Agam, CNN Indonesia.id – Janji kampanye Bupati Agam terkait perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan kembali dipertanyakan publik. Salah satu contohnya adalah kondisi jembatan penghubung antara Matua, dengan wilayah Kecamatan Palupuh yang kini rusak parah dan membahayakan warga.
Jembatan yang menjadi akses vital bagi masyarakat untuk menuju pasar, sekolah, hingga fasilitas kesehatan tersebut terlihat sangat memprihatinkan. Berdasarkan pantauan di lapangan, lantai jembatan yang terbuat dari papan kayu telah banyak yang lapuk, berlubang, bahkan beberapa bagian kayunya telah copot dan dibiarkan begitu saja tanpa perbaikan.
Warga sekitar mengeluhkan bahwa kondisi jembatan tersebut sudah bertahun-tahun rusak, namun tidak pernah mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Beberapa kali laporan telah disampaikan ke pihak nagari maupun kecamatan, namun tidak pernah ada tindak lanjut yang berarti dari Pemkab Agam.
“Ini bukan baru rusak, sudah lama. Waktu kampanye dulu katanya infrastruktur jadi prioritas. Tapi nyatanya jembatan ini saja tidak pernah diperbaiki. Padahal ini urat nadi kami,” ungkap Yusril, salah seorang warga setempat yang ditemui di lokasi, Rabu (30/7).
Kerusakan jembatan ini bukan hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tapi juga mengancam keselamatan. Ironisnya, di sekitar jembatan tidak ada tanda peringatan atau pengamanan memadai untuk mencegah kecelakaan.
Bupati Agam sebelumnya dalam kampanye Pilkada menjanjikan pembangunan infrastruktur merata hingga ke pelosok nagari. Namun, janji tersebut seolah menjadi angin lalu. Hingga kini, tidak ada tanda-tanda perbaikan atau pembangunan kembali jembatan yang kondisinya semakin mengkhawatirkan itu.
Aktivis muda di wilayah tersebut menyebut bahwa kondisi ini menunjukkan lemahnya komitmen pemerintah terhadap pembangunan desa dan pemerataan infrastruktur. “Kalau ini dibiarkan, sama saja membiarkan masyarakat terisolasi dan terancam. Kami butuh tindakan nyata, bukan hanya janji politik,” tegasnya.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Agam segera membuka mata dan turun langsung ke lapangan untuk melihat kenyataan. Jangan sampai kerusakan ini memakan korban jiwa baru ada tindakan. Warga juga mendesak agar janji perbaikan infrastruktur tidak hanya dijadikan alat politik menjelang pemilu semata.
(*)
















