Penertiban Lapak Liar di Kabupaten Dompu, Terkesan Tidak Maksimal

- Redaksi

Senin, 24 Maret 2025 - 14:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dompu, NTB, CNN Indonesia.id – Operasi penertiban Lapak Liar yang menjamur di atas fasilitas publik yang tidak sesuai di peruntukan di Kabupaten Dompu terkesan tidak maksimal dan menuai protes dari pemilik lapak liar lainya.

Giat operasi lapak liar ini di melibatkan gabungan instansi terkait antara lain, Dinas Pol.PP, TNI, Dinas Perhubungan, Camat dan Pemerintah Kelurahan maupun Desa setempat dan kegiatan tersebut bertempat di sepanjang jalan Kelurahan Karijawa Kecamatan Dompu sampai di jembatan Simpasai.

Operasi tersebut mendapat perhatian dari pengguna jalan dan tidak menimbulkan kemacetan arus lalu lintas. Selain itu penertiban terhadap lapak liar di sepanjang jalan protokol yang ada di wilayah Kecamatan Dompu supaya tidak terkesan kota Dompu menjadi kota yang kumuh dan tidak tertata dengan apik.

Baca Juga:  Warga Desa Kebun Kelapa Dusun-X Resah Dengan Aroma Busuk Pengusaha Ternak Ayam

Kegiatan ini sudah berjalan sejak Minggu yang lalu namun masih banyak lapar liar yang tidak tersentuh untuk di lakukan pembongkaran sehingga operasi tersebut terkesan masih tebang pilih, Selasa (24/3/25).

Salah satu pemilik lapak yang enggan di sebut identitasnya, mengeluh dan protes keras terhadap pembongkaran lapasnya yang bertahun-tahun mengais rezeki di sini, sedangkan lapas lain yang berada di depan pasar induk Dompu belum di bongkar juga, pada hal lapas liar di tempat itu sangat mengganggu keindahan dan kerapian jantung kota Dompu, kilahnya dengan kecewa.

Menurut informasi yang di himpun awak media bahwa operasi lapak liar ini akan berlanjut sampai batas waktu yang tidak di tentukan dan semoga operasi ini dapat berjalan sebagaimana yang di harapkan, pungkasnya. Jurnalis, Rdw/ddo.

Berita Terkait

Bupati Tapanuli Utara Tekankan Inovasi Pembiayaan dan Stimulus Pariwisata dalam Pertemuan PPID APKASI
Pemkab Tapanuli Utara Ajak Lulusan IAKN Bersinergi Bangun Daerah
Drainase di Anduriang Dikerjakan Tanpa Plang Proyek — Kantor Wali Nagari “Ndak Tau”, Ketua PPL Kayu Tanam Ditagih: “Ini Proyek Siapa?”
Status HGU PTPN IV Kebun Timur Dipersoalkan, Kinerja Pemerintah dan DPRD Disorot
PT PN IV Kebun Timur Diduga Kuasai Lahan Warga Transmigrasi, Khaidir Nasution, SH., A.Ptnh, Pemerintah Harus Tegas
Tangkis Isu Miring Soal UP3, Luturmas Buka Fakta Putusan Pengadilan
Blokade Sawit di Desa Teupin Raya Julok Ditahan Sementara, Mediasi Disepakati Hingga 21 April
Wakil Bupati Tapanuli Utara Fasilitasi Dialog dengan Massa unjukrasa terkait pencairan dana supplier MBG
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 14:36

Bupati Tapanuli Utara Tekankan Inovasi Pembiayaan dan Stimulus Pariwisata dalam Pertemuan PPID APKASI

Jumat, 17 April 2026 - 14:14

Pemkab Tapanuli Utara Ajak Lulusan IAKN Bersinergi Bangun Daerah

Jumat, 17 April 2026 - 08:20

Drainase di Anduriang Dikerjakan Tanpa Plang Proyek — Kantor Wali Nagari “Ndak Tau”, Ketua PPL Kayu Tanam Ditagih: “Ini Proyek Siapa?”

Jumat, 17 April 2026 - 01:03

Status HGU PTPN IV Kebun Timur Dipersoalkan, Kinerja Pemerintah dan DPRD Disorot

Kamis, 16 April 2026 - 12:41

PT PN IV Kebun Timur Diduga Kuasai Lahan Warga Transmigrasi, Khaidir Nasution, SH., A.Ptnh, Pemerintah Harus Tegas

Rabu, 15 April 2026 - 14:09

Blokade Sawit di Desa Teupin Raya Julok Ditahan Sementara, Mediasi Disepakati Hingga 21 April

Rabu, 15 April 2026 - 13:41

Wakil Bupati Tapanuli Utara Fasilitasi Dialog dengan Massa unjukrasa terkait pencairan dana supplier MBG

Rabu, 15 April 2026 - 03:46

Sinergi Pemerintah Daerah dan Pusat Optimalkan SPAM IKK

Berita Terbaru