Bimbingan Penumbuhan Entrepreneur di Malalak, UMKM Didorong Naik Kelas dan Bangkit Pascabencana

MALALAK, AGAM, CNN INDONESIA.ID — Upaya mendorong kebangkitan dan meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus dilakukan melalui kegiatan Bimbingan dan Sosialisasi Penumbuhan Entrepreneur bagi pelaku usaha. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Camat Malalak, Kabupaten Agam, Sabtu (10/10/2026), ini mendapat sambutan antusias dari sekitar seratus peserta yang berasal dari kalangan pelaku UMKM setempat.

Kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Sumatera Barat dengan Bank Nagari, serta didukung melalui Dana Pokok Pikiran (Pokir) Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Barat, Nofrizon.

Bimbingan ini menghadirkan pemateri dari kalangan praktisi dan akademisi untuk memberikan pengetahuan, wawasan, serta keterampilan kepada pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha agar lebih produktif, inovatif, dan mampu bersaing di tengah perkembangan dunia usaha yang semakin dinamis.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para pelaku usaha mengikuti berbagai materi yang disampaikan, mulai dari pengembangan usaha, strategi membaca peluang pasar, pemanfaatan teknologi digital untuk promosi produk, hingga pengenalan fasilitas pembiayaan bagi UMKM.

Nofrizon:
Potensi UMKM Malalak Sangat Besar
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Barat, Nofrizon, mengungkapkan bahwa pemilihan Kecamatan Malalak sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Menurutnya, pelaku UMKM di daerah tersebut memiliki potensi besar yang perlu terus didorong melalui pembinaan, pendampingan, dan dukungan dari berbagai pihak.

Selain menggali potensi usaha masyarakat, kegiatan ini juga diharapkan menjadi salah satu langkah nyata untuk membantu membangkitkan kembali perekonomian masyarakat Malalak setelah dilanda berbagai musibah beberapa waktu lalu.

“Kita juga melihat bahwa potensi yang dimiliki UMKM yang ada di Nagari Malalak ini sebenarnya cukup besar. Bahkan, sangat berpeluang untuk bisa mengungguli perkembangan UMKM di daerah lain yang ada di Kabupaten Agam ini,” ungkap Nofrizon.

Ia menilai, potensi lokal yang dimiliki masyarakat Malalak perlu dikembangkan secara maksimal agar dapat menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, Nofrizon berpesan agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan serius dan memanfaatkan setiap materi yang diberikan sebagai bekal untuk mengembangkan usaha masing-masing.

Menurutnya, pelaku UMKM tidak cukup hanya memiliki produk yang berkualitas, tetapi juga harus mampu memahami kebutuhan pasar, membangun strategi pemasaran yang tepat, serta mengikuti perkembangan teknologi agar produk yang dihasilkan semakin dikenal masyarakat luas.

“Manfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Apa yang didapatkan dari bimbingan ini hendaknya bisa diterapkan dalam menjalankan usaha, sehingga ke depan UMKM di Malalak semakin berkembang dan mampu naik kelas,” pesannya.

Camat Malalak Apresiasi Dukungan Pemberdayaan UMKM

Sementara itu, Camat Malalak, Ulya Satar, SSTP, M.Si., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Nofrizon selaku Ketua Komisi III DPRD Sumatera Barat yang telah berinisiatif memfasilitasi terselenggaranya kegiatan pemberdayaan bagi pelaku usaha kecil di Kecamatan Malalak.

Apresiasi juga disampaikan kepada Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat serta Bank Nagari yang telah berpartisipasi dalam memberikan pembinaan dan dukungan bagi pengembangan usaha masyarakat.

Menurut Ulya Satar, kegiatan tersebut sangat relevan dengan kondisi masyarakat Malalak saat ini. Pasalnya, berbagai musibah yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap keberlangsungan usaha UMKM.

Kondisi tersebut membuat sebagian pelaku usaha harus menghadapi tantangan untuk mempertahankan aktivitas ekonomi dan memulihkan kembali usahanya.

“Seperti diketahui, akibat berbagai musibah yang melanda daerah Kecamatan Malalak ini beberapa waktu yang lalu, tidak hanya berdampak terhadap kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian masyarakat saja, namun juga berdampak terhadap keberlangsungan usaha UMKM yang ada di daerah Kecamatan Malalak,” ujar Ulya Satar.

Ia berharap, melalui kegiatan bimbingan dan sosialisasi penumbuhan entrepreneur tersebut, para pelaku usaha memperoleh pengetahuan serta strategi baru untuk mengembangkan bisnis, memperluas pemasaran, dan meningkatkan kualitas produk.

Ulya juga menilai bahwa sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, lembaga keuangan, dan pelaku usaha sangat diperlukan untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat.

