Komitmen “Ganti Untung” Menteri ESDM di Blok Masela Dipertanyakan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanimbar, Maluku, CNN Indonesia.id-
Pemerintah dinilai belum merealisasikan secara penuh komitmen Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, terkait penerapan skema “ganti untung” bagi masyarakat yang lahannya terdampak pembangunan Proyek LNG Abadi Blok Masela. Suratkabar

Komitmen tersebut disampaikan Bahlil saat peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek LNG Abadi Blok Masela pada 16 Juli 2026. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pemerintah tidak lagi menggunakan istilah “ganti rugi”, melainkan “ganti untung”, sebagai bentuk penghargaan terhadap hak masyarakat yang telah mengelola lahan secara turun-temurun.

“Sekalipun tanah yang dipakai adalah kawasan hutan, namun mereka sudah berkebun secara turun-temurun. Karena itu saya mengambil kebijakan agar masyarakat diberikan ganti untung, bukan sekadar ganti rugi. Ini sudah saya laporkan dan minta arahan Bapak Presiden,” ujar Bahlil dalam pidatonya. Tokoh& Masyarakat

Baca Juga:  Satgas TMMD Manfaatkan Waktu Istirahat untuk Berdiskusi dengan Mahasiswa KKN UNP

Bahlil juga mengingatkan pemerintah daerah dan seluruh pihak yang terlibat agar menghormati hak masyarakat adat, termasuk karakteristik kepemilikan tanah ulayat di kawasan timur Indonesia yang berbeda dengan daerah lain.

Namun, hingga kini sejumlah warga Desa Lermatang mengaku masih menunggu kepastian terkait hak kompensasi yang dinilai layak, adil, dan sesuai dengan komitmen yang telah disampaikan pemerintah. Pemerintah

Di lapangan, masih terdapat perbedaan pandangan mengenai mekanisme pemberian kompensasi. Warga menilai penetapan nilai tanam tumbuh yang dilakukan pihak proyek belum mencerminkan nilai tanah ulayat yang telah diwariskan secara turun-temurun. Mereka berpendapat lahan tersebut bukan sekadar kawasan hutan negara, melainkan memiliki nilai historis dan adat yang melekat.
(Mas Agus).

Berita Terkait

Kasat Lantas Polresta Bukittinggi Turut Amankan Jalur Car Free Day HUT Kodam
Satgas TMMD ke-129 Terus Kebut Pengecoran di Simauang Hilia
Satgas TMMD ke-129 Percepat Penyelesaian RTLH Nan Tujuah
Pengerasan Jalan Kelok Kandih Patamuan Dikebut Tahun Ini
BTN dan GARPU NasDem Sumbar Sinergi, Dukung UMKM Lewat Sosialisasi Program Unggulan
Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Kecamatan Lingga Bayu: Respon Tegas Aduan Masyarakat Terkait Kafe Joring
Respon Cepat Forkopimda Atas Keresahan Warga Terkait Dugaan Pelanggaran Norma Agama dan Hukum
Penyelenggaraan infrastruktur jalan Padang Mungka – Padang Jopang Hampir Rampung
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:09

Komitmen “Ganti Untung” Menteri ESDM di Blok Masela Dipertanyakan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:33

Kasat Lantas Polresta Bukittinggi Turut Amankan Jalur Car Free Day HUT Kodam

Minggu, 9 Agustus 2026 - 06:49

Satgas TMMD ke-129 Terus Kebut Pengecoran di Simauang Hilia

Minggu, 9 Agustus 2026 - 06:43

Satgas TMMD ke-129 Percepat Penyelesaian RTLH Nan Tujuah

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:35

Pengerasan Jalan Kelok Kandih Patamuan Dikebut Tahun Ini

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:59

Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Kecamatan Lingga Bayu: Respon Tegas Aduan Masyarakat Terkait Kafe Joring

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:56

Respon Cepat Forkopimda Atas Keresahan Warga Terkait Dugaan Pelanggaran Norma Agama dan Hukum

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:17

Penyelenggaraan infrastruktur jalan Padang Mungka – Padang Jopang Hampir Rampung

Berita Terbaru