Gegara Penangkapan Pelaku Narkoba Tidak Sesuai Prosudur, Warga Monta Baru Murka Tutup Jalan, Arus Lalin Lumpuh

- Redaksi

Senin, 13 Oktober 2025 - 01:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dompu, NTB, CNN Indonesia.id – Malam ini sekitar pukul 21.37 Wita, Minggu (10/10/25) jalan lintas Dompu-Sumbawa tepatnya di depan mesjid At’taubah Kelurahan Monta Baru Kecamatan Woja Dompu ada sekelompok warga melakukan pemblokiran jalan sambil membakar ban dan kayu.

Dari informasi warga setempat yang dihimpun awak media di tempat kejadian bahwa pemblokiran jalan ini di picu dengan penangkapan terduga pelaku tersebut tidak sesuai standar operasional prosudur.

Akibat pemblokiran jalan tersebut menyebabkan masyarakan pengguna jalan resah dan otomatis arus lalu lintas dari Dompu menuju Woja dan sebaliknya untuk sementara lumpuh total.

Beberapa saat terjadi pemblokiran jalan Kapolsek Woja dan anggota berada di tempat kejadian perkara namun kelompok masyarakat setempat menolaknya, sehingga ia tidak bisa berbuat banyak untuk melakukan negosiasi dan membubarkan warga yang menutup jalan.

“Kami tidak mau ketemu dengan Kapolsek Woja, yang kami inginkan sekarang bertemu dengan Kapolres dan Kasat Narkoba untuk memberikan penjelasan yang kongkrit terkait warga Montabaru yang di tangkap oleh tim opsnal Satresnarkoba Polres Dompu, pinta juru bicara perwakilan kelompok masyarakat yang memblokir jalan tersebut.

Baca Juga:  Duta GenRe Kota Bukittinggi Menuju Award GenRe Provinsi Sumbar

Kemudian massa lebih tegas lagi,bahwa Kami tidak akan membuka jalan ini sebelum Kasat Narkoba Iptu Rahmadun memberikan klarifikasi yang komprehensip terkait penangkapan warga Kelurahan Montabaru tersebut.

Dikala situasi memanas kemudian tak berapa lama lokasi pemblokiran jalan berpindah di depan SMP I Woja, mengingat di sekitar lokasi pertama tersebut ada warga setempat yang meninggal dunia, namun di lokasi kedua itu Kapolsek Woja bersama jajaran tetap melakukan negosiasi yang humainis agar jalan tersebut di buka kembali guna mengedepan kepentingan umum dari pada kepentingan sebagian kecil masyarakat, pinta Kapolsek Woja kepada masyarakat setempat.

Ketika berita ini di rilis aksi blokir jalan masih berlangsung sampai Kapolres dan Kasat Narkoba turun di tempat kejadian, dan Kapolsek Woja anggota tetap stand bay dan berjaga jaga di lokasi kejadian, guna menghindari keamanan masyarakat tetap kondusif, pungkas Jurnalis Rdw/Ddo.

Berita Terkait

Penghujung Ramadan 1447 H: Pemudik Diminta Waspada Melintasi Jalinsum Jembatan Merah – Simpang Gambir
Dituding Salah Gunakan Keuangan, Dirut PDAM Paparkan Kondisi Keuangan Perusahaan
Bupati Tapanuli Utara Pimpin Apel Gabungan, Tekankan Integritas dan Kesiapsiagaan Menghadapi Libur Panjang
Emak-emak di Takengon Lempari Kantor Leasing, JWI Aceh Timur Desak Teguran Pemerintah
Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Tuha Peut dalam Dokumen Dana Desa di Banda Alam Dipersoalkan
Jalan Elak dan Gedung Kantor Bupati Aceh Timur Dilaporkan ke Kejari
Jangan Coba-coba Menekan Pers: Wartawan Bukan Boneka Kekuasaan
Tokoh Mandailing Desak DPRD Madina Jangan Lagi Abaikan Perda Tanah Ulayat: “Ini Hak Adat, Bukan Sekadar Wacana”
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 09:27

Penghujung Ramadan 1447 H: Pemudik Diminta Waspada Melintasi Jalinsum Jembatan Merah – Simpang Gambir

Senin, 16 Maret 2026 - 09:23

Dituding Salah Gunakan Keuangan, Dirut PDAM Paparkan Kondisi Keuangan Perusahaan

Senin, 16 Maret 2026 - 03:49

Bupati Tapanuli Utara Pimpin Apel Gabungan, Tekankan Integritas dan Kesiapsiagaan Menghadapi Libur Panjang

Senin, 16 Maret 2026 - 02:46

Emak-emak di Takengon Lempari Kantor Leasing, JWI Aceh Timur Desak Teguran Pemerintah

Minggu, 15 Maret 2026 - 12:48

Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Tuha Peut dalam Dokumen Dana Desa di Banda Alam Dipersoalkan

Minggu, 15 Maret 2026 - 04:54

Jangan Coba-coba Menekan Pers: Wartawan Bukan Boneka Kekuasaan

Minggu, 15 Maret 2026 - 04:52

Tokoh Mandailing Desak DPRD Madina Jangan Lagi Abaikan Perda Tanah Ulayat: “Ini Hak Adat, Bukan Sekadar Wacana”

Sabtu, 14 Maret 2026 - 15:51

DPRD Madina Diuji: Berani Bela Tanah Ulayat atau Diam di Balik Meja Kekuasaan

Berita Terbaru