Dengan adanya pembinaan yang berkelanjutan, UMKM di Kecamatan Malalak diharapkan mampu kembali tumbuh, menciptakan peluang usaha, serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan keluarga dan perekonomian nagari.
Pelaku UMKM Didorong Manfaatkan Teknologi Digital dan AI

Baca Juga:  Masyarakat Mendukung Penindakan Gakkum Lalu lintas Polresta Bukittinggi, Tidak Ada Pungli

Dalam sesi pemaparan materi, Fhajre Arya Gemilang selaku pemateri menekankan pentingnya konsistensi dan kreativitas dalam menjalankan usaha.

Menurutnya, keberhasilan sebuah bisnis tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha menjaga keberlangsungan operasional, memahami kebutuhan konsumen, dan menghadirkan produk yang sesuai dengan perkembangan selera pasar.

“Prinsipnya, yang namanya bisnis itu harus bisa berputar 24 jam. Selain itu, kita juga mesti jeli membaca selera dan keinginan pasar. Kita juga harus selalu kreatif dalam menghadirkan suatu produk,” terangnya.

Ia menjelaskan bahwa pelaku UMKM perlu terus berinovasi agar produknya memiliki daya tarik dan mampu bersaing dengan produk sejenis. Kreativitas dalam pengemasan, peningkatan kualitas, penentuan harga, hingga pelayanan kepada konsumen merupakan sejumlah aspek penting yang perlu diperhatikan.

Selain itu, pemanfaatan teknologi digital dinilai menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha di era modern. Melalui media sosial, platform pemasaran digital, serta teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), pelaku UMKM dapat mempromosikan produknya secara lebih menarik dan menjangkau konsumen yang lebih luas.

Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu membuat materi promosi, menyusun konten pemasaran, memperkenalkan keunggulan produk, serta membangun identitas usaha di tengah persaingan pasar.

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya menerima penjelasan secara teori, tetapi juga berkesempatan mempraktikkan sistem promosi produk menggunakan media digital.

Praktik ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam memasarkan produk secara mandiri, sehingga usaha yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan sekitar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Bank Nagari Perkenalkan Fasilitas Kredit bagi UMKM

Selain materi mengenai pengembangan usaha dan pemasaran digital, kegiatan ini juga memberikan pemahaman kepada peserta mengenai berbagai jenis fasilitas pembiayaan yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM melalui layanan Bank Nagari.

Delfi dari Divisi Kredit Bank Nagari menjelaskan bahwa dukungan pembiayaan merupakan salah satu faktor yang dapat membantu pelaku usaha mengembangkan bisnisnya, terutama ketika membutuhkan tambahan modal untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pemasaran, atau memenuhi kebutuhan operasional.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong pengembangan UMKM melalui berbagai kemudahan akses pembiayaan, termasuk fasilitas kredit yang dapat dimanfaatkan sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang berlaku.

“Pemerintah hadir agar UMKM bisa naik kelas. Makanya, pemerintah memfasilitasi berbagai kemudahan kredit bagi kalangan UMKM, termasuk layanan kredit tanpa agunan yang bisa dimanfaatkan UMKM melalui layanan Bank Nagari,” terang Delfi.

Melalui pemaparan tersebut, peserta diharapkan semakin memahami pilihan pembiayaan yang tersedia dan mampu mempertimbangkan fasilitas kredit secara bijak sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan usaha masing-masing.

Akses pembiayaan yang tepat diharapkan dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan produktivitas, memperkuat permodalan, dan memperluas skala usaha.

Sinergi untuk Kebangkitan Ekonomi Malalak
Pelaksanaan Bimbingan dan Sosialisasi Penumbuhan Entrepreneur di Kecamatan Malalak menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, pemanfaatan teknologi, dan akses terhadap layanan pembiayaan.

Di tengah tantangan pemulihan pascabencana, keberadaan UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat. Usaha kecil tidak hanya menjadi sumber pendapatan keluarga, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal.

Oleh karena itu, keberlanjutan program pembinaan dan pendampingan menjadi hal penting agar ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, melainkan benar-benar diterapkan dalam pengelolaan usaha sehari-hari.

Dengan dukungan pemerintah, DPRD, lembaga keuangan, serta komitmen para pelaku usaha untuk terus berinovasi, UMKM Kecamatan Malalak diharapkan mampu bangkit lebih kuat, meningkatkan daya saing, memperluas jangkauan pemasaran, dan berkembang menjadi usaha yang lebih maju.

Melalui langkah bersama tersebut, harapan agar UMKM Malalak naik kelas bukan sekadar cita-cita, melainkan target yang dapat diwujudkan secara bertahap demi memperkuat perekonomian masyarakat dan mendorong kesejahteraan nagari.

(Ak)

Related Post

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments