JAKARTA, CNN INDONESIA.ID — Semangat membangun kampung halaman terus digaungkan antara masyarakat Malalak di rantau dan pemerintah kecamatan serta nagari. Hal tersebut terlihat dalam pertemuan pengurus IKMS (Ikatan Keluarga Malalak Sekitarnya) Jakarta bersama Camat Malalak Ulya Satar, S.STP., M.Si. dan para wali nagari se-Kecamatan Malalak.
Pertemuan yang berlangsung di ruang VIP Hotel Balairung, Jakarta, tersebut membahas berbagai langkah konkret dan strategis untuk mendorong pembangunan kampung halaman dengan melibatkan peran aktif para perantau Malalak yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi antara pemerintah di kampung halaman dengan masyarakat rantau, khususnya dalam menyusun program-program yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Malalak.
Dalam pembahasan tersebut, turut menjadi perhatian persiapan menghadapi MTQ Nasional tingkat Kabupaten Agam yang direncanakan berlangsung pada November 2026. Dukungan dari para perantau diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menyukseskan kegiatan tersebut sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat Malalak.
Pengurus IKMS yang hadir antara lain Alfi selaku Ketua IKMS, Rahmad Mulya sebagai Wakil Ketua, serta H. Rudi yang mewakili unsur penasihat, bersama sejumlah pengurus lainnya.
Camat Malalak Ulya Satar dalam arahannya mengajak seluruh elemen masyarakat, baik yang berada di kampung maupun di rantau, untuk terus membangun sinergi.
“Mari kita bersinergi untuk membangun kampung kita, Malalak. Kita satukan arah dan kebijakan strategis ke depannya agar Malalak bisa lebih maju dan berkembang,” ujar Ulya Satar.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat rantau sangat dibutuhkan untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Terlebih, Malalak baru saja menghadapi musibah banjir yang berdampak terhadap masyarakat dan lingkungan.
Karena itu, semangat kebersamaan dan gotong royong dinilai menjadi modal penting untuk membantu masyarakat kembali bangkit serta mempercepat pemulihan pascamusibah.
“Apalagi kita baru saja ditimpa musibah banjir. Kita harus bersama-sama bangkit kembali,” tegasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Camat Malalak didampingi para wali nagari se-Kecamatan Malalak.
Hadir di antaranya Amir Koto, B.Sc., Wali Nagari Malalak Selatan, Abdul Hanif, S.Ag., Wali Nagari Malalak Timur, serta Zamri dari Pemerintahan Nagari Malalak Barat.

Para wali nagari turut menyampaikan dukungan terhadap upaya membangun komunikasi dan kerja sama yang lebih erat dengan para perantau. Berbagai gagasan dan langkah konkret diharapkan tidak berhenti pada pembicaraan, tetapi dapat diwujudkan dalam bentuk program nyata yang menyentuh kepentingan masyarakat.
Pertemuan tersebut juga menjadi ruang untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di kampung halaman sekaligus mencari solusi secara bersama-sama. Dengan adanya komunikasi yang intensif antara pemerintah dan perantau, diharapkan berbagai persoalan pembangunan dapat ditangani secara lebih terarah.
Baik pemerintah kecamatan, pemerintahan nagari maupun pengurus IKMS Jakarta sepakat bahwa kemajuan Malalak membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Perantau tidak hanya menjadi bagian dari keluarga besar Malalak, tetapi juga memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah asal.
Hasil pembicaraan dalam pertemuan tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti secara maksimal melalui program dan kerja sama yang konkret. Dengan menyatukan langkah antara ranah dan rantau, berbagai tantangan pembangunan diharapkan dapat diatasi secara bersama-sama.
Semangat tersebut menjadi harapan bersama agar Malalak semakin maju, berkembang dan masyarakatnya semakin sejahtera.
Dari ranah hingga rantau, satu tekad untuk Malalak yang lebih baik. Semoga seluruh rencana dan hasil pertemuan ini dapat diwujudkan secara maksimal serta seluruh permasalahan yang dihadapi masyarakat dapat diatasi bersama. Aamiin.
(Ak)

