3 Keluarga Korban Yang Ditembak TNI Tidak Terima Korban Dituduh Anggota OPM Hingga Terjadi Kericuhan

- Redaksi

Jumat, 19 Juli 2024 - 07:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NABIRE, CNN INDONESIA.ID – 19-07-2024- Keluarga Korban Tewas di Puncak Jaya menuntut Pertanggungjawaban Kejelasan dan keadilan atas Kasus Penembakan di depan SD YPPG Kp Pepera distrik Mulia pada
Rabu, 17 Jul 2024 20 :49 WIP

Keluarga ketiga orang korban penembakan yang dilaporkan tewas pada Selasa malam 16 Juli 2024 karena diduga sebagai simpatisan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM), menuntut kejelasan apa dan mana barang buktinya ? apa alasan Satgas Raider Yonif 753, Satgas Elang (Bin) Satgas Kopassus TNI-AD (Maleo) menembak mati karena ketiganya karena ke tiga korban bukan anggota / Simpatisan KKB/OPM /TPNPB.

Dalam pertemuan yang digelar di depan RSUD Mulia antara keluarga korban, perwakilan pemerintah, serta aparat keamanan dari TNI/Polri, Rabu (17/7/2024), perwakilan keluarga korban dan sejumlah masyarakat mengatakan mereka ingin agar Satgas Yonif Raider 753, Elang (BIN) dan Kopassus TNI – AD bertanggung jawah atas tindakan penegahkan hukum yang salah, keluarga korban mengakui tindakan pelaku Penembak mati 3 orang Warga sipil sangat melukai masyarakat puncak jaya.

“Kemudian untuk keluarga saya semua, terus terang saya sama sekali tidak tahu harus melakukan apa, karena ini betul-betul menyedihkan dan melukai hati kami keluarga korban dan masyarakat Puncak Jaya . Tiga orang ini masyarakat bukan anggota KKB / OPM, 1 orang di antara 3 orang korban merupakan seorang kepala kampung.

Baca Juga:  Pidato Bupati Mandailing Natal Waktu Acara Halal Bil Halal IKANAS Diduga Menyinggung Perasaan Marga Lain

“Harus ada keadilan sehingga kami dari kelurga korban dan masyarakat puncak Jaya menunut Pelaku harus bertanggung jawab Secara hukum adat yakni membayar denda adat perkepala korban 3 milyard dan Proses hukum sesuai dengan UU yang berlaku harus diterapkan terhadap pelaku.

Kami juga meminta kasus ini dilakukan lidik dengan benar, kronologisnya juga harus disampaikan jelas kepada kami,” ungkap Maikel Wonarengga yang merupakan salah satu tokoh pemuda mewakili keluarga korban.

Namun tanggapan dari Danyon 753 dan Dandim 1714 tidak sesuai dengan harapan keluarga pihak korban dan masyarakat yang menuntut keadilan, sehingga keluarga korban dan masyarakat melakukan tindakan anarkis dengan membakar sejumlah kendaraan milik TNI/ Polri dan Pemerintah Daerah, Masyarakat yang marah juga menyerang sejumalah TNI/Polri yang ada di RSUD dan warga pendatang yang ada di sekitar tempat keributan hingga mengakibatkan sejumlah orang terluka hingga kini korban dan kerusakan kendaraan mobil / motor belum bisa di pastikan berapa yang di bakar karena situasi kota mulia masih panas.

(RED)

Berita Terkait

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara monitoring langsung harga pupuk bersubsidi ke pasar Tarutung
Partai Golkar Resmi Buka Pendaftaran Bakal Calon Ketua DPD II Tanimbar
TNI–Porkopincam Lingga Bayu Bergerak Cepat, Timbun Jalan Rusak di Simpang Gambir Demi Keselamatan Warga
Percepat Penanganan Banjir dan Konektivitas Antar-Kabupaten, Bupati Taput Temui Kepala BBPJN Sumut
Lembaga Permasyarakatan Narkotika Raya Gelar Razia Gabungan Bersama TNI, Polri, dan BNNK Simalungun
Aktivis Soroti Pemangkasan Durasi BLT Dana Desa di Aceh Timur
“War Will Not Solve Problems”
Temuan Alat Hisap Sabu di Sekolah Madina: Alarm Keras bagi Penegakan Hukum
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 00:33

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara monitoring langsung harga pupuk bersubsidi ke pasar Tarutung

Rabu, 8 April 2026 - 12:42

Partai Golkar Resmi Buka Pendaftaran Bakal Calon Ketua DPD II Tanimbar

Rabu, 8 April 2026 - 12:39

TNI–Porkopincam Lingga Bayu Bergerak Cepat, Timbun Jalan Rusak di Simpang Gambir Demi Keselamatan Warga

Selasa, 7 April 2026 - 15:03

Percepat Penanganan Banjir dan Konektivitas Antar-Kabupaten, Bupati Taput Temui Kepala BBPJN Sumut

Selasa, 7 April 2026 - 05:48

Aktivis Soroti Pemangkasan Durasi BLT Dana Desa di Aceh Timur

Minggu, 5 April 2026 - 14:13

“War Will Not Solve Problems”

Sabtu, 4 April 2026 - 06:43

Temuan Alat Hisap Sabu di Sekolah Madina: Alarm Keras bagi Penegakan Hukum

Jumat, 3 April 2026 - 12:20

Refleksi Jumat Agung, Bupati Taput Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat Hadiri Visualisasi Jalan Salib di Siatas Barita

Berita Terbaru