PADANG, CNN INDONESIA.ID – Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bukan sekadar soal memberikan obat. Tantangan sebenarnya adalah memastikan seseorang memahami manfaatnya, berani mengambil keputusan, konsisten menjalani terapi, hingga menyelesaikannya.
Berangkat dari tantangan tersebut, Dokter Muda Stase Ilmu Kesehatan Masyarakat–Kedokteran Komunitas (IKM-KK) Fakultas Kedokteran Universitas Andalas bersama UPTD Puskesmas Lubuk Begalung meluncurkan GASPOL-TPT (Gerakan Aksi Sadar Pencegahan dan Optimalisasi Lindungi Keluarga dengan Terapi Pencegahan Tuberkulosis) di Kawana Hotel Padang, Selasa (29/9/2026).
Program ini hadir di tengah masih adanya kesenjangan capaian TPT. Dari 120 sasaran kontak serumah pada 2025, target pemberian TPT mencapai 86 orang, namun baru 38 sasaran atau 43,98 persen yang tercatat mendapatkan TPT.
GASPOL-TPT menawarkan pendekatan melalui lima tahapan, yaitu Understand, Decide, Commit, Continue, dan Complete. Konsep ini mengawal perjalanan TPT mulai dari memahami pentingnya terapi, mengambil keputusan, membangun komitmen, menjaga keberlanjutan, hingga memastikan terapi selesai.

dr. Dessy Mizarti, Sp.P(K), FISR, yang memberikan edukasi dalam kegiatan tersebut, menekankan pentingnya pemahaman masyarakat, terutama bagi kontak serumah pasien TB. “Keberhasilan pencegahan TB tidak cukup hanya dengan memberikan obat. Kita perlu memastikan masyarakat memahami mengapa TPT diperlukan, siapa yang perlu mendapatkannya, dan bagaimana menjalaninya sampai selesai,” ujarnya. Menurut dr.
Dessy, seseorang yang merasa sehat belum tentu bebas dari infeksi TB. Karena itu, kontak serumah tetap perlu menjalani penilaian oleh tenaga kesehatan untuk menentukan langkah selanjutnya.
Sebanyak 65 peserta mengikuti kegiatan yang terdiri dari sasaran TPT, keluarga dan kontak serumah pasien TB, kader, tenaga kesehatan, serta unsur lintas sektor. Selain edukasi, kegiatan juga diisi dengan diskusi, kuis, post-test, serta peluncuran GASPOL-TPT Education Kit yang terdiri atas leaflet, poster, video edukasi, TB Prevention Journey Book, SOP Pemberian TPT, TPT Calendar, Commitment Card, dan Supervisor Sheet.
Perangkat tersebut dirancang untuk membantu sasaran, keluarga, kader, dan tenaga kesehatan menjaga komunikasi serta pemantauan selama perjalanan terapi.
Melalui GASPOL-TPT, pencegahan TB diharapkan tidak berhenti pada “obat sudah diberikan”, tetapi berlanjut hingga satu tujuan akhir: terapi selesai dan tercatat dengan baik.
(Red)

