LMAT Ancam Hentikan Groundbreaking Blok Masela Jika Hak Masyarakat Tak Dipenuhi

- Redaksi

Kamis, 25 Juni 2026 - 05:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanimbar, Maluku, CNN Indonesia.id-
Musyawarah Lembaga Masyarakat Adat Tanimbar (LMAT) Kecamatan Tanimbar Selatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang digelar di Aula Gereja paroki Kota Saumlaki, menghasilkan sikap tegas terkait persoalan tanah adat di Desa Lermatang yang masuk dalam kawasan pengembangan proyek LNG Blok Masela.

Ketua Umum LMAT, Forner Ch. Sanamase, menyatakan bahwa masyarakat adat mendukung penuh pembangunan dan Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela. Namun, dukungan tersebut lalu mengorbankan hak-hak masyarakat adat yang hingga kini masih menjadi persoalan mendasar di wilayah terdampak.

Menurutnya, musyawarah yang dihadiri para pemangku adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, , serta perwakilan desa-desa se- Kecamatan Tanimbar Selatan itu digelar untuk menyatukan sikap dan memperjuangkan hak-hak masyarakat adat yang dinilai semakin terpinggirkan.

“Kami bukan menolak pembangunan. Kami mendukung Proyek Strategis Nasional. Tetapi pemerintah, SKK Migas, dan Inpex juga harus menghormati dan menyelesaikan hak-hak masyarakat adat yang sampai hari ini belum mendapatkan keadilan,” kata Sanamase, Rabu (24/6/2026)

Dalam paparannya, dirinya mengungkapkan bahwa sebagian besar tanah adat di Desa Lermatang kini telah berpindah penguasaan dan tidak lagi berada di tangan masyarakat adat setempat.

Ia menyebut kondisi tersebut menjadi alarm serius bagi keberlangsungan hak ulayat masyarakat Tanimbar, terutama setelah muncul informasi bahwa kawasan sekitar 662 hektare yang menjadi lokasi pengembangan LNG Masela disebut telah berstatus kawasan hutan lindung dan berada dalam penguasaan negara.

Menurutnya, kondisi itu bertentangan dengan semangat Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35 Tahun 2012 yang menegaskan bahwa hutan adat bukan lagi hutan negara, melainkan berada dalam wilayah masyarakat hukum adat.

LMAT Tanimbar mengaku menerima berbagai laporan dari masyarakat terdampak yang menyebut proses persiapan proyek terus berjalan, sementara sejumlah persoalan hak atas atas tanah belum diselesaikan secara tuntas.

Baca Juga:  Komandan Lanal Nabire Hadiri Penandatdnganan NPHD

Sanamase menandaskan,, masyarakat tidak hanya menuntut keterlibatan dalam pembangunan, tetapi juga meminta kepastian terhadap hak-hak yang melekat pada tanah adat yang digunakan untuk kepentingan proyek energi nasional tersebut.

“Masyarakat melaporkan kepada kami bahwa aktivitas persiapan proyek terus berlangsung, tetapi ada hak-hak tanah yang menurut mereka belum diselesaikan. Ini yang harus dijawab secara terbuka oleh pihak terkait,” katanya.

Pernyataan paling keras muncul ketika menyinggung rencana groundbreaking atau peletakan batu pertama proyek LNG Blok Masela yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.

Ia menggarisbawahi, apabila tuntutan masyarakat adat, khususnya warga Desa Lermatang dan desa-desa terdampak lainnya, tidak mendapat respons dari SKK Migas maupun Inpex, maka masyarakat adat akan mempertimbangkan langkah-langkah adat yang lebih tegas.

“Jika tuntutan masyarakat tidak direspons, kami akan melakukan aksi adat. Bahkan bila perlu, kami akan menghentikan seluruh kegiatan di lokasi sampai persoalan masyarakat diselesaikan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut langsung mendapat perhatian peserta musyawarah yang menyatakan dukungan terhadap perjuangan mempertahankan hak-hak masyarakat adat Tanimbar.

Sebagai tindak lanjut hasil musyawarah, LMAT berencana membawa berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat terdampak ke forum resmi pemerintahan pusat melalui rapat dengar pendapat (RDP) DPR RI di Jakarta

Lembaga adat tersebut akan mengajukan permohonan kepada DPR RI serta mendorong pembahasan bersama pihak terkait, termasuk SKK Migas dan Inpex, agar tuntutan masyarakat dapat didengar secara langsung.

“Musyawarah hari ini telah memberikan legitimasi penuh kepada LMAT untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat adat Tanimbar melalui jalur adat, jalur politik, maupun jalur hukum yang tersedia artinya pembangunan harus berjalan, tetapi keadilan bagi masyarakat adat juga wajib ditegakkan,” pungkasnya.
(Mas

Berita Terkait

Wisuda Tahfidz Al-Qur’an Angkatan III TPQ Al Hidayah Malalak Selatan Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru
SPBU 15.229.022 Lingga Bayu Resmi Beroperasi Kembali, Hadirkan Pelayanan Energi dan Santunan Anak Yatim
Camat Lingga Bayu Bersama Forkopimcam dan Danramil 16/Batang Natal Gotong Royong Timbun Jalan Provinsi Berlubang di Simpang Gambir
Dirjen Imigrasi Lantik Kakanwil Imigrasi Jabar dan Kepala Kantor Imigrasi Jakbar, Komitmen Perbaikan Menyeluruh
Blok Masela: Ibarat Raksasa yang Dibangunkan, Apakah Rakyat Sudah Siap?
Pelepasan dan Perpisahan TK/PAUD Se-Nagari Malalak Selatan Berlangsung Meriah, Dukung Generasi Emas Masa Depan
Digenjot Kejar Target! Proyek Rp950 Juta Irigasi D.I Sicaung Sicincin Jadi Harapan Baru Warga Bebas Banjir Langganan
Progres 75%! Bendungan Irigasi Banda Pisang Korong Padang Lapai Ditarget Rampung Pekan Depan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:22

Wisuda Tahfidz Al-Qur’an Angkatan III TPQ Al Hidayah Malalak Selatan Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru

Kamis, 25 Juni 2026 - 05:35

LMAT Ancam Hentikan Groundbreaking Blok Masela Jika Hak Masyarakat Tak Dipenuhi

Rabu, 24 Juni 2026 - 06:34

SPBU 15.229.022 Lingga Bayu Resmi Beroperasi Kembali, Hadirkan Pelayanan Energi dan Santunan Anak Yatim

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:57

Camat Lingga Bayu Bersama Forkopimcam dan Danramil 16/Batang Natal Gotong Royong Timbun Jalan Provinsi Berlubang di Simpang Gambir

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:12

Dirjen Imigrasi Lantik Kakanwil Imigrasi Jabar dan Kepala Kantor Imigrasi Jakbar, Komitmen Perbaikan Menyeluruh

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:27

Pelepasan dan Perpisahan TK/PAUD Se-Nagari Malalak Selatan Berlangsung Meriah, Dukung Generasi Emas Masa Depan

Senin, 22 Juni 2026 - 14:07

Digenjot Kejar Target! Proyek Rp950 Juta Irigasi D.I Sicaung Sicincin Jadi Harapan Baru Warga Bebas Banjir Langganan

Minggu, 21 Juni 2026 - 04:57

Progres 75%! Bendungan Irigasi Banda Pisang Korong Padang Lapai Ditarget Rampung Pekan Depan

Berita Terbaru