Tokoh Muda Selaru Angkat Bicara Soal Hilirisasi Petrokimia dan Shorebase di Pulau Selaru

- Redaksi

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanimbar, Maluku, CNN Indonesia.id-
Dalam rangka rencana pengembangan kawasan hilirisasi petrokimia dan shorebase di Pulau Selaru dinilai sebagai peluang strategis yang dapat mendorong transformasi ekonomi Kabupaten Kepulauan Tanimbar sekaligus memperkuat dukungan terhadap operasional proyek strategis nasional (PSN) Blok Masela.

Kendati demikian, pembangunan itu harus dilaksanakan secara terukur dengan mengedepankan prinsip keadilan, keberlanjutan, dan kepastian hukum.

‎Praktisi hukum, akademisi, dan tokoh muda Selaru, Cartes Asbit Rangotwat, SH., MH, kepada media ini menegaskan bahwa masuknya investasi berskala besar di Pulau Selaru harus menjadi momentum bagi masyarakat lokal untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia agar mampu berpartisipasi aktif dan menjadi pelaku utama pembangunan di wilayahnya sendiri.

‎Menurutnya, keberhasilan pembangunan kawasan petrokimia dan shorebase tidak hanya diukur dari besarnya nilai investasi yang masuk, tetapi juga dari sejauh mana manfaat ekonomi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Oleh karena itu, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan perlu memastikan perlindungan hak-hak masyarakat adat, transparansi dalam pengelolaan investasi, kepatuhan terhadap regulasi lingkungan hidup, serta penciptaan peluang kerja yang berpihak kepada putra-putri daerah.

‎“Pembangunan industri tidak hanya berbicara tentang investasi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana hukum menjadi instrumen yang menjamin pemerataan manfaat, perlindungan masyarakat, dan keberlanjutan pembangunan bagi generasi mendatang,” ujar Rangotwat.

‎Hal tersebut, sejalan dengan pemikiran ekonom pembangunan Indonesia, *Mubyarto* , yang menekankan bahwa pembangunan harus berorientasi pada kesejahteraan rakyat dan memberikan ruang bagi masyarakat lokal untuk menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar objek.

Baca Juga:  Surau Tahfidz Mushalla Firdaus Jalikur Patanangan gelar Pawai Obor, Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H

Dalam perspektif ekonomi kerakyatan, investasi yang masuk ke daerah harus mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat secara berkelanjutan.

Dalam konteks Pulau Selaru, kehadiran industri petrokimia dan shorebase membutuhkan kepastian regulasi yang kuat agar investasi dapat berjalan secara sehat, memberikan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat, serta mencegah potensi konflik sosial maupun sengketa pemanfaatan sumber daya alam.

‎Ia menambahkan, posisi geografis Pulau Selaru yang strategis di wilayah selatan Maluku menjadikannya berpotensi sebagai gerbang ekonomi baru sekaligus pusat layanan pendukung industri migas dan petrokimia di kawasan timur Indonesia.

Karena itu, pengembangan shorebase dan industri hilirisasi harus berjalan seiring dengan penguatan kapasitas SDM lokal, kepastian hukum investasi, perlindungan lingkungan hidup, serta kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.

‎“Pulau Selaru memiliki posisi strategis sebagai gerbang ekonomi baru di selatan Maluku. Karena itu, pengembangan petrokimia dan shorebase harus disertai dengan penguatan SDM lokal, kepastian hukum investasi, perlindungan lingkungan, dan keberpihakan kepada masyarakat sebagai pemilik masa depan daerah ini,” tegasnya.

Kehadiran kawasan hilirisasi petrokimia dan shorebase diharapkan tidak hanya mendukung keberhasilan Proyek Blok Masela dan agenda hilirisasi energi nasional, tetapi juga menjadi instrumen percepatan pembangunan yang menghadirkan kesejahteraan, keadilan, dan kemajuan berkelanjutan bagi masyarakat Kepulauan Tanimbar.
‎(Mas).

Berita Terkait

Bunda Endarmy Sosialisasikan Perda Pariwisata Halal Sumbar No. 1 Tahun 2020 di 2×11 Kayutanam, Ratusan Warga Padati Tenda Kegiatan
Kades Tumbur Apresiasi Kunjungan Ketua TP.PKK Provinsi Maluku
Forkopimcam Lingga Bayu Tinjau Langsung Lokasi Cafe Joring, Pastikan Pengosongan Tempat yang Diduga Jadi Lokalisasi Penyakit Masyarakat
Kondisi Puskesmas Saumlaki Parah, Polres Tanimbar Pasang Police Line
Hujan Deras Guyur Kawasan Pasar Tugumulyo, Warga Sambut Baik Setelah Dua Pekan dilanda Ekstrem
Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja dan Hilangkan Budaya Kerja Lama yang Tidak Patut
Irigasi Banda Guci Nagar Guguak Resmi Selesai Dan Diserahterimakan
Dikebut Habis! Pengecoran Kaki Tiang Jembatan Gantung Sipisang–Sipinang Hampir Selesai
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:29

Bunda Endarmy Sosialisasikan Perda Pariwisata Halal Sumbar No. 1 Tahun 2020 di 2×11 Kayutanam, Ratusan Warga Padati Tenda Kegiatan

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:18

Tokoh Muda Selaru Angkat Bicara Soal Hilirisasi Petrokimia dan Shorebase di Pulau Selaru

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:09

Kades Tumbur Apresiasi Kunjungan Ketua TP.PKK Provinsi Maluku

Kamis, 11 Juni 2026 - 02:11

Forkopimcam Lingga Bayu Tinjau Langsung Lokasi Cafe Joring, Pastikan Pengosongan Tempat yang Diduga Jadi Lokalisasi Penyakit Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:10

Kondisi Puskesmas Saumlaki Parah, Polres Tanimbar Pasang Police Line

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:34

Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja dan Hilangkan Budaya Kerja Lama yang Tidak Patut

Rabu, 10 Juni 2026 - 01:40

Irigasi Banda Guci Nagar Guguak Resmi Selesai Dan Diserahterimakan

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:45

Dikebut Habis! Pengecoran Kaki Tiang Jembatan Gantung Sipisang–Sipinang Hampir Selesai

Berita Terbaru