Kelahiran anak Harimau “Banun Kinantan”, perkuat peran TMSBK Bukittinggi sebagai lembaga konservasi

- Redaksi

Rabu, 30 April 2025 - 11:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bukittinggi, CNN Indonesia.id – Kabar menggembirakan datang dari Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi. Seekor anak Harimau sumatera betina berhasil dilahirkan, dan dirawat dengan baik oleh tim TMSBK. Dalam acara launching yang digelar pada Rabu 30 April 2025, anak Harimau tersebut secara resmi diberi nama Banun Kinantan.

Acara ini turut dihadiri oleh Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis, perwakilan Direktur Eksekutif APEKSI, para wali kota anggota APEKSI tahun 2025, Kepala SKPD di lingkungan Pemko Bukittinggi, serta undangan lainnya.

Perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI yang disampaikan oleh Antonius Febri dari BKSDA Sumatera Barat menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan tersebut.

“Kami dari Kementerian Kehutanan mengucapkan selamat kepada Pak Novi dan tim dari BKSDA yang telah berhasil melakukan pendampingan hingga kelahiran satu individu harimau sumatera di TMSBK, ” ungkap Antonius.

Ia menjelaskan bahwa kelahiran Banun Kinantan menjadi bukti nyata komitmen TMSBK dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga konservasi melalui program pengembangbiakan (breeding).

“Perlu diketahui, anak harimau ini berasal dari induk betina yang juga lahir di sini, sementara induk jantannya merupakan harimau hasil penyelamatan dari kasus konflik dengan manusia di Painan, bernama Bujang Mande, ” jelasnya.

Bujang Mande diselamatkan dalam kondisi cedera parah pada kaki, dan karena tidak memungkinkan untuk dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya, harimau tersebut kemudian dirawat dan dijadikan bagian dari program pengembangbiakan di TMSBK.

“Jika satwa tidak memungkinkan untuk dibius atau dilepas kembali, maka akan diserahkan ke lembaga konservasi seperti TMSBK untuk dirawat dan dikembangbiakkan, ” tambah Antonius.

Baca Juga:  Salah Satu Karyawan Penjual Sate Diringkus, Berani Mencuri HP

Ia menegaskan bahwa kelahiran ini juga menjadi tantangan bagi pengelola TMSBK untuk menyiapkan strategi pengelolaan, jika populasi harimau terus bertambah.

“Tentu ke depan TMSBK perlu menyiapkan langkah-langkah seperti pengaturan daya tampung, tukar-menukar satwa, dan kerja sama antar lembaga, ” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya atas kelahiran anak harimau yang semakin memperkuat peran TMSBK sebagai lembaga konservasi.

“Kita bersyukur dengan bertambahnya koleksi harimau sumatera di TMSBK kita. Anak harimau ini kita beri nama Banun Kinantan, ” ujar Ramlan saat diwawancarai awak media.

Ia mengungkapkan bahwa populasi Harimau Sumatera kini sangat memprihatinkan.

“Harimau sumatera saat ini sangat langka. Di seluruh Sumatera jumlahnya tidak sampai 700 ekor, dan di Sumatera Barat diperkirakan tinggal sekitar 60 ekor saja, ” jelasnya.

Ramlan menyebutkan bahwa TMSBK kini memiliki delapan ekor harimau, tujuh di antaranya milik TMSBK dan satu hasil penyelamatan oleh BKSDA.

“Saya sudah mengirim surat ke BKSDA agar Harimau yang berhasil diselamatkan dan tidak bisa dilepasliarkan lagi bisa dititipkan dan dirawat di TMSBK. Jika bisa berkembang biak di sini, secara genetik hasilnya akan lebih baik, ” paparnya.

Ia menegaskan bahwa keberadaan satwa langka ini bukan hanya untuk wisata, tetapi juga bagian dari tanggung jawab pelestarian.

“Harimau sumatera ini harus kita jaga dan pelihara dengan sebaik mungkin, karena ini kekayaan alam yang sangat berharga dan sudah langka, ” tutupnya.(FJ)

Berita Terkait

Dirjen Imigrasi Lantik Kakanwil Imigrasi Jabar dan Kepala Kantor Imigrasi Jakbar, Komitmen Perbaikan Menyeluruh
Blok Masela: Ibarat Raksasa yang Dibangunkan, Apakah Rakyat Sudah Siap?
Pelepasan dan Perpisahan TK/PAUD Se-Nagari Malalak Selatan Berlangsung Meriah, Dukung Generasi Emas Masa Depan
Digenjot Kejar Target! Proyek Rp950 Juta Irigasi D.I Sicaung Sicincin Jadi Harapan Baru Warga Bebas Banjir Langganan
Progres 75%! Bendungan Irigasi Banda Pisang Korong Padang Lapai Ditarget Rampung Pekan Depan
Tinggal 20 Hari Lagi! Jembatan Gantung Sipisang-Sipinang 80% Rampung, Warga Korong Sipinang Sambut Harapan Baru
Seminar Edukasi Publik, Perkuat Kesadaran Hukum dan Integritas Peradilan, Mahasiswa Hukum UPN Menjadi Generasi Hukum Berintegritas
Bupati Ricky Jauwerissa Berhasil Amankan 13 Kampung Nelayan Merah Putih untuk Tanimbar
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:12

Dirjen Imigrasi Lantik Kakanwil Imigrasi Jabar dan Kepala Kantor Imigrasi Jakbar, Komitmen Perbaikan Menyeluruh

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:33

Blok Masela: Ibarat Raksasa yang Dibangunkan, Apakah Rakyat Sudah Siap?

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:27

Pelepasan dan Perpisahan TK/PAUD Se-Nagari Malalak Selatan Berlangsung Meriah, Dukung Generasi Emas Masa Depan

Senin, 22 Juni 2026 - 14:07

Digenjot Kejar Target! Proyek Rp950 Juta Irigasi D.I Sicaung Sicincin Jadi Harapan Baru Warga Bebas Banjir Langganan

Minggu, 21 Juni 2026 - 04:57

Progres 75%! Bendungan Irigasi Banda Pisang Korong Padang Lapai Ditarget Rampung Pekan Depan

Kamis, 18 Juni 2026 - 03:56

Seminar Edukasi Publik, Perkuat Kesadaran Hukum dan Integritas Peradilan, Mahasiswa Hukum UPN Menjadi Generasi Hukum Berintegritas

Kamis, 18 Juni 2026 - 03:32

Bupati Ricky Jauwerissa Berhasil Amankan 13 Kampung Nelayan Merah Putih untuk Tanimbar

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:09

Korwil XII Dinas Pendidikan Bersama Camat Lingga Bayu Gelar Pawai Akbar Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H

Berita Terbaru