MANDAILING NATAL, SUMUT, CNN Indonesia.Id— Kepolisian Sektor (Polsek) Lingga Bayu menggelar kegiatan sholat Subuh berjamaah yang dirangkai dengan tausiyah keagamaan di Mushola Ar-Rasyd, Mapolsek Lingga Bayu, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, Jumat pagi (14/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polsek Lingga Bayu mempererat hubungan silaturahmi dan membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat melalui pendekatan keagamaan dan kemasyarakatan.
Kegiatan dihadiri Kapolsek Lingga Bayu IPTU Ilham P., S.H., M.H., Camat Lingga Bayu Adi Melferi, S.H., M.M., Danpos 16/Batang Natal Peltu M. Arifin Lubis, Ketua MUI Kecamatan Lingga Bayu H. Abdul Azis, serta Ketua MUI Kabupaten Mandailing Natal Muhammad Nasir, Lc. yang sekaligus bertindak sebagai penceramah.
Hadir pula sejumlah tokoh agama, alim ulama, tokoh masyarakat serta unsur masyarakat, Cerdik pandai dari wilayah Kecamatan Lingga Bayu, khususnya Kelurahan Simpang Gambir dan Desa Aek Garingging.
Tausiyah Bahas Keutamaan Sedekah
Dalam tausiyahnya, Muhammad Nasir, Lc. menyampaikan berbagai pesan keagamaan, salah satunya mengenai keutamaan sedekah dalam kehidupan seorang muslim.
Sedekah tidak hanya dipahami sebatas memberikan sebagian harta kepada orang lain, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian sosial, keikhlasan dan upaya membangun hubungan yang baik antar sesama manusia.
Sedekah dapat diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan, anak yatim, fakir miskin maupun kelompok masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. Namun, nilai utama sedekah bukan semata-mata terletak pada jumlah yang diberikan, melainkan pada keikhlasan orang yang mengeluarkannya.
Dalam perspektif Islam, sedekah juga menjadi salah satu bentuk ibadah yang memiliki dimensi sosial sangat kuat. Dengan bersedekah, seseorang diajak untuk tidak hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri, tetapi juga memperhatikan kondisi orang lain di sekitarnya.
Pesan tersebut dinilai relevan dengan kehidupan bermasyarakat karena kepedulian sosial dapat menjadi salah satu kekuatan dalam menciptakan lingkungan yang aman, harmonis dan saling membantu.
Selain sedekah, tausiyah juga mengingatkan jamaah mengenai pentingnya meningkatkan keimanan, memperbanyak amal kebaikan, menjaga silaturahmi, menghormati sesama serta menjadikan masjid dan musala sebagai tempat untuk memperkuat persaudaraan umat.
Kegiatan keagamaan seperti salat Subuh berjamaah juga diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi momentum untuk membangun kebiasaan beribadah sekaligus mempererat hubungan antara masyarakat dengan aparat keamanan.
Kapolsek: Bukan Untuk Pencitraan
Pada penghujung kegiatan, Kapolsek Lingga Bayu IPTU Ilham P., S.H., M.H. menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur pemerintahan, TNI serta masyarakat yang telah hadir.
Kapolsek menegaskan bahwa kegiatan sholat Subuh berjamaah tersebut bukan semata-mata untuk pencitraan, melainkan bagian dari upaya Polsek Lingga Bayu untuk lebih dekat dan membaur dengan masyarakat.
“Kegiatan ini diselenggarakan bukan untuk pencitraan, tetapi kami ingin lebih dekat dan membaur dengan masyarakat,” ujar IPTU Ilham.
Menurutnya, kedekatan antara kepolisian dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.
Polisi, kata dia, tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan hukum atau gangguan keamanan, tetapi juga harus mampu hadir di tengah masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial, keagamaan dan kemasyarakatan.
Kapolsek juga mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat berkelanjutan. Polsek Lingga Bayu bahkan telah merencanakan kegiatan keagamaan lainnya, termasuk kemungkinan pelaksanaan salat Dhuha berjamaah bersama masyarakat.
“Ini bukan hanya sampai di sini saja. Kami juga sudah punya rencana ke depan, bukan sekadar sholat Subuh berjamaah, tetapi kami juga berencana melaksanakan sholat Dhuha berjamaah. Namun, kita lihat dulu bagaimana tanggapan masyarakat,” katanya.
Bangun Sinergitas Polisi, Ulama dan Masyarakat
Kegiatan tersebut juga memperlihatkan pentingnya sinergitas antara kepolisian, pemerintah kecamatan, TNI, ulama dan masyarakat dalam membangun kehidupan sosial yang aman serta harmonis.
Camat Lingga Bayu Adi Melferi, S.H., M.M., Danpos 16/Batang Natal Peltu M. Arifin Lubis, jajaran Polsek Lingga Bayu serta para tokoh agama dan masyarakat terlihat bersama-sama mengikuti rangkaian kegiatan.
Sinergitas lintas unsur tersebut dinilai penting karena persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian dan aparat keamanan, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
Melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara bersama-sama, komunikasi antara aparat dan masyarakat dapat terbangun secara lebih humanis. Ruang dialog juga menjadi lebih terbuka sehingga berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dapat disampaikan dan dicarikan solusi bersama.
Kapolsek Lingga Bayu kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga hubungan antara Polri dengan masyarakat semakin dekat dan terjalin dalam suasana penuh kekeluargaan.
Kegiatan salat Subuh berjamaah dan tausiyah tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama.
Sebelum membubarkan diri seluruh personil Polsek ,camat, Danpos dan seluruh undangan melaksanakan fhoto bersama di depan mushola Ar Rasyid dan kegiatan dinyatakan berjalan aman lancar dan kondusif sampai selesai.
(M.S.N)







