Blokade Sawit di Desa Teupin Raya Julok Ditahan Sementara, Mediasi Disepakati Hingga 21 April

Rabu, 15 April 2026 - 14:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur, CNN Indonesia.id-
Konflik agraria di Gampong Teupin Raya, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, memasuki tahap mediasi setelah aksi blokade yang dilakukan masyarakat terhadap aktivitas perkebunan kelapa sawit.

Aksi yang berlangsung pada Senin (13/4/2026) tersebut merupakan bentuk lanjutan dari tuntutan masyarakat yang sebelumnya disampaikan melalui Serikat Petani Aceh Timur (SPAT) Wilayah Basis III kepada tiga perusahaan, yakni PT Beurata Maju, PT Bayu Peuga Sawet, dan PT Tanjung Raya Bendahara.

Masyarakat mempersoalkan kejelasan Hak Guna Usaha (HGU), legalitas perizinan, realisasi plasma, serta kewajiban lingkungan dan sosial perusahaan.

Sehari setelah aksi, pada Selasa (14/4/2026), dilakukan pertemuan antara masyarakat, unsur Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, aparat kepolisian, serta pihak perusahaan di lokasi perkebunan.
Pertemuan tersebut menghasilkan surat pernyataan bersama sebagai langkah awal penyelesaian konflik melalui jalur mediasi.

Daftar Pihak yang Menandatangani
Dalam dokumen pernyataan bersama, sejumlah pihak hadir dan menandatangani kesepakatan, di antaranya:
Perwakilan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur:
Teuku Amran, S.E., M.M. (Kasatpol PP dan WH Aceh Timur)
Perwakilan Kepolisian:
AKP Novrizaldi, S.H. (Kasat Reskrim Polres Aceh Timur)
Iptu Jolly Ronny Mamarimbing, S.H. (Kasat Intelkam Polres Aceh Timur)
Perwakilan Perusahaan:
Mahrizal, S.E. (PT Beurata Maju)
Muhammad Amin (PT Tanjung Raya Bendahara)
M. Nasir (PT Bayu Peuga Sawet)

Dalam pernyataan tersebut, disepakati bahwa:
•Pihak kepolisian bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Timur akan memfasilitasi penyelesaian terhadap tuntutan masyarakat melalui mediasi.
•Pihak perusahaan menjamin tidak akan melakukan pembongkaran atau perusakan terhadap tenda, spanduk, maupun atribut aksi masyarakat di lokasi.
•Jadwal mediasi lanjutan akan dikonfirmasi paling lambat pada 21 April 2026.

Baca Juga:  Serahkan 1.641 Sertipikat Redistribusi Tanah di Kabupaten Majalengka, Wamen Ossy: Komitmen Negara Wujudkan Keadilan dan Kesejahteraan Rakyat

Meski kesepakatan telah dicapai, masyarakat menegaskan bahwa kondisi saat ini bersifat sementara sambil menunggu realisasi hasil mediasi.

Tenda dan alat peraga tetap dipertahankan sebagai bentuk komitmen dan pengawasan terhadap jalannya proses penyelesaian.
Warga juga menyatakan akan kembali melanjutkan aksi apabila kesepakatan yang telah ditandatangani tidak dijalankan sesuai waktu yang ditentukan.

Adapun tuntutan masyarakat tetap mengacu pada delapan poin utama, termasuk kejelasan batas HGU, dokumen perizinan, laporan plasma, dokumen lingkungan, hingga transparansi CSR dan pajak.

Selain itu, masyarakat juga menyampaikan aspirasi lanjutan terkait pengembalian tanah adat dan tanah ulayat, penataan ulang batas wilayah, serta pemulihan fasilitas umum dan sumber air desa.

Proses mediasi yang akan difasilitasi menjadi harapan awal dalam meredakan ketegangan yang sempat meningkat.

Namun, keberhasilan penyelesaian konflik ini sangat bergantung pada komitmen semua pihak dalam menindaklanjuti kesepakatan secara konkret.

Di Teupin Raya, yang ditunggu bukan janji melainkan bukti.
Kesepakatan telah ditandatangani, kini masyarakat menunggu realisasinya di lapangan.
Jika tidak, maka aksi yang sempat ditahan berpotensi kembali berlanjut.

(Tim_Red)

Berita Terkait

Komitmen “Ganti Untung” Menteri ESDM di Blok Masela Dipertanyakan
Kasat Lantas Polresta Bukittinggi Turut Amankan Jalur Car Free Day HUT Kodam
Satgas TMMD ke-129 Terus Kebut Pengecoran di Simauang Hilia
Satgas TMMD ke-129 Percepat Penyelesaian RTLH Nan Tujuah
Pengerasan Jalan Kelok Kandih Patamuan Dikebut Tahun Ini
BTN dan GARPU NasDem Sumbar Sinergi, Dukung UMKM Lewat Sosialisasi Program Unggulan
Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Kecamatan Lingga Bayu: Respon Tegas Aduan Masyarakat Terkait Kafe Joring
Respon Cepat Forkopimda Atas Keresahan Warga Terkait Dugaan Pelanggaran Norma Agama dan Hukum

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:09

Komitmen “Ganti Untung” Menteri ESDM di Blok Masela Dipertanyakan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:33

Kasat Lantas Polresta Bukittinggi Turut Amankan Jalur Car Free Day HUT Kodam

Minggu, 9 Agustus 2026 - 06:49

Satgas TMMD ke-129 Terus Kebut Pengecoran di Simauang Hilia

Minggu, 9 Agustus 2026 - 06:43

Satgas TMMD ke-129 Percepat Penyelesaian RTLH Nan Tujuah

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:35

Pengerasan Jalan Kelok Kandih Patamuan Dikebut Tahun Ini

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:59

Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Kecamatan Lingga Bayu: Respon Tegas Aduan Masyarakat Terkait Kafe Joring

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:56

Respon Cepat Forkopimda Atas Keresahan Warga Terkait Dugaan Pelanggaran Norma Agama dan Hukum

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:17

Penyelenggaraan infrastruktur jalan Padang Mungka – Padang Jopang Hampir Rampung

Berita Terbaru