Janji Kampanye Bupati Agam Perbaikan Infrastruktur Omong Kosong, Jembatan Penghubung Antara Matua dengan Kecamatan Palupuh Rusak Parah dan Tidak Terperhatikan

- Redaksi

Rabu, 30 Juli 2025 - 01:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, CNN Indonesia.id – Janji kampanye Bupati Agam terkait perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan kembali dipertanyakan publik. Salah satu contohnya adalah kondisi jembatan penghubung antara Matua, dengan wilayah Kecamatan Palupuh yang kini rusak parah dan membahayakan warga.

Jembatan yang menjadi akses vital bagi masyarakat untuk menuju pasar, sekolah, hingga fasilitas kesehatan tersebut terlihat sangat memprihatinkan. Berdasarkan pantauan di lapangan, lantai jembatan yang terbuat dari papan kayu telah banyak yang lapuk, berlubang, bahkan beberapa bagian kayunya telah copot dan dibiarkan begitu saja tanpa perbaikan.

Warga sekitar mengeluhkan bahwa kondisi jembatan tersebut sudah bertahun-tahun rusak, namun tidak pernah mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Beberapa kali laporan telah disampaikan ke pihak nagari maupun kecamatan, namun tidak pernah ada tindak lanjut yang berarti dari Pemkab Agam.

“Ini bukan baru rusak, sudah lama. Waktu kampanye dulu katanya infrastruktur jadi prioritas. Tapi nyatanya jembatan ini saja tidak pernah diperbaiki. Padahal ini urat nadi kami,” ungkap Yusril, salah seorang warga setempat yang ditemui di lokasi, Rabu (30/7).

Baca Juga:  Rapat Penguatan Tusi Adm Kamtib dan KPLP Di Pimpin Kalapas Dompu

Kerusakan jembatan ini bukan hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tapi juga mengancam keselamatan. Ironisnya, di sekitar jembatan tidak ada tanda peringatan atau pengamanan memadai untuk mencegah kecelakaan.

Bupati Agam sebelumnya dalam kampanye Pilkada menjanjikan pembangunan infrastruktur merata hingga ke pelosok nagari. Namun, janji tersebut seolah menjadi angin lalu. Hingga kini, tidak ada tanda-tanda perbaikan atau pembangunan kembali jembatan yang kondisinya semakin mengkhawatirkan itu.

Aktivis muda di wilayah tersebut menyebut bahwa kondisi ini menunjukkan lemahnya komitmen pemerintah terhadap pembangunan desa dan pemerataan infrastruktur. “Kalau ini dibiarkan, sama saja membiarkan masyarakat terisolasi dan terancam. Kami butuh tindakan nyata, bukan hanya janji politik,” tegasnya.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Agam segera membuka mata dan turun langsung ke lapangan untuk melihat kenyataan. Jangan sampai kerusakan ini memakan korban jiwa baru ada tindakan. Warga juga mendesak agar janji perbaikan infrastruktur tidak hanya dijadikan alat politik menjelang pemilu semata.

(*)

Berita Terkait

Blokade Sawit di Desa Teupin Raya Julok Ditahan Sementara, Mediasi Disepakati Hingga 21 April
Wakil Bupati Tapanuli Utara Fasilitasi Dialog dengan Massa unjukrasa terkait pencairan dana supplier MBG
Sinergi Pemerintah Daerah dan Pusat Optimalkan SPAM IKK
Kunker Bupati Tapanuli Utara di Kecamatan Parmonangan, Perkuat Pelayanan dan Pemulihan Pascabencana di Wilayah Terpencil
Warga Aceh Timur Blokade Perkebunan Sawit, Negara Diuji di Lapangan
Idul Fitri1447 H Momentum Memperkuat Iman
Kami Sudah Minta Tolong”: Anak Meninggal, Keluarga Soroti Penanganan di Puskesmas Mesjid Raya Aceh Besar
Diduga Dana Desa Menguap ke Kantong Kades, Warga Kabyarat Swery Kantor Desa
Berita ini 311 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 14:09

Blokade Sawit di Desa Teupin Raya Julok Ditahan Sementara, Mediasi Disepakati Hingga 21 April

Rabu, 15 April 2026 - 13:41

Wakil Bupati Tapanuli Utara Fasilitasi Dialog dengan Massa unjukrasa terkait pencairan dana supplier MBG

Rabu, 15 April 2026 - 03:46

Sinergi Pemerintah Daerah dan Pusat Optimalkan SPAM IKK

Rabu, 15 April 2026 - 03:44

Kunker Bupati Tapanuli Utara di Kecamatan Parmonangan, Perkuat Pelayanan dan Pemulihan Pascabencana di Wilayah Terpencil

Selasa, 14 April 2026 - 07:29

Warga Aceh Timur Blokade Perkebunan Sawit, Negara Diuji di Lapangan

Senin, 13 April 2026 - 07:22

Kami Sudah Minta Tolong”: Anak Meninggal, Keluarga Soroti Penanganan di Puskesmas Mesjid Raya Aceh Besar

Senin, 13 April 2026 - 07:19

Diduga Dana Desa Menguap ke Kantong Kades, Warga Kabyarat Swery Kantor Desa

Senin, 13 April 2026 - 06:24

Pidato Terakhir Ketua AMGPM Tanimbar Selatan, Soroti Perjuangan dan Masa Depan Daerah

Berita Terbaru