Polemik Bantuan Sapi Presiden di Aceh Timur Berlanjut, Razali Nilai Klarifikasi Disbunnak Belum Tuntas

- Redaksi

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TIMUR, CNN Indonesia.id-
Polemik bantuan sapi dari Presiden Republik Indonesia untuk masyarakat korban banjir di Aceh Timur masih terus bergulir. Aktivis Hak Asasi Manusia sekaligus Tim Investigasi Badan Advokasi Indonesia (BAI) DPP Aceh, Razali alias Nyakli Maop, menilai klarifikasi yang disampaikan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Aceh Timur belum sepenuhnya menjawab pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat.

Bantuan sapi tersebut diketahui diperuntukkan bagi masyarakat terdampak banjir untuk kebutuhan meugang menjelang Ramadhan. Namun menurut Razali, hingga saat ini masyarakat masih mempertanyakan transparansi terkait distribusi bantuan serta mekanisme pengadaan sapi yang digunakan dalam program tersebut.

“Jika anggaran yang digunakan mencapai miliaran rupiah, maka masyarakat berhak mengetahui secara jelas ke mana saja sapi tersebut didistribusikan dan berapa sebenarnya harga pengadaan per ekor yang dibeli pemerintah,” ujar Razali.

Sebelumnya, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Aceh Timur melalui kepala dinasnya telah memberikan klarifikasi bahwa bantuan tersebut bersumber dari pemerintah pusat dengan nilai sekitar Rp7,55 miliar, dengan pengadaan sekitar 398 ekor sapi yang disalurkan kepada masyarakat terdampak banjir di Aceh Timur.

Namun menurut Razali, klarifikasi tersebut dinilai belum menjelaskan secara rinci mengenai distribusi bantuan ke masing-masing kecamatan, serta mekanisme pengadaan sapi oleh pihak penyedia.

Berdasarkan keterangan sejumlah warga yang dihimpun pihaknya, terdapat perbedaan taksiran nilai sapi yang diterima di beberapa desa. Warga memperkirakan nilai sapi bervariasi, mulai dari sekitar Rp7 juta hingga Rp10 juta per ekor.

Baca Juga:  Ikatan Pemuda Pemudi Gulai Bancah Semarakkan HUT RI ke 79 dengan berbagai Aneka Lomba

Meski demikian, masyarakat hingga kini mengaku belum mengetahui secara pasti berapa harga pembelian sapi yang dilakukan oleh pemerintah melalui pihak penyedia, sehingga memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Selain itu, sejumlah warga juga menyampaikan bahwa biaya pengangkutan sapi dari pusat distribusi di Idi menuju desa disebut-sebut turut dibebankan kepada masyarakat, meskipun bantuan tersebut berasal dari anggaran pemerintah pusat.

Menurut Razali, kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat yang terdampak banjir dan berharap bantuan tersebut dapat disalurkan secara transparan.

“Jika semuanya jelas dan transparan, tentu tidak akan ada polemik di masyarakat. Yang diminta masyarakat hanya keterbukaan mengenai penggunaan anggaran dan distribusi bantuan,” katanya.

Ia pun mendesak pemerintah daerah untuk membuka secara transparan data distribusi bantuan sapi ke setiap kecamatan, harga pengadaan per ekor oleh penyedia, serta mekanisme penyaluran hingga ke tingkat desa, agar bantuan yang bersumber dari pemerintah pusat tersebut benar-benar dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu keterbukaan penuh dari pemerintah daerah terkait detail distribusi bantuan sapi tersebut, termasuk jumlah yang disalurkan ke setiap kecamatan, harga pengadaan per ekor oleh penyedia, serta mekanisme penyalurannya hingga ke tingkat desa.

Transparansi dinilai menjadi kunci untuk menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat, sekaligus memastikan bahwa bantuan yang bersumber dari anggaran negara benar-benar sampai kepada warga yang berhak menerimanya

Rasyidin

Berita Terkait

Progres Pembangunan KDMP Nagari Malalak Selatan Capai Hampir 80 Persen, Diharapkan Segera Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Alek Batagak Pangulu Nagari Kamang Hilia 2026, Angkat 43 Pangulu Baru
Direktur IT BPJS Kesehatan Sosialisasikan Prolanis untuk Semua Usia pada Kegiatan Jam Gadang Fun Run
Progres 40 Persen, Irigasi D.I Sicaung Selamatkan Rumah dan Kedai Warga Sicincin dari Banjir Langganan
Babinsa Koramil 16/Batang Natal Amankan Dan Ikuti Rangkaian Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H Di Lingga Bayu
Polres Mandailing Natal Gelar Bakti Kesehatan Dan Donor Darah Gratis, Meriahkan HUT Bhayangkara ke 80
Sambut Hari Bhayangkara Ke-80 Polri dan Masyarakat Bersatu, Polsek Lingga Bayu Bersihkan Masjid AR-Rohman Simpang Dukuh
Wakil Ketua HIKMA Sumut Ucapkan Selamat kepada H. Aswin Parinduri atas Raihan Gelar Magister Hukum Cum Laude
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 04:07

Progres Pembangunan KDMP Nagari Malalak Selatan Capai Hampir 80 Persen, Diharapkan Segera Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:09

Alek Batagak Pangulu Nagari Kamang Hilia 2026, Angkat 43 Pangulu Baru

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:54

Direktur IT BPJS Kesehatan Sosialisasikan Prolanis untuk Semua Usia pada Kegiatan Jam Gadang Fun Run

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:37

Progres 40 Persen, Irigasi D.I Sicaung Selamatkan Rumah dan Kedai Warga Sicincin dari Banjir Langganan

Selasa, 16 Juni 2026 - 00:40

Babinsa Koramil 16/Batang Natal Amankan Dan Ikuti Rangkaian Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H Di Lingga Bayu

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:59

Sambut Hari Bhayangkara Ke-80 Polri dan Masyarakat Bersatu, Polsek Lingga Bayu Bersihkan Masjid AR-Rohman Simpang Dukuh

Minggu, 14 Juni 2026 - 01:41

Wakil Ketua HIKMA Sumut Ucapkan Selamat kepada H. Aswin Parinduri atas Raihan Gelar Magister Hukum Cum Laude

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:29

Bunda Endarmy Sosialisasikan Perda Pariwisata Halal Sumbar No. 1 Tahun 2020 di 2×11 Kayutanam, Ratusan Warga Padati Tenda Kegiatan

Berita Terbaru