Haul ke-45 Tahun Syekh Maksum Gantiang Biaro Dihadiri Anak, Cucu, Keluarga dan Tokoh serta Masyarakat Nagari Panampuang

AGAM, CNN INDONESIA.ID – Bertempat di surau legendaris dan warisan besar Syekh Maksum untuk masyarakat Nagari Panampuang di Gantiang Jorong Surau Lauik, Panampuang Kecamatan IV Angkek Kabupaten Agam, Sumatera Barat Haul ke-45 tahun Syekh Maksum diadakan oleh Anak,Cucu,keluarga dan tokoh serta masyarakat Nagari Panampuang,Minggu (25/10/2026).

Berketepatan pada Ahad,14 Jumadil Awal 1403 Ulama Syekh Maksum meninggal dunia 45 tahun yang lalu di surau beliau.

Surau Syekh Maksum berlokasi di Gantiang Jorong Surau Lauik Kecamatan IV Angkek Canduang dan berjarak lebih kurang 15 km dari Kota Bukittinggi.

Sekilas tentang Syekh Maksum

Beliau adalah ketokohan ulama masa Ir Soekarno saat menjadi anggota konstituante. Dimana keberadaan beliau pada badan ini merupakan perwakilan rakyat yang dipilih melalui Pemilu 1955 untuk menyusun Undang-Undang Dasar (UUD) baru yang bersifat permanen bagi Republik Indonesia, menggantikan Undang-Undang Dasar Sementara 1950 (UUDS 1950).

Semasa hidup beliau Syekh Maksum dikenal sebagai ulama kondang dan orator ulung yang memberikan solusi dalam menghadapi tantangan zaman kepada jamaah.

Ceramah-ceramah yang penuh pendekatan dan romantisme menjadikan ulama ini dicintai jamaahnya.

Peninggalan sejarah dan bukti dakwah beliau telah memunculkan surau-surau yang tidak terlepas ketika berdirinya Pesantren Darussalam Riau, Surau-surau disekitar IV Angkek, seperti Surau Babuai,Surau Tabiang, Surau Bonjo dan penguatan Madrasah Tarbiyah Islamiah di Canduang,Bangkaweh,,IV Angkek,Tilatang Kamang,Lundang, Batu Hampa,Batu Sangkar serta daerah-daerah pengaruh Tarbiyah di Sumatera Barat lainnya.

Semasa dakwah Syekh Maksum berhasil memperkenalkan pentingnya agama dalam keluarga, keistimewaan kalbu, tidak berhenti menemukan ilmu, baik dalam memanfaatkan waktu serta Syekh Maksum juga melaksanakan Tariqat dengan Suluk di Surau yang beliau bangun serta telah menamatkan ratusan Mutarikkis yang menyebar di Indonesia.

Syekh Maksum dalam perjalanan spritualnya telah membawanya ke Tanah Suci Mekah dan menimba ilmu disana serta ada diantara anak beliau yang mengikuti jejak ini.

Untuk mendalami ilmu agama Islam seorang Syekh Maksum berguru dan menimba ilmu kepada Syeikh Sulaiman Arrasuli di Canduang Kabupaten Agam, Syekh Darwis Abdurahman Batu Hampa Kabupaten 50 Kota,Syekh Sasak Kabupaten Pasaman, Syekh Muda Waly Aceh,Syeikh Abdul Ghany Batu Basurek Riau dan menjalin majelis ilmu dengan Buya Mansyur Tilatang Kamang,Buya Ibrahim Lundang serta akhirnya berbesan dengan guru sekalian sahabat beliau Syekh Abdul Ghany Al Kampari karena menikahkan putri beliau Rusyda Maksum dengan Aliaiddin Aidarus Ghani yang dikenal dengan panggilan Buya Alaiddin Athary yang juga pengelola Pondok Pesantren Darussalam Kabun Provinsi Riau yang terkenal itu.

Pada Haul ke-45 tahun Syekh Maksum, Buya Alaiddin Athary berkesempatan hadir den berceramah di kampung halamannya.

Baca Juga:  Kapolri Tekankan Negara Hadir Dampingi Proses Reintegrasi Mantan Anggota JI

Dihadapan jamaah Surau Syekh Maksum, tokoh dan masyarakat Panampuang serta keluarga anak cucu keturunan Syekh Maksum Buya Allaidin menegaskan pentingnya ilmu dengan agama serta kembali mengenang perjuangan tokoh Ulama Syekh Maksum
“Pada Haul ini kita mengingatkan kembali warisan dan ilmu yang ditinggalkan serta melestarikan Surau Syekh Maksum dengan terus meramaikan pengajian dengan jamaah yang banyak.”
Ungkap ulama besar Riau,cucu langsung Syekh Maksum.

Kemudian Buya Allaiddin Athary memimpin pembacaan Surat Yasin yang ditujukan kepada Syekh Maksum dan juga kepada salah satu anak kandung Syekh Maksum, Saifuddin Maksum yang meninggal seminggu sebelumnya.

Haul Syekh Maksum yang dipandu Muhibuddin Maksum Dt Samponono Alam anak kandung Syekh Maksum di Lambah Biaro yang juga tokoh adat Nagari Panampuang dan Mamak kandung Buya Allaiddin Athary mengungkapkan kekuatan moril anak cucu Syech Maksum dalam melestarikan peninggalan orang tua mereka.
“Terima kasih kepada jamaah yang sudah hadir dan diluar perkiraan dengan banyaknya yang hadir serta selama kegiatan bila ada kekurangan kami meminta maaf.” Sambutnya.

Setelah pembacaan Surat Yasin dilanjutkan dengan doa bersama dan Tausiyah oleh Ustad Mukhlis LC jebolan Al Azhar Mesir yang merupakan Anak Nagari Panampuang yang menerima beasiswa dari Pondok Pesantren Darussalam Kabun Provinsi Riau
“Ulama pewaris Nabi
Azikir Al Quran dan menjelaskan kepada mereka dengan Muhammad sebagai penjelas” Dakwah Mubaligh Muda yang juga bagian dari pengajian Surau Syech Maksum

Khidmatnya Haul ke-45 tahun Syekh Maksum tercerminkan ketika kehadiran yang ramai oleh jamaah dari Nagari Panampuang, pertalian silaturahmi murid-murid Syekh Maksum,tokoh dengan masyarakat Panampuang dan anak cucu keturunan ulama besar Sumatera Barat ini.

Kehadiran perangkat nagari yang diwakili Sekretaris Nagari Syahril Malin Nagari dan Ketua KAN Panampuang Inyiak Dt Tangka Kabasaran,
“Surau kebanggaan Nagari dan apa yang telah beliau tinggalkan tentu nagari serta adat salingka (sekitar) harus bisa mempertahankan dengan menguatkan koordinasi dengan pemerintahan nagari.”Tegas Ketua KAN ini dihadapan Niniak Mamak Limo Suku Nan Sapuluah Panampuang.
“Nagari mendukung pelestarian Surau dengan seluruh kegiatan jamaah dan di Pemerintahan Nagari Panampuang telah menetapkan Surau Syek Maksum sebagai surau tujuan ziarah” Tegas Syahril Malin Nagari.

Kehadiran Niniak Mamak Panampuang dan perwakilan 33 ninik manak lainnya di Nagari Panampuang saat Haul Syekh Maksum ke-45 tahun telah memberikan harapan segar dalam pelestarian situs religi Surau Syekh Maksum.

Haul ke-45 tahun Syekh Maksum yang dihadiri para tamu,jamaah dan keluarga telah membawa makna sendiri demi meneruskan majelis ilmu Syekh Maksum.
*UM

Related Post

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments