Nagari Malalak Selatan Gelar Musna Khusus, Perkuat Komitmen Pencegahan dan Penurunan Stunting

MALALAK SELATAN, AGAM, CNN INDONESIA.ID — Dalam rangka memaksimalkan upaya pencegahan dan menurunkan angka stunting pada anak, Pemerintah Nagari Malalak Selatan, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, menggelar Musyawarah Nagari (Musna) Khusus yang melibatkan kader posyandu, para kader terkait, serta sejumlah warga yang memiliki anak balita.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah nagari, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat dalam mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Camat Malalak, Novia Susandra, SE., MM., yang baru saja dilantik oleh Bupati Agam, Ir. H. Benny Warlis. Kehadiran camat yang baru dilantik tersebut menunjukkan komitmen pemerintah kecamatan untuk segera turun ke lapangan dan melihat langsung berbagai program prioritas yang dilaksanakan di nagari.

Dalam kegiatan itu, Camat Malalak turut didampingi oleh Pengurus TP-PKK, Emelia Febriani, SE., M.Si., Babinsa Malalak, Serma H. Zainil A., serta Kepala Puskesmas Kecamatan Malalak, Ns. Zulhelma Yetti, S.Kep., yang hadir sebagai narasumber untuk memberikan penjelasan terkait upaya pencegahan dan penanganan stunting.

Turut hadir pula pendamping desa dan pendamping lokal desa Kecamatan Malalak yang berperan dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan nagari, termasuk program yang berkaitan dengan peningkatan kesehatan masyarakat dan tumbuh kembang anak.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Pemerintah Nagari Malalak Selatan tersebut berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat yang memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan program pencegahan stunting.
Wali Nagari Malalak Selatan, Amir Koto, B.Sc., bersama jajaran pemerintah nagari, berharap seluruh kader posyandu, kader terkait, serta para orang tua yang memiliki anak balita dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh hingga selesai.

Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap materi dan arahan yang disampaikan oleh narasumber sangat diperlukan agar program pencegahan dan penanganan stunting dapat dilaksanakan secara tepat, terarah, dan berkesinambungan.

Upaya tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah nagari maupun tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif keluarga dan masyarakat. Para kader diharapkan mampu meneruskan informasi serta edukasi yang diperoleh kepada warga, terutama keluarga yang memiliki bayi dan balita.

Baca Juga:  Kementerian ATR/BPN Catat Ada 99 Ribu Hektare Tanah Telantar, Dirjen PPTR: Kita Akan Tingkatkan Pengawasan dengan Artificial Intelligence

Pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini melalui pemenuhan gizi yang baik, pemantauan pertumbuhan anak secara rutin di posyandu, penerapan pola asuh yang tepat, serta peningkatan pengetahuan orang tua mengenai kesehatan ibu dan anak.

Sementara itu, penanganan anak yang terindikasi mengalami stunting perlu dilakukan berdasarkan pemeriksaan dan pendampingan tenaga kesehatan agar intervensi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak.

Wali Nagari Amir Koto juga menegaskan pentingnya dukungan seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan program tersebut. Dengan kerja sama yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader posyandu, pendamping desa, TP-PKK, dan masyarakat, upaya menurunkan angka stunting di Nagari Malalak Selatan diharapkan dapat berjalan lebih optimal.

Program percepatan penurunan stunting juga menjadi salah satu perhatian pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dan mempersiapkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, serta memiliki daya saing.

Karena itu, pelaksanaan Musyawarah Nagari Khusus ini diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan menghasilkan langkah-langkah nyata yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Nagari Malalak Selatan mengajak seluruh unsur terkait untuk terus memperkuat kolaborasi, meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan ibu dan anak, serta memastikan setiap program pencegahan dan penanganan stunting dilaksanakan secara terukur dan tepat sasaran.

Dengan komitmen dan kerja sama bersama, diharapkan angka stunting di Nagari Malalak Selatan dapat terus ditekan sehingga seluruh anak memperoleh kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

“Mari kita bekerja sama dan berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat untuk mencegah dan menurunkan angka stunting, khususnya di Nagari Malalak Selatan. Semoga upaya yang kita lakukan memberikan manfaat nyata bagi kesehatan anak-anak dan masa depan generasi penerus bangsa. Aamiin,” demikian harapan Pemerintah Nagari Malalak Selatan.

(Ak)

Related Post

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments