Kemaksiatan, Fakter Tuak & Narkoba Merajalela Di Bumi Serambi Mekkah, Dimana Pemda Madina?

- Redaksi

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 09:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MADINA, CNN Indonesia.Id
Tokoh Muda Mandailing Natal Zulhamdi Batubara Alumni Abinnur Al Islami Mompang Jae yang Juga Mahasiswa Fisipol Universitas Graha Nusantara ( UGN Padang Sidimpuan ) mengungkap kan keprihatinan nya melihat kinerja pihak Pemerintah di Kabupaten Madina yang membiarkan malam gelap menyelimuti Mandailing Natal, sebuah wilayah yang dikenal dengan julukan “Bumi Serambi Mekkah”, kini terancam kehilangan identitas religiusnya.

Ironisnya, ancaman ini datang bukan dari luar, melainkan dari kebijakan abai pemerintah daerah yang seluas-luas nya membiarkan menjamur nya hiburan malam, di tengah gema azan dan lantunan ayat suci, deru musik disko dan gemerlap lampu remang-remang kini mulai mengambil alih.

​Pemerintah, yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga moral dan nilai-nilai luhur masyarakat, justru seolah menutup mata. Dalih “pariwisata” atau “ekonomi” menjadi tameng di balik pembiaran ini, padahal dampak sosial dan spiritual yang ditimbulkan jauh lebih besar dan merusak.

Apakah keuntungan sesaat dari bisnis hiburan malam sebanding dengan rusaknya generasi muda, meningkatnya angka kriminalitas, dan pudarnya akhlak masyarakat?​

Kita menyaksikan dengan pilu bagaimana tempat – tempat hiburan malam, yang seringkali menjadi sarang maksiat, tumbuh subur tanpa pengawasan ketat, Narkoba merajelela, minuman keras, fakter tuak, LGBT dan tempat – tempat Prostitusi bukan lagi rahasia umum di beberapa lokasi ini.

Pembiaran ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat, pengkhianatan terhadap nilai-nilai adat dan agama yang telah dijunjung tinggi oleh nenek moyang kita.​

Para pemimpin daerah harus ingat, Mandailing Natal bukan sekadar wilayah administratif, melainkan sebuah wilayah yang kental dengan budaya Islam dan tradisi kearifan lokal.

Baca Juga:  Mengabdi 34 Tahun di Kementerian ATR/BPN, Menteri AHY Apresiasi R.B. Agus Widjayanto yang Telah Menorehkan Memori dan Prestasi

Membiarkan hiburan malam berkembang sama saja dengan mengikis pondasi moral dan spiritual yang telah dibangun bertahun-tahun. Ini adalah bentuk kegagalan kepemimpinan yang nyata, kegagalan dalam melindungi warganya dari jurang kehancuran.​

Masyarakat Mandailing Natal tidak akan diam. Suara-suara keberatan telah menggema, namun nampaknya belum mampu mengusik telinga para pengambil kebijakan.

Apakah pemerintah menunggu hingga kerusakan ini tak bisa lagi diperbaiki? Apakah menunggu hingga “Bumi Serambi Mekkah” hanya tinggal nama, tanpa lagi ruh dan martabatnya?

​Sudah saatnya pemerintah membuka mata, mendengar jeritan hati rakyatnya, dan bertindak tegas. Tutup semua tempat hiburan malam yang merusak tatanan sosial dan agama. Kembalikan Mandailing Natal pada khitahnya sebagai wilayah yang religius dan bermartabat.

Jika tidak, sejarah akan mencatat, bahwa di bawah kepemimpinan merekalah, kegelapan malam dibiarkan menelan cahaya iman di Mandailing Natal.​Salah satu contoh kegagalan kepemimpinan pemangku kebijakan di Madina ini merupakan hal yang mendasari semboyan “Negeri Madina yang Madani”.​Lebih baik katakan “Mundur Jadi Kasatpol PP Madina” sejak saat ini, daripada di tangan Anda merusak generasi penerus rakyat Madina ini nanti, ungkap Zulhamdi yang juga pengurus Ikatan Pemuda Mandailing.

Hal ini yang disampaikan Presiden IPM Tan Gozali seorang tokoh muda Mandailing Natal, yang selalu peduli dengan hal ini, kepada awak media pada Sabtu (18/10/2025) kepada awak media ini melalui pesan pribadi melalui akun WhatApp nya.

(MS.N)

Berita Terkait

Kapolsek Lingga Bayu Salurkan Santunan Sembako kepada Lansia di Desa Bonca Bayuon
Wabup Tanimbar Resmi Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026
Publik Minta Dugaan Pungli di Puskesmas Peureulak Segera Diusut
“Hanya Orang yang berani gagal, dapat Meraih Keberhasilan Besar”
Masyarakat Mendukung Penindakan Gakkum Lalu lintas Polresta Bukittinggi, Tidak Ada Pungli
Membangun Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Kawasan Timur Indonesia
Fathil FC Patiluban Hilir Tampil Perkasa! Taklukkan Baringin Jaya 2-0 dan Sabet Gelar Juara Mahasiswa CUP I Se-Pantai Barat
Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Forkopimcam dan Pelajar Lingga Bayu Teguhkan Semangat Persatuan Bangsa
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:11

Kapolsek Lingga Bayu Salurkan Santunan Sembako kepada Lansia di Desa Bonca Bayuon

Jumat, 5 Juni 2026 - 05:13

Wabup Tanimbar Resmi Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:07

Publik Minta Dugaan Pungli di Puskesmas Peureulak Segera Diusut

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:59

“Hanya Orang yang berani gagal, dapat Meraih Keberhasilan Besar”

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:43

Masyarakat Mendukung Penindakan Gakkum Lalu lintas Polresta Bukittinggi, Tidak Ada Pungli

Senin, 1 Juni 2026 - 07:07

Fathil FC Patiluban Hilir Tampil Perkasa! Taklukkan Baringin Jaya 2-0 dan Sabet Gelar Juara Mahasiswa CUP I Se-Pantai Barat

Senin, 1 Juni 2026 - 04:12

Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Forkopimcam dan Pelajar Lingga Bayu Teguhkan Semangat Persatuan Bangsa

Sabtu, 30 Mei 2026 - 05:39

Anak Sikolah Radjo Baralek Gadang, Alumni SMAN 2 Bukittinggi Peringati 170 Tahun Sekolah

Berita Terbaru