Tanimbar, Maluku, CNN Indonesia.id-
Ketua AMGPM Daerah Tanimbar Selatan periode 2020–2025, Simon Sopakua, S.Pi., MT. menyampaikan pidato terakhirnya dalam Konferda VIII yang berlangsung di Jemaat GPM Damai.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perjalanan kepemimpinan selama lima tahun bukan karena kekuatan manusia, melainkan semata-mata karena kasih karunia Tuhan.
Ia mengajak seluruh kader AMGPM mengenang perjuangan bersama yang dilalui dengan semangat kebersamaan, saling menopang, dan bekerja bersama gereja, pemerintah, serta masyarakat demi kemajuan Tanimbar Selatan.
Memasuki tema pelayanan baru, Mon Sopacua menekankan pentingnya ketekunan dalam melayani di tengah perkembangan era digital. Ia mengingatkan kader AMGPM untuk terus meningkatkan kemampuan dan beradaptasi agar mampu menjawab tantangan zaman.
Dalam pidatonya, ia juga menyoroti pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi pengembangan Blok Masela dan potensi sumber daya alam lainnya. Ia menegaskan bahwa masyarakat Tanimbar harus menjadi tuan di atas tanah sendiri, bukan sekadar penonton atau pembantu di negeri sendiri. Dengan penekanan yang lebih tegas, ia menyatakan.
“Kita harus menjadi tuan di atas tanah kita, bukan babu di atas tanah kita sendiri. Masa depan Tanimbar harus ditentukan oleh anak negeri, bukan oleh orang lain.”
Di akhir sambutan, Sopacua menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung AMGPM serta memohon maaf atas kekurangan selama masa kepemimpinannya. Ia menutup pidato dengan pesan iman dan semangat pelayanan, mengingatkan kader AMGPM untuk terus menjadi garam dan terang dunia.
(AM).
















