Bukittinggi, CNN Indonesia.id – Suasana Kota Bukittinggi pada hari Senin siang 18/08 begitu semarak dengan digelarnya Pawai Alegoris yang melibatkan berbagai komunitas, organisasi, dan perwakilan masyarakat dari berbagai daerah. Salah satu peserta yang mencuri perhatian masyarakat adalah Uwaik Uwaik Salingka Danau Maninjau (USDM), yang tampil dengan penuh semangat mengusung motto “Dukung penuh Kota Bukittinggi menjadi kota pejuang.”
Kehadiran UUSDM dalam pawai tersebut menambah warna dan kekayaan budaya yang ditampilkan. Dengan busana tradisional yang dipadukan dengan kreasi modern, rombongan ini berhasil menyajikan atraksi yang memukau ribuan penonton yang memadati sepanjang jalur pawai. Sorak sorai masyarakat menandakan bahwa penampilan mereka mampu menghadirkan kebanggaan tersendiri bagi warga Sumatera Barat.
Pawai Alegoris Bukittinggi tahun ini memang terasa istimewa, karena tidak hanya menampilkan kendaraan hias dan seni pertunjukan, tetapi juga mengusung semangat persatuan dan nilai perjuangan yang menjadi ciri khas kota ini. Tema “kota pejuang” dipilih untuk mengingatkan kembali sejarah panjang Bukittinggi sebagai salah satu pusat perlawanan rakyat Minangkabau dalam merebut kemerdekaan Indonesia.
USDM sendiri sebagai komunitas yang beranggotakan emak emak seputaran Danau Maninjau ingin menunjukkan bahwa semangat perjuangan tidak hanya hidup di Bukittinggi, tetapi juga di seluruh daerah Minangkabau. Mereka menyatakan bahwa mendukung Bukittinggi sebagai kota pejuang berarti ikut menjaga identitas, sejarah, dan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh para leluhur.

Ketua USDM Hilda Warneli. S.Sos dalam keterangannya menegaskan bahwa keikutsertaan UUSDM bukan sekadar hiburan, tetapi juga bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam melestarikan budaya sekaligus memperkuat ikatan sosial antarwilayah. “Bukittinggi adalah simbol perjuangan, dan kami dari Uwaik Uwaik Salingka Danau Maninjau hadir untuk memberi dukungan penuh agar semangat itu terus hidup di hati generasi muda,” ujarnya.
Selain atraksi budaya, rombongan USDM juga menampilkan lima tokoh perempuan Minangkabau seperti Rohana kudus, Rasuna Said, Rahmah El Yunusiyah, Fatmawati, dan Siti Mangopoh, kelima tokoh ini menjadi pesan bahwa budaya dan alam adalah bagian tak terpisahkan dari perjuangan mempertahankan jati diri bangsa.
Antusiasme masyarakat yang hadir menyaksikan pawai terlihat dari padatnya penonton yang berdiri di sepanjang jalan utama kota. Banyak yang mengabadikan momen penampilan USDM melalui kamera ponsel, bahkan sebagian ikut larut dalam alunan musik tradisional tambua yang dibawakan. Kehadiran rombongan ini seakan menjadi penghubung antara sejarah perjuangan, kekayaan budaya, dan semangat kebersamaan.
Pawai Alegoris Bukittinggi tahun ini tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga momentum penting untuk meneguhkan identitas kota sebagai pusat perjuangan dan kebudayaan Minangkabau. Dukungan komunitas seperti UUSDM menjadi bukti bahwa nilai perjuangan bukan hanya milik Bukittinggi, tetapi milik seluruh masyarakat Minang.
Dengan semangat kebersamaan itu, diharapkan Bukittinggi benar-benar mampu memperkuat posisinya sebagai kota pejuang yang tidak hanya dikenal melalui sejarah, tetapi juga tercermin dalam semangat warganya di masa kini. USDM telah memberikan kontribusi penting dalam pawai ini, membuktikan bahwa persatuan dan dukungan lintas daerah adalah kunci untuk menjaga marwah kota dan budaya Minangkabau.
(Basa)
















