Tak Tepati Janji Soal Kompensasi, Puluhan Nelayan Lermatang Geruduk Kantor Inpex

- Redaksi

Selasa, 31 Maret 2026 - 06:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanimbar, Maluku, CNN Indonesia.id-
Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela kembali diguncang. Puluhan nelayan Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, melakukan aksi adat sweri sebagai bentuk perlawanan terhadap aktivitas perusahaan INPEX Ltd yang akan mengelola Kilang LNG Abadi.

Aksi yang berlangsung, Senin (30/3/2026), itu bukan sekadar simbolik. Para nelayan, baik tangkap maupun pesisir, turun langsung ke shelter milik PT Taka Hydrocore Indonesia, kontraktor pihak ketiga INPEX, dan memblokir aktivitas sebagai bentuk tekanan atas janji kompensasi yang tak kunjung ditepati sejak 2024 silam.

Ketegangan pun tak terhindarkan. Massa sempat tersulut emosi dan mencoba menerobos pagar pembatas shelter. Aparat dari Polres Kepulauan Tanimbar dikerahkan untuk meredam situasi yang nyaris lepas kendali.

Di tengah eskalasi konflik, Pemerintah Daerah turun tangan. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Brampi Moriolkosu, bersama Kepala Kesbangpol Somalay Batlayeri, serta Kepala Desa Lermatang dan perangkatnya, memimpin mediasi yang berlangsung alot selama berjam-jam.

Akar persoalan terletak pada kompensasi yang dijanjikan kepada nelayan terdampak. Sejak dua tahun lalu, skema kompensasi tak kunjung direalisasikan. Nilai awal yang sempat disepakati berkisar Rp3 sampai Rp5 juta per nelayan, kini dianggap tak lagi relevan.

Dalam forum mediasi, nelayan secara tegas mengerek tuntutan menjadi Rp10 juta per orang. “Data nelayan yang disepakati berjumlah 154 orang, terdiri dari 114 nelayan tangkap dan sisanya nelayan pesisir,” ungkap Sekda.

Baca Juga:  Hari ke 3 Berakhirnya Pelatihan Peningkatan Pengurus Koperasi Merah Putih Angkatan Tiga Kabupaten Toba

Namun, persoalan tak sesederhana angka. Pemerintah daerah mengakui adanya kebuntuan teknis dalam menentukan besaran kompensasi, khususnya bagi nelayan tangkap.

“Untuk nelayan tangkap itu belum ada formulanya. Jangan sampai dianggap markup. Ini yang harus dikaji secara teknis sebelum diputuskan,” tegas Sekda.

Pernyataan ini sekaligus membuka fakta krusial bahwa proyek sebesar Masela ternyata belum memiliki skema baku untuk menghitung dampak ekonomi terhadap nelayan lokal, sebuah celah yang kini memicu konflik terbuka.

Sekda menjelaskan, hasil mediasi menghasilkan kesepakatan sementara, yakni usulan kompensasi Rp10 juta akan disampaikan kepada pihak INPEX Ltd untuk dipertimbangkan.

Perusahaan kemudian diberi tenggat waktu hingga Kamis pekan ini untuk memberikan jawaban. Jika tidak ada kepastian, bukan tidak mungkin gelombang protes akan kembali membesar.

Usai mediasi, sweri akhirnya dibuka melalui prosesi adat singkat. Namun, pencabutan itu bukan tanda konflik berakhir, melainkan jeda dalam ketegangan yang sewaktu-waktu bisa kembali meledak.

Di balik megahnya proyek LNG Abadi, suara nelayan kecil dari Lermatang kini menggema keras bahwa janji harus ditepati, atau perlawanan akan terus berlanjut.
(AM).

Berita Terkait

Uwuratu Dukung Penuh Groundbreaking Blok Masela Menuju Kesejahteraan Tanimbar
Dorong Swasembada Pangan Kadis Pertanian KKT Sebut Harus Kurangi Ketergantungan Impor Beras
Kelompok Tani KWT Makmur Nagari Malalak Selatan Terima Bantuan Bibit Jagung untuk Mendukung Program Nagari Mandiri Pangan 2026
Forkopimda Maluku Tiba di Lermatang: Kawal Proyek Strategis Blok Masela
Wisuda Tahfidz Al-Qur’an Angkatan III TPQ Al Hidayah Malalak Selatan Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru
LMAT Ancam Hentikan Groundbreaking Blok Masela Jika Hak Masyarakat Tak Dipenuhi
SPBU 15.229.022 Lingga Bayu Resmi Beroperasi Kembali, Hadirkan Pelayanan Energi dan Santunan Anak Yatim
Camat Lingga Bayu Bersama Forkopimcam dan Danramil 16/Batang Natal Gotong Royong Timbun Jalan Provinsi Berlubang di Simpang Gambir
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 06:10

Uwuratu Dukung Penuh Groundbreaking Blok Masela Menuju Kesejahteraan Tanimbar

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:06

Dorong Swasembada Pangan Kadis Pertanian KKT Sebut Harus Kurangi Ketergantungan Impor Beras

Rabu, 1 Juli 2026 - 05:00

Kelompok Tani KWT Makmur Nagari Malalak Selatan Terima Bantuan Bibit Jagung untuk Mendukung Program Nagari Mandiri Pangan 2026

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:29

Forkopimda Maluku Tiba di Lermatang: Kawal Proyek Strategis Blok Masela

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:22

Wisuda Tahfidz Al-Qur’an Angkatan III TPQ Al Hidayah Malalak Selatan Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru

Rabu, 24 Juni 2026 - 06:34

SPBU 15.229.022 Lingga Bayu Resmi Beroperasi Kembali, Hadirkan Pelayanan Energi dan Santunan Anak Yatim

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:57

Camat Lingga Bayu Bersama Forkopimcam dan Danramil 16/Batang Natal Gotong Royong Timbun Jalan Provinsi Berlubang di Simpang Gambir

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:12

Dirjen Imigrasi Lantik Kakanwil Imigrasi Jabar dan Kepala Kantor Imigrasi Jakbar, Komitmen Perbaikan Menyeluruh

Berita Terbaru