Lomba Antar Dusun Desa Matua, Tim Lomba Di Sambut Meriah oleh Warga

- Redaksi

Senin, 19 Agustus 2024 - 08:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dompu, NTB, CNN Indonesia.id – Tepat hari Minggu malam (18/8/24) di mulai pukul 19.30 Wita, tim juri melakukan penilaian lomba antar dusun Se Desa Matua Kecamatan Woja di mulai dari Dusun Buncu Utara dan Buncu Selatan. Acara ini di maksudkan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 79 dan Hari Lahir Desa Matua yang ke 54.

Gegap gempita warga untuk menyambut kedatangan tim penilai pada dusun yang nilai sungguh sangat luar biasa, seluruh warga tumpah ruah menyambut kehadiran tim sembari mengiringi langkah tim juri dengan menyanyikan lagu Kemerdekaan dan mengucapkan yel-yel juara. Hal itu menandakan rasa persatuan dan kebahagiaan warga sudah tumbuh dengan baik dalam mendukung kegiatan lomba antar Dusun tahun ini di Desa Matua.

Bukan sampai di situ saja dua dusun yang di nilai tersebut sudah mempersiapkan segalanya sesuai kondisi ril yang ada di dusun masing-masing.

Kepada dua dusun yang di nilai malam ini menurut panitia sudah cukup mantap dan sudah siap untuk mengikuti lomba dengan variabel penilaian lomba yang telah di tetapkan oleh Panitia ada tiga yakni Keindahan, Keamanan dan kebersihan.

Terhadap variabel tersebut warga sudah mengetahuinya sehingga masing-masing dusun sudah menata kampungnya dengan mantap dan baik, mulai dari pemasangan Bendera merah putih, pagar, lampu penerangan, umbul-umbul sampai perlengkapan Pos Kamling bersama perlengkapannya.

Hal ini tim juri yang terdiri dari Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, Sekdes, Ketua BPD, Ketua LPM, Ketua Karang Taruna dan Ketua PKK Desa dan dua unsur perwakilan tokoh masyarakat secara seksama melihat dan mengamati dengan cermat dan obyektif tampa ada yang di rekayasa, ucap Ketua Panitia.

Baca Juga:  Tahap Rehabiltasi dan Rekonstruksi Bencana Alam Sumbar YTPK IASMA 1 Landbouw Tetap Peduli

Selanjutnya kata Ketua Panitia bahwa sistem penilaian yang di lakukan oleh tim juri ada dua yaitu pada pagi hari melakukan panitia secara tertutup dan malam hari di lakukan penilaian secara terbuka, sehingga setiap dusun akan di nilai sesuai jadwal yang telah di tetapkan oleh panitia dengan adil dan transparan sesuai komponen yang sudah di tetapkan.

“Untuk itu kepada dusun yang belum dapat jadwal penilaian agar bisa persiapkan lebih mantap lagi dan percayakan kepada tim juri untuk menilai dusun sesuai ketentuan yang telah di tetapkan, boleh bersaing dalam lomba tapi rasa persaudaraan tetap di jaga dengan baik,” pintanya.

Selain itu Perlombaan antar dusun Se Desa Matua tahun ini bukan yang pertama kali di selenggarakan namun sudah di laksanakan pada tahun sebelumnya, dan Kegiatan ini tetap dilakukan setiap tahun, selain memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI dan juga memperingati hari jadi Desa Matua yang ke 54, jelasnya.

Di tambahkan kegiatan tahapan penilaian lomba secara terbuka antar dusun Se Desa Matua akan di laksanakan selama empat hari mulai hari Minggu tanggal 18 sampai dengan 21 Agustus 2024, dan untuk nanti malam akan di lakukan di Dusun Rasanggaro timur dan Rasanggaro barat, selanjutnya kegiatan penilaian akan berakhir di Dusun Perumahan Baru Desa Matua Kecamatan Woja Kabupaten Dompu, pungkasnya. Jurnalis, Rdw/ddo.

Berita Terkait

Penghujung Ramadan 1447 H: Pemudik Diminta Waspada Melintasi Jalinsum Jembatan Merah – Simpang Gambir
Dituding Salah Gunakan Keuangan, Dirut PDAM Paparkan Kondisi Keuangan Perusahaan
Bupati Tapanuli Utara Pimpin Apel Gabungan, Tekankan Integritas dan Kesiapsiagaan Menghadapi Libur Panjang
Emak-emak di Takengon Lempari Kantor Leasing, JWI Aceh Timur Desak Teguran Pemerintah
Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Tuha Peut dalam Dokumen Dana Desa di Banda Alam Dipersoalkan
Jalan Elak dan Gedung Kantor Bupati Aceh Timur Dilaporkan ke Kejari
Jangan Coba-coba Menekan Pers: Wartawan Bukan Boneka Kekuasaan
Tokoh Mandailing Desak DPRD Madina Jangan Lagi Abaikan Perda Tanah Ulayat: “Ini Hak Adat, Bukan Sekadar Wacana”
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 09:27

Penghujung Ramadan 1447 H: Pemudik Diminta Waspada Melintasi Jalinsum Jembatan Merah – Simpang Gambir

Senin, 16 Maret 2026 - 09:23

Dituding Salah Gunakan Keuangan, Dirut PDAM Paparkan Kondisi Keuangan Perusahaan

Senin, 16 Maret 2026 - 03:49

Bupati Tapanuli Utara Pimpin Apel Gabungan, Tekankan Integritas dan Kesiapsiagaan Menghadapi Libur Panjang

Senin, 16 Maret 2026 - 02:46

Emak-emak di Takengon Lempari Kantor Leasing, JWI Aceh Timur Desak Teguran Pemerintah

Minggu, 15 Maret 2026 - 12:48

Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Tuha Peut dalam Dokumen Dana Desa di Banda Alam Dipersoalkan

Minggu, 15 Maret 2026 - 04:54

Jangan Coba-coba Menekan Pers: Wartawan Bukan Boneka Kekuasaan

Minggu, 15 Maret 2026 - 04:52

Tokoh Mandailing Desak DPRD Madina Jangan Lagi Abaikan Perda Tanah Ulayat: “Ini Hak Adat, Bukan Sekadar Wacana”

Sabtu, 14 Maret 2026 - 15:51

DPRD Madina Diuji: Berani Bela Tanah Ulayat atau Diam di Balik Meja Kekuasaan

Berita Terbaru