Festival Seni Nagari Tabek Panjang – Limo Art Show Disambut Antusias Warga, Kepala Dinas Pendidikan Agam Hadir, Tamu Malaysia Ikut Meriahkan

BASO, AGAM, CNN INDONESIA.ID — Alek Nagari ke-5 yang dirangkaikan dengan Festival Seni Nagari Tabek Panjang – Limo Art Show berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Agam, Andri, ST., MT., serta rombongan tamu dari Malaysia.

Kehadiran rombongan dari Malaysia menjadi salah satu daya tarik tersendiri dalam pelaksanaan festival. Sebanyak 43 orang datang untuk menyaksikan secara langsung rangkaian kegiatan seni, adat dan budaya yang ditampilkan masyarakat Nagari Tabek Panjang.

Rombongan terlihat mengenakan selempang resmi bertuliskan “FESTIVAL TABEK PANJANG ARTSHOW”. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa kekayaan seni dan budaya lokal mampu menjadi jembatan silaturahmi serta mempererat hubungan kebudayaan antara Indonesia dan Malaysia.

Salah seorang tamu, Haji Sukri, bersama istrinya Hajah Zainur, mengaku kagum melihat masyarakat Nagari Tabek Panjang yang masih mempertahankan adat dan tradisi secara turun-temurun.

Menurutnya, salah satu tradisi yang menarik perhatian adalah penggunaan tengkuluk, yang dinilai sebagai bagian penting dari identitas budaya masyarakat Minangkabau.

“Ada yang sampai dijaga adatnya sampai dua ratus tahun. Tengkuluk ya, Tengkuluk, dia dijaga itu satu yang bagus, jangan sampai hilang,” ujar Haji Sukri saat ditemui di lokasi festival.

Ia menilai pelestarian adat seperti yang dilakukan masyarakat Tabek Panjang merupakan hal positif yang harus terus dipertahankan, khususnya agar generasi muda tidak kehilangan jati diri budaya daerah.

Perwakilan rombongan Malaysia lainnya juga mengungkapkan kekagumannya terhadap Festival Tabek Panjang. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk persatuan kebudayaan yang menghadirkan beragam tradisi, seni dan pertunjukan dalam satu rangkaian kegiatan.

“Seramai 43 orang daripada Malaysia dibawa untuk satu festival yang bagi saya satu persatuan kebudayaan yang kuat. Dengan berbagai-bagai budaya, berbagai-bagai acara ini begitu hebat,” ungkapnya.

Menurutnya, kunjungan tersebut memberikan pengalaman berharga karena mereka dapat melihat secara langsung berbagai tahapan kehidupan dan tradisi masyarakat Minangkabau.

“Kita tak sangka datang melawat di Indonesia ini, di sini diberi peluang melihat semua perkara ini. Budaya-budaya mulai dari lahir, menikah, sampai punya cucu,” ujarnya.

Baca Juga:  Pelantikan Pengurus DEMA STAI Al-Azhar Pekanbaru Periode 2026/2027 Resmi Digelar

Selain seni dan adat, rombongan Malaysia juga menikmati berbagai kuliner tradisional yang disajikan dalam kegiatan tersebut.
“Masakan-masakan tradisional kita rasa sikit-sikit tadi,” katanya.

Haji Sukri berharap hubungan silaturahmi dan pertukaran budaya antara masyarakat Malaysia dengan masyarakat Nagari Tabek Panjang dapat terus berlanjut. Ia bahkan menyampaikan keinginan untuk kembali berkunjung dengan membawa rombongan yang lebih besar.

“Insya Allah kita akan datang lagi,” kata Haji Sukri.
Libatkan Unsur Pendidikan dan Masyarakat
Berdasarkan data panitia, Alek Nagari ke-5 melibatkan berbagai unsur pendidikan dan masyarakat. Peserta dari unsur pendidikan antara lain TK Ikan Sakti, TK Permata Bunda, TK Baso, TK IT Sakola Alam-Qu, SLB Baso, SDN 08 Tabek Panjang, SDN 20 Tabek Panjang, SDN 17 Sungai Janiah, SDN 01 Baringin Anam, serta SMAN 1 Baso.

Keterlibatan pelajar dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mengenalkan seni dan budaya daerah sejak usia dini. Melalui festival, generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam melestarikan berbagai tradisi yang menjadi identitas masyarakat.

Sementara itu, rangkaian Pawai Adat menampilkan sejumlah tradisi yang hidup di tengah masyarakat, di antaranya Pawai Adat Salingka Jorong Tabek Panjang, Pawai Manjapuik Minantu, Pawai Adat Mancari Ayam Hilang (MANCIMILANG), Pawai Adat Maanta Bubua, serta Pawai Maanta Anak.

Tidak hanya itu, kemeriahan festival juga diramaikan oleh Majelis Ta’lim Masjid Jami’ Baiturrahman Tabek Panjang, Majelis Ta’lim Nurul Huda Tabek Panjang, Kontingen Ikan Sakti, Paguyuban Jawa Jorong Baso, dan Keluarga Pedagang Bakso Nusantara.

Festival Seni Nagari Tabek Panjang – Limo Art Show pada akhirnya tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan, menjaga dan meneruskan kekayaan adat serta seni budaya kepada generasi berikutnya.

Kehadiran rombongan dari Malaysia semakin memperkuat pesan bahwa kebudayaan dapat menjadi sarana mempererat persaudaraan lintas daerah dan negara. Tradisi yang dirawat masyarakat hari ini diharapkan tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.

Kontributor: Zahran Shafrianto beserta Tim Jurnalistik (SIMBA)

Related Post

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments