Medan, Sumut, CNN Indonesia.Id
Wakil Kementerian agama (Wamenag RI), hadiri acara peluncuran Buku yang berjudul , “Reformasi Kepagian” yang di selenggarakan di Fakultas Ilmu Budaya dan Sejarah (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) Medan pada Rabu (19/02/2025) yang dimulai sekitar jam 14.00 wib.
Pada kesempatan itu Wamenag RI Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi’i S.H M.Hum menerima sertifikat yang diserahkan oleh penulis dr. Khairulsyah Nasution, Sp PD Aktivitas Mahasiswa dan juga Dewan Mahasiswa USU di era tahun 77/78.sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nya dalam mendukung kajian akademik dan kebudayaan di Indonesia.
Acara peluncuran Buku ini juga dihadiri para tokoh akademisi, pejabat pemerintah dan mahasiswa, serta masyarakat umum yang memiliki ketertarikan terhadap sejarah dan budaya Indonesia.
Dalam sambutan nya Dr. KH Romo R.Muhamad Syafi’i S.H.M.Hum mengatakan apresiasi yang tinggi terhadap Dr. Khaerulsyah Nasution Sp.P.D yang dinilai memberikan prespektif kritis dinamika sosial dan politik Indonesia.
” Buku ini sangat penting dalam memahami bagaimana revolusi di Indonesia berjalan dan bagaimana dampak terhadap masyarakat, saya berharap buku ini dapat menjadi referensi bagi mahasiswa, peneliti serta masyarakat luas dalam melihat proses perubahan sosial yang terjadi di negeri ini”, ujar Romo Raden Muhammad Syafi’i.
Isi buku ” Reformasi Kepagian
Buku Reformasi Kepagian berisi analisis mendalam mengenai berbagai aspek perubahan sosial, politik dan budaya Indonesia pasca reformasi.Dr.Khairulsyah sebagai penulis, menguraikan berbagai tantangan yang muncul akibat reformasi yang dianggap terlalu dini atau matang secara sistemik.
Muncul nya, perubahan yang terjadi setelah reformasi membawa dampak besar terhadap struktur sosial dan pemerintahan, namun belum diiringi dengan kesiapan yang matang dari berbagai elemen masyarakat.Hal inilah yang menjadi salah fokus utama dalam buku nya dimana ia berusaha memberikan refleksi dan kritik konstruktif terhadap perjalanan reformasi di Indonesia.
” Reformasi memang membawa banyak perubahan positif, tetapi ada banyak tantangan yang muncul karena tidak kesiapan kita dalam menghadapi nya.Buku ini mencoba mengajak kita semua untuk melihat reformasi secara lebih objektif, bukan hanya sebagai sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga sebagai proses yang masih berlangsung hingga saat ini,” jelas Dr Khahaerulsyah dalam sesi pemaparan buku tersebut.
Dukungan terhadap Kajian Akademik
Peluncuran buku ini juga menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya kajian akademik dalam memahami sejarah dan kebudayaan.Fakultas Ilmu Budaya dan Sejarah USU sebagai tuan rumah acara ini menyatakan komitmen nya dalam terus mendorong penelitian dan diskusi ilmiah yang dapat memberikan wawasan baru masyarakat.
Selain itu Wamenag RI juga menekankan bahwa kajian sejarah dan budaya memiliki peran penting dalam membangun pemahaman yang lebih mendalam tentang identitas bangsa.Ia berharap lebih banyak akademisi dan penulis yang berani mengangkat topik – topik kritis seperti yang dilakukan oleh Dr Khaerulsyah.
“Sejarah dan budaya adalah akar dari peradaban kita Tanpa pemahaman yang baik kita bisa kehilangan arah dalam membangun masa depan.Oleh karena itu, saya saya sangat mendukung inisiatif seperti ini dan berharap lebih banyak karya akademik yang lahir dari perguruan tinggi di Indonesia,” tambahnya.
Antusiasme Peserta dan Harapan ke Depan
Acara peluncuran buku ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif yang melibatkan penulis, akademisi, serta tamu undangan.Banyak peserta yang antusias mengajukan pertanyaan dan memberikan tanggapan terhadap isi buku, menunjukkan bahwa tema yang di angkat memiliki relevansi yang kuat dengan kondisi saat ini.
Diharapkan, buku Referensi Kepagian dapat menjadi bahan kajian yang bermanfaat bagi berbagai kalangan, terutama mahasiswa, peneliti, serta pengambil kebijakan. Selain itu, peluncuran buku ini juga diharapkan dapat memicu diskusi lebih luas mengenai perjalanan reformasi di Indonesia dan bagaimana arah perubahan yang sebaiknya diambil ke depan.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk Wamenag RI, kajian akademik seperti ini diharapkan terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata dalam memahami serta membangun bangsa yang lebih baik.
(M.SN)
















