BUKITTINGGI, CNN INDONESIA.ID — Komitmen untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat terus dilakukan anggota DPRD Kota Bukittinggi, Andi Putra, yang akrab disapa Pak De. Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui pemberian pelatihan menjahit sekaligus bantuan mesin jahit kepada kelompok menjahit di Kelurahan Campago Ipuah, Kota Bukittinggi.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD yang diperjuangkan Andi Putra untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan keterampilan dan membuka peluang usaha mandiri.
Andi Putra mengatakan, pemberian pelatihan dan mesin jahit tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai modal untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga.
“Ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami untuk mendorong masyarakat agar lebih mandiri. Dengan adanya pelatihan dan bantuan mesin jahit, kami berharap kelompok menjahit ini bisa mengembangkan keterampilan menjadi usaha yang produktif dan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Andi Putra.

Menurutnya, peningkatan keterampilan masyarakat merupakan salah satu langkah penting dalam menciptakan kemandirian ekonomi. Karena itu, program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat akan terus didorong melalui fungsi dan kewenangan yang dimiliki DPRD.
Andi Putra juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bukittinggi yang telah menjalankan program tersebut sebagai bagian dari realisasi Pokok-Pokok Pikiran DPRD.
“Tidak lupa kami mengucapkan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian yang telah menjalankan Pokok-Pokok Pikiran kami. Mudah-mudahan bantuan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Ia berharap para penerima bantuan dapat mengikuti pelatihan dengan serius serta menjaga dan memanfaatkan mesin jahit yang diberikan secara maksimal. Dengan keterampilan yang dimiliki, kelompok tersebut diharapkan mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai jual dan secara bertahap membangun usaha sendiri.
Selain meningkatkan keterampilan, program tersebut juga dinilai dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, terutama bagi warga yang ingin bekerja dari rumah maupun mengembangkan usaha kelompok.
Andi Putra menegaskan, pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan, tetapi harus dibarengi dengan peningkatan kemampuan agar masyarakat mampu mengelola bantuan tersebut secara produktif dan berkelanjutan.
“Harapan kami, masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi. Inilah yang menjadi salah satu tujuan kami, bagaimana masyarakat bisa lebih mandiri dan perekonomian mereka dapat terbantu,” tuturnya.
Sementara itu, kelompok menjahit penerima manfaat di Kelurahan Campago Ipuah diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan keterampilan, memperluas produksi, serta membuka peluang pemasaran produk hasil jahitan.
Program pelatihan dan bantuan mesin jahit ini sekaligus menjadi contoh sinergi antara DPRD dan Pemerintah Kota Bukittinggi dalam merealisasikan aspirasi masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi.
Ke depan, dukungan terhadap kelompok usaha masyarakat diharapkan terus berlanjut, sehingga bantuan yang diberikan tidak berhenti pada penyerahan fasilitas, tetapi mampu melahirkan usaha produktif, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Bukittinggi.
(Basa)

