BURU, Namlea, Maluku, CNN INDONESIA.ID – Rencana Masyarakat Adat ( IPP ) Dan Rencana Pengelolaan Warisan Budaya menjadi topik Forum Discussion Group yang dilaksanakan oleh P.T Geotermal Wapsalit Power di Desa Wapsalit Kec Lolongguba Kab Buru pada 1 September 2026 dengan tema ” Mewujudkan Pembangunan Panas Bumi Wapsalit Yang Inklusif , Aman , dan Berkelanjutan . ”
Diskusi tersebut turut dihadiri oleh Kabid Budaya yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Budaya Kab Buru serta , Kepala Soa Nacikit , Gebat , Kaksodin , tokoh Pemuda , Tokoh Perempuan Adat , dan masyarakat adat lainnya . Jumlah peserta yang ikut sebanyak 26 orang dan perwakilan perempuan sebanyak 40%.
Dalam pemaparannya Kabid Budaya Edwin S.Prihartanto, S.Pd.,M.Pd mengungkapkan bahwa , Format Focus Group Discussion (FGD) tentang budaya dalam konteks pengembangan panas bumi dirancang untuk menggali persepsi , nilai adat , serta harapan masyarakat lokal.
Menurutnya , proyek panas bumi sering kali bersinggungan dengan wilayah adat atau area yang disakralkan.
” Integrasi Budaya dalam pengembangan energi panas bumi agar mengenal nilai-nilai budaya setempat sehingga proyek panas bumi dapat berjalan tanpa merusak warisan leluhur , ” ungkapnya .
Dinas Pendidikan Kab Buru bidang budaya telah mengidentifikasi aset budaya dan area sakral di sekitar wilayah proyek khususnya desa Wapsalit dan sekitarnya , tambah Edwin .
” Di sekitar proyek panas bumi terdapat lokasi yang dianggap sakral , suci , atau memiliki nilai sejarah oleh masyarakat seperti kuburan leluhur , mata air suci , dan tempat ritual , ” katanya .
Upacara adat merupakan sebuah bentuk sinkronisasi antara kearifan lokal , penghormatan kepada leluhur , dan demi kelancaran kegiatan Geotermal di desa Wapsalit .
Hal ini disampaikan oleh Kepala Soa Nacikit disela – sela kegiatan diskusi , ia memastikan bahwa para petinggi adat mendukung kegiatan P.T Wapsalit Geotermal Power dan mereka telah siap untuk melaksanakan upacara adatnya .
Dikatakannya , ritual adat menunjukkan komitmen untuk menjalankan proyek bersama pihak perusahaan yang selaras dengan alam , serta tetap menghormati identitas kultural warga desa adat Wapsalit dan lainnya .
Proyek panas bumi umumnya ramah lingkungan. Gereja menekankan proyek panas bumi harus aman terlebih dahulu tidak mengganggu lingkungan , menghormati adat istiadat setempat yang sangat penting bagi masyarakat desa Wapsalit dan desa lainnya di sekitar lokasi proyek panas bumi .
” Mereka harus memiliki skema bagaimana memberikan efek positif dari panas bumi untuk masyarakat setempat , ” ucap Pastor Yohanes Defro .

