Padang, CNN Indonesia.id – Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman.
“The silent killer”. Penyakit hipertensi sering tidak terdeteksi karena tidak menimbulkan gejala yang khas. Padahal jika dibiarkan, akan timbul gejala yang serius dan mengancam nyawa, seperti serangan jantung, stroke, hingga gagal ginjal.
Lalu, kapan sebaiknya mulai rutin memeriksakan tekanan darah?
Pemeriksaan tekanan darah bisa dimulai sejak usia 18 tahun. Hal ini bisa juga diiringi dengan pemeriksaan lainnya, seperti mengukur tinggi badan, berat badan, lingkar perut, pemeriksaan kolesterol dan gula darah. Hal ini penting untuk pemetaan faktor risiko hipertensi dan seberapa baik gaya hidup yang sudah dijalani.
Gaya hidup tidak sehat, seperti kebiasaan merokok, meminum alkohol, stress yang terus menerus, pola makan tidak sehat, duduk terlalu lama, juga merupakan faktor risiko terjadinya hipertensi. Selain itu, juga penting untuk mengetahui riwayat penyakit keluarga dengan hipertensi.
Pada usia muda, secara fisiologis pembuluh darah masih elastis, sehingga tekanan darah relatif mudah dikendalikan. Sehingga dengan perubahan gaya hidup sesegera mungkin, risiko dan komplikasi hipertensi di kemudian hari sangat berpotensi untuk diturunkan.
Bagaimana langkah tepat untuk menghindari hipertensi sejak dini?
Berikut anjuran untuk pengendalian dan pencegahan hipertensi:
1. Batasi makanan olahan dan tinggi garam.
2. Batasi makanan berlemak jenuh/goreng-gorengan.
3. Konsumsi sayur dan buah, biji-bijian utuh, protein tanpa lemak, dan produk susu tanpa lemak.
4. Olahraga aerobik setidaknya 30 menit setiap hari.
5. Latihan kekuatan otot 2-3 kali per minggu, sertakan latihan fleksibilitas dan keseimbangan.
6. Pertahankan BMI 18,5-24,9 kg/m².
7. Berhenti merokok dan hindari asap rokok.
8. Kelola stress dengan latihan pernapasan dan relaksasi otot.
9. Manajemen waktu yang baik.
10. Cukup tidur 7–8 jam setiap malam.
11. Rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah.
Berdasarkan penelitian, upaya modifikasi gaya hidup menjadi lebih sehat mampu menurunkan kejadian hipertensi dalam jangka waktu 6 bulan. Modifikasi pola makan dan olahraga dapat menurunkan tekanan darah sebesar 14,2/7,4 mmHg pada individu dengan hipertensi.
Sumber:
1. World Health Organization. Hypertension fact sheet. WHO; 2021 [cited 2026 Feb 8]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension
2. Preventing Hypertension (High Blood Pressure): Complete Prevention Guide [Internet]. Preventive Medicine Daily; [cited 2026 Feb 8]. Available from: https://www.preventivemedicinedaily.com/disease-prevention/preventing-hypertension-high-blood-pressure-complete-guide/
3. Kemenkes RI. Pola Hidup Sehat pada Penderita Hipertensi. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan; 20 Mar 2025.
4. Kementerian Kesehatan RI. Cegah Stroke dengan Aktivitas Fisik. 25 Oct 2024
5. Kemenkes RI. CERDIK: Cek kesehatan, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan; 2024
(*)
















