Aceh, CNN Indonesia.id-
Razali, yang akrab disapa Nyakli, menyuarakan keprihatinannya terhadap kondisi lapangan kerja di Aceh. Ia menilai, lapangan kerja yang dijanjikan pemerintah selama ini hanya sebatas fatamorgana yang sulit diraih masyarakat.
Menurutnya, meski pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten mengalokasikan anggaran untuk menciptakan lapangan kerja, hasil nyata di lapangan hampir tidak terlihat.
“Pemerintah tidak bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat. Sementara koruptor hidup mewah,” ungkap Nyakli.
Ia menambahkan, pemerintah kabupaten hingga pemerintah desa belum mampu berbuat banyak untuk masyarakat, khususnya kelompok miskin yang sangat mengharapkan pekerjaan layak demi menopang kehidupan sehari-hari.
Nyakli juga menyoroti pengelolaan dana desa yang setiap tahun mencapai hampir Rp1 miliar per gampong. Menurutnya, dana tersebut semestinya difokuskan untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat miskin. Namun, pada praktiknya, hanya segelintir oknum perangkat desa dan kerabat mereka yang menikmati kesejahteraan.
“Sementara rakyat ibarat punguk merindukan bulan,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah benar-benar serius dalam menciptakan lapangan kerja, bukan hanya sekadar mengalokasikan dana tanpa hasil nyata. Harapan Nyakli, masyarakat Aceh ke depan dapat merasakan kesejahteraan yang lebih adil dan nyata, tanpa harus terus terjebak dalam ilusi pembangunan.
(Rasyidin)
















