PADANG, CNN Indonesia.id Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Pasat resmi melantik jajaran pengurus periode terbaru dalam sebuah acara yang digelar di ZHM Premier Hotel Padang.
Pelantikan ini dihadiri langsung oleh Ketua PDPI Pusat, Dr. dr. Arief Riadi Arifin, Sp.P (K), MARS, FISR – EMC, didampingi Sekretaris Jenderal, dan Bendahara Pengurus Pusat PDPI, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan organisasi PDPI di daerah.
Dalam pelantikan tersebut, ditetapkan Ketua PDPI Sumatera Barat, DR dr Masrul Basyar SpP (K) didampingi Sekretaris dan Bendahara PDPI Sumbar, beserta jajaran pengurus lainnya untuk menjalankan roda organisasi dan pengabdian profesi ke depan.
Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, dr Aklima MPH, Ketua IDI Wilayah Sumatera Barat yang diwakili Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI Wilayah Sumbar, Dr. dr. Yefri Zulfikar, Sp.U, Direktur RSUP Dr. M. Djamil Padang yang diwakili Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL(K), Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-KL, Direktur Rumah Sakit Unand yang diwakili Oleh Direktur Keuangan, Fany Alfarisi SE MM, Direktur RS Paru Sumatera Barat yang diwakili Kabid Pelayanan dr. Hesti, Ketua Perhimpunan Dokter Jantung Indonesia (PERKI) Sumatera Barat, Dr. dr. Tommy Daindes, Sp.JP(K), serta Perwakilan dari IDI Kota Padang
Ketua PDPI Sumatera Barat dalam sambutannya menegaskan bahwa PDPI tidak hanya berperan sebagai organisasi ilmiah, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan kemanusiaan dalam menjawab tantangan kesehatan paru, khususnya tuberkulosis. “Pelantikan ini merupakan amanah untuk memperkuat profesionalisme, solidaritas, dan kontribusi nyata PDPI bagi masyarakat, termasuk dalam upaya penanggulangan dan eliminasi TB,” ujarnya.
Ketua PDPI Pusat, Dr. dr. Arief Riadi Arifin, Sp.P (K), MARS, FISR – EMC menegaskan bahwa PDPI daerah merupakan garda terdepan organisasi dalam menjawab tantangan kesehatan paru di masyarakat. “PDPI daerah memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan, edukasi, dan pengabdian profesi.
PDPI Pusat akan terus mendorong penguatan kapasitas organisasi daerah agar mampu menjawab tantangan penyakit paru yang semakin kompleks,” ujar dokter Arif.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara PDPI Pusat dan daerah dalam pengembangan keilmuan, peningkatan kompetensi anggota, serta dukungan terhadap program kesehatan nasional.
Sementara itu, Ketua MKEK IDI Wilayah Sumatera Barat, Dr. dr. Yefri Zulfikar, Sp.U, menekankan pentingnya sinergi antarorganisasi profesi dalam menjaga mutu dan etika pelayanan kesehatan.
“Kolaborasi organisasi profesi menjadi fondasi utama dalam memastikan pelayanan kesehatan yang bermutu, beretika, dan berpihak kepada pasien,” katanya.
Dari sisi pemerintah daerah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat menegaskan bahwa percepatan eliminasi TB membutuhkan keterlibatan aktif organisasi profesi, sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis dan target Eliminasi TB 2030.
“PDPI merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam penemuan kasus, tata laksana sesuai standar, penguatan jejaring layanan, serta peningkatan pelaporan TB,” tegasnya.
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum penguatan peran PDPI Sumatera Barat dalam pengembangan keilmuan, peningkatan mutu layanan kesehatan paru, serta kontribusi aktif dalam agenda kesehatan nasional dan daerah.
Dari Pantau redaksi Pelantikan berlangsung lancar dan Hikmat, setelah pelantikan acara dilanjutkan dengan Ilmiah Paru dengan narasumber, dr. Deddy Herman, Sp.P (K), FCCP, FAPSR, MCH, FISR, dan dr Hendresta SpP.
(Basa)
















