Aceh Utara, CNN Indonesia.id-
Sosok pemuda intelektual Aceh dengan rekam jejak pendidikan internasional, Muhammad Adam, resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Forum Alumni UIN Sultanah Nahrasyiah Lhokseumawe dalam Musyawarah Besar Alumni yang digelar di kampus tersebut, Senin (9/3/2026).
Penetapan tersebut berlangsung dalam forum musyawarah alumni yang dirangkaikan dengan kegiatan buka puasa bersama di Aula Biro Direktorat UIN Sultanah Nahrasyiah Lhokseumawe. Para alumni dari berbagai angkatan hadir dan secara bulat menyepakati Muhammad Adam sebagai ketua forum alumni.
Musyawarah besar tersebut dipimpin oleh Muhammad Nazar Arsyi selaku pimpinan sidang. Proses sidang berlangsung tertib hingga akhirnya seluruh peserta forum menyatakan persetujuan secara aklamasi terhadap Muhammad Adam untuk memimpin Forum Alumni UIN Sultanah Nahrasyiah.
Dalam sambutannya usai ditetapkan sebagai ketua, Adam menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh para alumni.
“Ini amanah besar dari teman-teman alumni. InsyaAllah kita akan memperkuat kebersamaan dan mempererat silaturahmi antar alumni lintas generasi,” ujar Adam.
Menurutnya, jaringan alumni memiliki potensi besar di berbagai bidang profesi yang dapat menjadi kekuatan strategis bagi kemajuan almamater.
“Jika alumni bersatu dan saling mendukung, kita bisa memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan universitas serta masyarakat luas,” tambahnya.
Rekam Jejak Pendidikan Internasional
Muhammad Adam lahir di Aceh Utara pada 1 Oktober 1987. Ia menempuh pendidikan sarjana di IAIN Lhokseumawe pada jurusan Pendidikan Bahasa Inggris sebelum melanjutkan studi magister di Flinders University, Australia, dengan konsentrasi Educational Leadership and Management.
Perjalanan akademiknya menuju Australia dilalui melalui berbagai proses seleksi dan program beasiswa. Selama masa studinya, Adam juga mengikuti program studi singkat di Ohio University yang didukung oleh United States Department of State.
Pengalaman internasional tersebut memperkaya perspektifnya mengenai pendidikan, kepemimpinan, serta pembangunan sumber daya manusia di tingkat global.
Pengalaman Diplomasi dan Kebijakan Publik
Dalam perjalanan karier profesionalnya, Adam juga pernah berkiprah di lingkungan diplomatik. Ia pernah menjabat sebagai Program Manager di Kedutaan Besar Australia di Jakarta dan terlibat dalam berbagai program kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Australia.
Sepulang dari pengalaman internasional tersebut, Adam memilih terlibat dalam pembangunan daerah melalui jalur politik dan kebijakan publik.
Ia aktif di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan menjabat sebagai Wakil Sekretaris DPW PKB Aceh serta Wakil Ketua I DPC PKB Aceh Utara.
Pada Pemilu 2024, Adam juga maju sebagai calon anggota DPR RI dari daerah pemilihan Aceh II dan berhasil memperoleh dukungan puluhan ribu suara dari masyarakat.
Sejak tahun 2019, Adam juga berkiprah sebagai Tenaga Ahli Anggota DPR RI H. Ruslan Daud, yang memberinya pengalaman dalam merancang serta mengawal berbagai kebijakan pembangunan di tingkat nasional.
Aktif di Dunia Literasi
Selain aktif dalam dunia politik dan kebijakan publik, Muhammad Adam juga dikenal sebagai penulis yang kerap menuangkan gagasannya dalam berbagai tulisan dan buku.
Tema yang diangkat dalam tulisannya antara lain terkait perdamaian, kepemudaan, pendidikan global, hingga pengalaman internasional.
Dengan latar belakang pendidikan internasional, pengalaman kerja di lingkungan diplomatik, serta aktivitas dalam dunia politik dan literasi, Muhammad Adam dinilai menjadi salah satu representasi generasi muda Aceh yang mampu bersaing di tingkat global sekaligus kembali berkontribusi bagi daerah asalnya.
Rasyidin
















