Teh Talua Tapai Kelok Lengkok Ternyata Pemiliknya Sosok Ibu Yang Sederhana

- Redaksi

Minggu, 28 Juli 2024 - 03:49

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, CNN Indonesia.id – 27/7/2024.Teh Talua Tapai adalah salah satu menu minuman unik yang disajikan di salah satu caffe Teh Talua Tapai Luak Ladang yang berada di kawasan Jalan Tarusan, Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Teh Talua tapai adalah salah satu minuman yang khas tradisional yang racikan nya terbuat dari campuran telur ayam, gula, teh, dan perasan jeruk nipis. Yang membuat teh talua ini sedikit berbeda rasanya  dengan campuran tapai singkong yang ada di dalamnya sehingga terasa lebih kental  dan membuat cita rasa teh talua tidak amis.

Selain teh talua kafe ini juga tersedia macam macam menu untuk sarapan dan makan siang seperti mie goreng basah.mie goreng .mie nas (mie goreng nasi) , cemilan ringan lainnya .Tempat yang sangat strategis cocok di jadikan rekomendasi tempat nongkrong dan bersantai bersama keluarga karena di sini pengunjung bisa menikmati panorama alam sambil menikmati teh Talua tapai ,Fasilitas yang sudah ada disini juga terbilang lengkap seperti toilet, tempat parkir dan musholla.

Asni ( 62 tahun ) pemilik caffe teh Talua tapai kelok Lengkok ini orang yang sangat ramah dan sederhana,ketika salah seorang pengunjung Yana ( 47 tahun ) berasal dari Bukittinggi sedang duduk di saung caffe menikmati teh Talua tapai ,Amak menyapa dengan sapaan yang ramah “dari ma nak ” ( dari mana nak ) lalu dengan suara rendah Amak duduk dan saling bercerita dengan Yana, lalu menceritakan sejarah awal terkelola nya caffe ini.

Caffe ini sudah dibangun sejak 4 tahun lalu dengan mengandalkan tenaga anak anak nya akhirnya caffe ini terkelola ,meski sebelumnya sempat anak anak beliau putus asa karna terkendala alat berat, awalnya lokasi yang di dijadikan  caffe ini berupa tebing tinggi dan butuh alat berat untuk menggeruk tebing agar bisa akses jalan menuju caffe .

Baca Juga:  Bupati -Wabup Dompu Dan OPD, Kembali Laksanakan Jum,at Bersih Di Sepanjang Jalan Kota

Lalu Asni terus mensupport anak anak nya agar tetap semangat setelah di bantu dengan eskafator yang di sewa Rp 500. 000./ Jam nya pekerjaan ini di bantu eskafator memakan waktu dua hari,akhirnya lokasi caffe terbentuk juga dengan sebegitu indah sesuai arsitektur caffe yang berjenjang jenjang sesuai dengan background nya yang di kelilingi pemandangan nan elok dan luas .

Awalnya  caffe  hanya dikelola oleh anak anak ( 3 orang ) saja kata Asni , berkat semangat dan kerja keras anak anak  caffe akhirnya  banyak diminati pengunjung yang datang baik dari Bukittinggi bahkan ada juga datang dari luar kota untuk menikmati teh Talua tapai dan panorama alam sehingga dengan sudah mulai ada peningkatan pengunjung, pelayan caffe sekarang sudah berjumlah 8 orang ,3 orang anak anak beliau ditambah 5 orang lagi pelayan caffe.

Omset pun sudah terbilang Alhamdulillah kata Asni.standarnya sudah mencapai lebih kurang Rp 2 .000.000/hari,bahkan lebih jika di saat hari liburan dan kedatangan tamu rombongan dari alumni alumni yang mengadakan pertemuan nya di caffe ini  ucap Asni.

Dengan sudah mulai adanya perkembangan banyak nya pengunjung ke caffe teh Talua tapai ini Asni juga menerima titipan cemilan yang di buat masyarakat untuk didi suguhkan kepada para pengunjung  sehingga dapat juga meningkatkan usaha ekonomi keluarga mereka  ucap Asni dan insyaallah untuk kedepannya Asni akan menambah baground di taman taman caffe ini agar pengunjung tidak bosan bosan berkunjung .

( Rika )

Berita Terkait

Penghujung Ramadan 1447 H: Pemudik Diminta Waspada Melintasi Jalinsum Jembatan Merah – Simpang Gambir
Dituding Salah Gunakan Keuangan, Dirut PDAM Paparkan Kondisi Keuangan Perusahaan
Bupati Tapanuli Utara Pimpin Apel Gabungan, Tekankan Integritas dan Kesiapsiagaan Menghadapi Libur Panjang
Emak-emak di Takengon Lempari Kantor Leasing, JWI Aceh Timur Desak Teguran Pemerintah
Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Tuha Peut dalam Dokumen Dana Desa di Banda Alam Dipersoalkan
Jalan Elak dan Gedung Kantor Bupati Aceh Timur Dilaporkan ke Kejari
Jangan Coba-coba Menekan Pers: Wartawan Bukan Boneka Kekuasaan
Tokoh Mandailing Desak DPRD Madina Jangan Lagi Abaikan Perda Tanah Ulayat: “Ini Hak Adat, Bukan Sekadar Wacana”
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 09:27

Penghujung Ramadan 1447 H: Pemudik Diminta Waspada Melintasi Jalinsum Jembatan Merah – Simpang Gambir

Senin, 16 Maret 2026 - 09:23

Dituding Salah Gunakan Keuangan, Dirut PDAM Paparkan Kondisi Keuangan Perusahaan

Senin, 16 Maret 2026 - 03:49

Bupati Tapanuli Utara Pimpin Apel Gabungan, Tekankan Integritas dan Kesiapsiagaan Menghadapi Libur Panjang

Senin, 16 Maret 2026 - 02:46

Emak-emak di Takengon Lempari Kantor Leasing, JWI Aceh Timur Desak Teguran Pemerintah

Minggu, 15 Maret 2026 - 12:48

Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Tuha Peut dalam Dokumen Dana Desa di Banda Alam Dipersoalkan

Minggu, 15 Maret 2026 - 04:54

Jangan Coba-coba Menekan Pers: Wartawan Bukan Boneka Kekuasaan

Minggu, 15 Maret 2026 - 04:52

Tokoh Mandailing Desak DPRD Madina Jangan Lagi Abaikan Perda Tanah Ulayat: “Ini Hak Adat, Bukan Sekadar Wacana”

Sabtu, 14 Maret 2026 - 15:51

DPRD Madina Diuji: Berani Bela Tanah Ulayat atau Diam di Balik Meja Kekuasaan

Berita Terbaru