Pengabdian tanpa batas. Kata-kata yahg pantas rasanya disematkan kepada Sang Penghulu Muda, Ahad Nasution.

- Redaksi

Senin, 4 Agustus 2025 - 11:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, CNN Indonesia.id – Akibat jembatan penghubung Ke desa Batang Kundur putus, Ahad pun rela menyeberangi arus sungai yang deras, demi menjalankan tugas melangsungkan prosesi akad nikah sepasang calon pengantin (catin) di desa atau kejorongan yang terletak di belahan Kecamatan Dua Koto Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat itu.

Lewat wawancara Senin (4/8), Ahad menceritakan pengalaman nan berkesan itu kepada Humas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman.

Pada hari Sabtu (2/8), dirinya diamanahkan oleh Kepala KUA Kecamatan Dua Koto Fajri Watan, untuk melaksanakan prosesi ijab kabul sepasang catin bernama Agep Purwandi dan Intan Purnama Sari di Jorong Batang Kundur.

Kata Ahad, desa tersebut terletak jauh dari pusat ibukota kecamatan, lebih kurang 27 KM. Untuk menuju ke sana, ia harus pula mengendarai ojek dengan medan yang menantang adrenalin curam dan licin.

Tidak cukup sampai disitu, si Penghulu Muda ini harus menyeberangi sungai. Akan tetapi karena waktu itu hujan deras melanda sehingga mengakibatkan jembatan yang biasa digunakan warga sebagai akses penghubung putus diterjang air sungai, ia pun rela berbasah-basah berenang menyeberangi sungai yang cukup lumayan jaraknya, dibantu oleh warga setempat.

Baca Juga:  Penuh Haru, Menteri AHY Persembahkan Gelar Doktor untuk Almarhumah Ibu Ani Yudhoyono

“Karena catin sudah menunggu, dan ini adalah tugas negara sebagai amanah saya, saya harus tempuh medan yang lumayan rawan ini. Alhamdulillah saya sudah persiapkan sebelumnya seperti baju pengganti, karena sudah mendapatkan informasi dari warga setempat jembatan tidak bisa dilewati”, terang Ahad.

Sesampainya ia di seberang sungai ia melanjutkan perjalanan kembali dengan mengendarai ojek yang sudah menanti dan dipersiapkan oleh warga. Dan sesampainya di Batang Kundur, disambut suka cita oleh Sumarno yang merupakan pucuk adat desa. Dan langsung mendampingi Ahad menuju kediaman si punya hajatan.

Prosesi akad nikah alhamdulillah berjalan lancar kata Ahad melanjutkan cerita. Dan selesai sekitar pukul 11. 30 WIB. Rencananya ia akan pulang, namun menurut keterangan warga dikarenakan cuaca hujan dan arus sungai yang deras, sehingga dikhawatirkan mengancam jiwa, Ahad diminta bermalam di desa tersebut.

“Ini sungguh pengalaman yang berkesan bagi saya. Ini semua saya lakukan dengan tulus dan amanah sebagai abdi negara untuk melayani umat. Berkait-rakit dahulu berenang ketepian, bersakit-sakit dahulu baru senang kemudian”, ucapnya seraya berdoa. (M. Yusuf Ainur Sabri/Syafrial)

Berita Terkait

Blokade Sawit di Desa Teupin Raya Julok Ditahan Sementara, Mediasi Disepakati Hingga 21 April
Wakil Bupati Tapanuli Utara Fasilitasi Dialog dengan Massa unjukrasa terkait pencairan dana supplier MBG
Sinergi Pemerintah Daerah dan Pusat Optimalkan SPAM IKK
Kunker Bupati Tapanuli Utara di Kecamatan Parmonangan, Perkuat Pelayanan dan Pemulihan Pascabencana di Wilayah Terpencil
Warga Aceh Timur Blokade Perkebunan Sawit, Negara Diuji di Lapangan
Idul Fitri1447 H Momentum Memperkuat Iman
Kami Sudah Minta Tolong”: Anak Meninggal, Keluarga Soroti Penanganan di Puskesmas Mesjid Raya Aceh Besar
Diduga Dana Desa Menguap ke Kantong Kades, Warga Kabyarat Swery Kantor Desa
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 14:09

Blokade Sawit di Desa Teupin Raya Julok Ditahan Sementara, Mediasi Disepakati Hingga 21 April

Rabu, 15 April 2026 - 13:41

Wakil Bupati Tapanuli Utara Fasilitasi Dialog dengan Massa unjukrasa terkait pencairan dana supplier MBG

Rabu, 15 April 2026 - 03:46

Sinergi Pemerintah Daerah dan Pusat Optimalkan SPAM IKK

Rabu, 15 April 2026 - 03:44

Kunker Bupati Tapanuli Utara di Kecamatan Parmonangan, Perkuat Pelayanan dan Pemulihan Pascabencana di Wilayah Terpencil

Selasa, 14 April 2026 - 07:29

Warga Aceh Timur Blokade Perkebunan Sawit, Negara Diuji di Lapangan

Senin, 13 April 2026 - 07:22

Kami Sudah Minta Tolong”: Anak Meninggal, Keluarga Soroti Penanganan di Puskesmas Mesjid Raya Aceh Besar

Senin, 13 April 2026 - 07:19

Diduga Dana Desa Menguap ke Kantong Kades, Warga Kabyarat Swery Kantor Desa

Senin, 13 April 2026 - 06:24

Pidato Terakhir Ketua AMGPM Tanimbar Selatan, Soroti Perjuangan dan Masa Depan Daerah

Berita Terbaru