Gaji dari Rakyat, Gaya Bak Raja: Aktivis Kritik Pejabat dalam Penanganan Banjir Aceh Timur

- Redaksi

Rabu, 1 April 2026 - 23:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur, CNN Indonesia.id-
Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus Satgasus Investigasi Badan Advokasi Indonesia, Razali atau yang dikenal sebagai Nyakli Maop, melontarkan kritik keras terhadap kinerja pemerintah daerah dan pusat dalam penanganan banjir di Aceh Timur.

Ia menilai, respons pemerintah terhadap ribuan warga terdampak belum mencerminkan pelayanan publik yang berempati, melainkan justru memperlihatkan sikap yang dinilai tidak sensitif terhadap penderitaan masyarakat.

“Bantuan itu hak rakyat—bukan panggung pejabat untuk tampil sebagai pahlawan”.

“Bantuan itu berasal dari uang rakyat. Gaji pejabat juga dibayar oleh rakyat. Jangan bertindak seolah-olah sedang memberi dari harta pribadi,” kata Nyakli dalam keterangannya, Kamis (2/4).

Nyakli menyoroti pola distribusi bantuan logistik yang menurutnya kerap disertai gestur simbolik berlebihan dari pejabat. Ia menilai hal tersebut berpotensi menimbulkan kesan bahwa bantuan merupakan bentuk kemurahan hati individu, bukan kewajiban negara.

“Kalau empati hilang, kekuasaan hanya akan jadi panggung kesombongan.”

Lebih lanjut, ia mengaitkan kondisi tersebut dengan sensitivitas historis masyarakat Aceh yang pernah mengalami konflik panjang. Menurutnya, pemerintah seharusnya memahami bahwa pendekatan yang tidak empatik dapat memicu kekecewaan publik.

Baca Juga:  Akselerasi Pendaftaran 3,2 Juta Hektare Tanah Ulayat, Menteri AHY: Pemerintah Hadir Menjamin dan Melindungi Hak Atas Tanah Masyarakat Hukum Adat

Ia juga menyinggung kebijakan pemerintah pusat yang belum menetapkan status bencana nasional. Menurutnya, keputusan tersebut perlu ditinjau ulang mengingat dampak banjir yang meluas dan memukul sektor ekonomi masyarakat.

“Situasi di lapangan menunjukkan kebutuhan penanganan yang serius. Pemerintah pusat perlu mempertimbangkan langkah yang lebih komprehensif,” ujarnya.

Selain itu, Nyakli turut mengkritik gaya komunikasi sejumlah pejabat daerah saat berada di lokasi pengungsian. Ia menilai, pernyataan yang tidak tepat justru dapat memperburuk kondisi psikologis warga terdampak.

Pemimpin itu hadir untuk menenangkan luka, bukan menambah luka.”

“Pemimpin seharusnya hadir sebagai penenang, bukan menambah beban emosional masyarakat,” kata dia.

Ia pun menegaskan bahwa bantuan sosial merupakan tanggung jawab negara, bukan bentuk kebaikan personal pejabat. Oleh karena itu, ia meminta seluruh pihak menjaga etika publik dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat terdampak.

Redaksi: Pernyataan ini merupakan bagian dari kritik masyarakat sipil terhadap penanganan bencana dan komunikasi publik pemerintah di Aceh.

Rasyidin

Berita Terkait

Kondisi Puskesmas Saumlaki Parah, Polres Tanimbar Pasang Police Line
Hujan Deras Guyur Kawasan Pasar Tugumulyo, Warga Sambut Baik Setelah Dua Pekan dilanda Ekstrem
Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja dan Hilangkan Budaya Kerja Lama yang Tidak Patut
Irigasi Banda Guci Nagar Guguak Resmi Selesai Dan Diserahterimakan
Dikebut Habis! Pengecoran Kaki Tiang Jembatan Gantung Sipisang–Sipinang Hampir Selesai
Forkopimcam Lingga Bayu Sambut Hangat Kepulangan Jemaah Haji 2026 di Simpang Gambir
Pokir Bunda Endarmy Hidupkan Jiwa Wirausaha Anak Muda Kayutanam, Bimtek Enterpreneur Angkatan II di Fave Hotel Padang
Bunda Endarmy Usulkan Pelaksanaan di Stadion Sikabu Untuk Kenalkan Padang Pariaman
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:10

Kondisi Puskesmas Saumlaki Parah, Polres Tanimbar Pasang Police Line

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:06

Hujan Deras Guyur Kawasan Pasar Tugumulyo, Warga Sambut Baik Setelah Dua Pekan dilanda Ekstrem

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:34

Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja dan Hilangkan Budaya Kerja Lama yang Tidak Patut

Rabu, 10 Juni 2026 - 01:40

Irigasi Banda Guci Nagar Guguak Resmi Selesai Dan Diserahterimakan

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:45

Dikebut Habis! Pengecoran Kaki Tiang Jembatan Gantung Sipisang–Sipinang Hampir Selesai

Selasa, 9 Juni 2026 - 00:45

Pokir Bunda Endarmy Hidupkan Jiwa Wirausaha Anak Muda Kayutanam, Bimtek Enterpreneur Angkatan II di Fave Hotel Padang

Selasa, 9 Juni 2026 - 00:09

Bunda Endarmy Usulkan Pelaksanaan di Stadion Sikabu Untuk Kenalkan Padang Pariaman

Senin, 8 Juni 2026 - 11:18

Antisipasi Aksi 3C, Polsek Tanimbar Selatan Intensifkan Patroli Malam Hari

Berita Terbaru