Tanimbar, Maluku, CNN Indonesia.id –
Putra Tanimbar Utara asal desa Lelingluan Novi Manutilaa blak-blakan memuji keberhasilan 100 hari kerja Bupati Ricky Jauwerissa dan Wakil Bupati dr. Juliana Ch Ratuanak yang telah melaksanakan tugas 100 hari kerja dengan gemilang.
Kepada media ini, Selasa (2/9/2025) Manutilaa yang berprofesi sebagai kontraktor kecil di daerah berjuluk Bumi Duan-Lolat menyampaikan kepuasannya terhadap kinerja Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar dalam hal pembangunan infrastruktur seperti perbaikan dan peningkatan jalan kota Saumlaki yang kini sedang dinikmati masyarakat saat ini.
Menurutnya, pembangunan yang saat ini sedang dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat terutama jalan dan infrastruktur lainnya tercipta sekejap walaupun ketika dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati tanggal 20 Februari lalu APBD sudah ditetapkan namun dengan kebijakan penggunaan anggaran, mampu mewujudkan program 100 hari kerja.
“Secara pribadi saya apresiasi kinerja Bupati dan Wakil Bupati yang sangat berpihak kepada kepentingan masyarakat saat ini, bahkan beberapa titik jalan yang rusak total di seputaran kota Saumlaki kini sudah bisa dilalui dengan aman tanpa kendala yang menghadang,”puji Manutilaa.
Diakui bahwa, pada pemilihan 2024 lalu, dirinya mendukung kandidat asal Tanimbar Utara namun setelah melihat ketulusan hati dari Bupati dan Wakil Bupati Jauwerissa dan Ratuanak dengan program kerja yang sangat luar biasa dirinya mengakui bahwa hal ini adalah jalan mulus menuju pemerintahan 2 Periode mendatang.
“Satu hal yang membuat saya terharu ialah, Bupati Ricky Jauwerissa dengan terbuka mendukung perjuangan pemekaran Tanimbar Utara menjadi salah satu Daerah Otonomi Baru (DOB) bahkan bukan hanya dukungan biasa tetapi ikut berjuang bersama dengan masyarakat Tanimbar Utara, ungkapnya.
Untuk itu, sebagai tokoh muda Tanimbar Utara dirinya mengajak seluruh masyarakat terutama masyarakat Tanimbar Utara untuk mendukung semua program pemerintah daerah kabupaten Kepulauan Tanimbar dengan menjauhi profokasi yang bersifat negatif terhadap pemerintahan Jauwerissa – Ratuanak karena sangat menyentuh pada kepentingan masyarakat Tanimbar, pungkasnya.
(AM).
















