadhan di Tanah — Di Mana Perhatian Pemerintah Aceh Timur?

- Redaksi

Rabu, 4 Maret 2026 - 21:53

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur, CNN Indonesia.id-
Tradisi khanduri 15 Ramadhan yang telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Aceh tetap dilaksanakan oleh warga Gampong Jalan, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur, pada Rabu (4/3/2026).

Namun pelaksanaan tradisi berbuka puasa bersama tersebut berlangsung dalam kondisi sederhana. Puluhan warga terlihat duduk di tanah dengan alas tikar seadanya saat menunggu waktu berbuka puasa bersama.

Kondisi ini terjadi karena meunasah Gampong Jalan yang menjadi pusat kegiatan ibadah dan sosial masyarakat terbakar pada tahun 2021 dan hingga kini belum dibangun kembali.

Saat ini masyarakat hanya memiliki sebuah balai kecil berukuran sekitar 5 x 6 meter yang digunakan untuk berbagai kegiatan desa. Bangunan tersebut tidak mampu menampung masyarakat ketika kegiatan besar seperti kenduri Ramadhan dilaksanakan.

Akibatnya, kegiatan berbuka puasa bersama dalam tradisi khanduri harus dilakukan di halaman sekitar balai dengan masyarakat duduk berjajar di atas tikar yang dibentangkan di tanah.

Tradisi khanduri 15 Ramadhan sendiri merupakan kebiasaan turun-temurun masyarakat Aceh sebagai bentuk syukur atas pertengahan bulan suci Ramadhan sekaligus mempererat kebersamaan warga gampong.

Dalam pelaksanaannya, setiap keluarga membawa makanan dari rumah masing-masing untuk dikumpulkan dan kemudian dinikmati bersama saat berbuka puasa.

Di Gampong Jalan, masyarakat biasanya membawa nasi dalam bungkusan dengan jumlah yang berbeda-beda, sesuai kemampuan keluarga. Ada warga yang membawa 10 bungkus nasi, sebagian 15 bungkus, bahkan ada yang 8 bungkus.

Baca Juga:  Ketua TP PKK Langkat Dorong Khitanan Massal Demi Kesehatan dan Kewajiban Islami

Seluruh bungkusan nasi tersebut kemudian dikumpulkan terlebih dahulu di lokasi kegiatan, lalu menjelang waktu berbuka dibagikan kembali secara acak kepada masyarakat yang hadir.

Imam Gampong Jalan, Samsul Bahri (TGK Imum), mengatakan bahwa masyarakat tetap mempertahankan tradisi khanduri Ramadhan meskipun fasilitas desa sangat terbatas sejak meunasah terbakar.

“Khanduri 15 Ramadhan ini sudah menjadi tradisi turun-temurun di Aceh. Walaupun kondisi kami terbatas sejak meunasah terbakar, masyarakat tetap berusaha menjaga kebersamaan melalui kegiatan ini,” ujar Samsul Bahri.

Ia menjelaskan bahwa selama ini masyarakat hanya mengandalkan balai kecil yang ada untuk kegiatan desa.

“Balai yang ada sekarang ukurannya sekitar lima kali enam meter. Kalau kegiatan seperti ini tentu tidak cukup menampung masyarakat, sehingga warga harus duduk di luar dengan tikar seadanya,” jelasnya.

Meski berada dalam kondisi serba terbatas, semangat kebersamaan masyarakat tetap terlihat kuat. Warga dari berbagai dusun datang membawa makanan dari rumah masing-masing, duduk bersama di atas tikar, dan menunggu waktu berbuka puasa dengan penuh kekeluargaan.

Di tengah meunasah yang telah lama terbakar, masyarakat tetap menjaga tradisi dan kebersamaan. Namun bagi warga Gampong Jalan, harapan agar meunasah kembali berdiri masih menjadi penantian yang belum terjawab hingga hari ini.

Rasyidin

Berita Terkait

Forkopimcam Lingga Bayu Tinjau Langsung Lokasi Cafe Joring, Pastikan Pengosongan Tempat yang Diduga Jadi Lokalisasi Penyakit Masyarakat
Kondisi Puskesmas Saumlaki Parah, Polres Tanimbar Pasang Police Line
Hujan Deras Guyur Kawasan Pasar Tugumulyo, Warga Sambut Baik Setelah Dua Pekan dilanda Ekstrem
Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja dan Hilangkan Budaya Kerja Lama yang Tidak Patut
Irigasi Banda Guci Nagar Guguak Resmi Selesai Dan Diserahterimakan
Dikebut Habis! Pengecoran Kaki Tiang Jembatan Gantung Sipisang–Sipinang Hampir Selesai
Forkopimcam Lingga Bayu Sambut Hangat Kepulangan Jemaah Haji 2026 di Simpang Gambir
Pokir Bunda Endarmy Hidupkan Jiwa Wirausaha Anak Muda Kayutanam, Bimtek Enterpreneur Angkatan II di Fave Hotel Padang
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 02:11

Forkopimcam Lingga Bayu Tinjau Langsung Lokasi Cafe Joring, Pastikan Pengosongan Tempat yang Diduga Jadi Lokalisasi Penyakit Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:10

Kondisi Puskesmas Saumlaki Parah, Polres Tanimbar Pasang Police Line

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:06

Hujan Deras Guyur Kawasan Pasar Tugumulyo, Warga Sambut Baik Setelah Dua Pekan dilanda Ekstrem

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:34

Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja dan Hilangkan Budaya Kerja Lama yang Tidak Patut

Rabu, 10 Juni 2026 - 01:40

Irigasi Banda Guci Nagar Guguak Resmi Selesai Dan Diserahterimakan

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:27

Forkopimcam Lingga Bayu Sambut Hangat Kepulangan Jemaah Haji 2026 di Simpang Gambir

Selasa, 9 Juni 2026 - 00:45

Pokir Bunda Endarmy Hidupkan Jiwa Wirausaha Anak Muda Kayutanam, Bimtek Enterpreneur Angkatan II di Fave Hotel Padang

Selasa, 9 Juni 2026 - 00:09

Bunda Endarmy Usulkan Pelaksanaan di Stadion Sikabu Untuk Kenalkan Padang Pariaman

Berita Terbaru