Jalan Menuju Polres Padang Pariaman Amblas, Sudah 1 Tahun  Dibiarkan, VP Parliament Watch Indonesia Angkat Bicara

Parit Malintang, Padang Pariaman, CNN INDONESIA.ID– Janji tinggal janji. Jalan utama menuju Polres Padang Pariaman di kawasan Parit Malintang yang amblas dan nyaris putus akibat longsor pada Sabtu, 22 November 2025 lalu, hingga hari ini 17 September 2026 masih dibiarkan menganga. Padahal jalan itu adalah urat nadi vital menuju pusat pemerintahan dan beberapa kantor dinas.

Kondisi ini membuat Muslim Syamsudin, Vice President DPP Parliament Watch Indonesia yang juga tokoh masyarakat Enam Lingkung dan Ketua Forum Anak Nagari Anam Lingkung, angkat bicara dengan nada kecewa.

Jalan utama vital menuju Polres Padang Pariaman dan komplek perkantoran Bupati di Parit Malintang amblas total. Separuh badan jalan longsor ke jurang, hanya disekat barrier oranye. Nyaris putus, berbahaya, dan mengganggu akses pelayanan publik.

Di kawasan Parit Malintang, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Tepatnya di jalur utama yang setiap hari dilalui pejabat, polisi, dan masyarakat yang mengurus administrasi ke pusat pemerintahan.

Longsor terjadi pada Sabtu, 22 November 2025. Saat bencana melanda, Bupati Padang Pariaman turun langsung ke lokasi. Namun hingga 17 September 2026 (hampir 10 bulan) jalan tersebut masih dibiarkan tanpa perbaikan permanen.

Muslim Syamsudin, selaku masyarakat Enam Lingkung, Ketua Forum Anak Nagari Anam Lingkung, sekaligus Vice President DPP Parliament Watch Indonesia. Ia mewakili suara masyarakat yang resah.

Baca Juga:  Kelompok Persatuan Amal Kematian Simpang Sari Kec. Lawang Wetan Butuh Wakaf Tenda

Menurut Muslim, saat kejadian Bupati di hadapan masyarakat langsung menelpon *Kepala BNPB Pusat* dan bermohon agar jalan ini segera dibantu perbaikan karena statusnya jalan vital.

Namun yang menyayat hati:
“Sudah hampir satu tahun berlalu, bahkan tidak sedikit bantuan dana dari pusat yang diserahkan ke Pemkab Padang Pariaman. Tapi jalan ini tetap diabaikan,” tegas Muslim.

Masyarakat pun bertanya-tanya: Apakah ambruknya jalan ini tidak termasuk kategori bencana? Kalau iya, kenapa tak ada anggaran untuk membangun kembali? Lalu dana tanggap darurat bencana digunakan untuk apa saja?

Jalan masih menganga, retakan melebar, sampah mulai menumpuk di bekas longsor. Pengendara harus ekstra hati-hati. Tidak ada alat berat, tidak ada tanda perbaikan. Hanya barrier plastik.

PERNYATAAN TEGAS:

“Kami dari rekan media mengajak Pemda Kabupaten Padang Pariaman untuk membuka mata dan telinga, jangan pilih kasih. Ingat bapak adalah Bupati Padang Pariaman bukan pimpinan satu kelompok apalagi utusan orang tertentu,” tutup Muslim Syamsudin dengan tegas.

Publik kini menunggu jawaban terbuka dari Pemkab Padang Pariaman: Ke mana larinya dana tanggap darurat bencana? Dan kapan jalan vital ini benar-benar diperbaiki, bukan hanya janji di lokasi bencana?(Jhrm)

Related Post

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments