Nyakli Maop Desak Jakarta Hentikan “Sandiwara Data” dan Segera Bangun Rumah untuk Rakyat Aceh

- Redaksi

Jumat, 3 April 2026 - 03:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur, CNN Indonesia.id-
Desakan terhadap pemerintah pusat kembali menguat dari Tanah Rencong. Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus Satgasus Investigasi Badan Advokasi Indonesia, Nyakli Maop, melayangkan kritik keras kepada Presiden Prabowo Subianto terkait lambannya penanganan pascabencana dan pemenuhan hak dasar masyarakat Aceh.

Dengan nada tegas, Nyakli menilai pemerintah pusat tidak boleh lagi berlindung di balik alasan klasik seperti “data tidak sinkron” atau kerumitan birokrasi dalam menyalurkan bantuan. Ia menegaskan, persoalan ini bukan sekadar administrasi, melainkan menyangkut martabat dan hak dasar rakyat yang harus segera dipenuhi.

“Ini bukan soal teknis. Ini soal tanggung jawab negara. Jangan jadikan data sebagai alasan untuk menunda hak rakyat,” ujar Nyakli.

Kritik Keras: Jangan Hanya Ambil, Tapi Abai
Nyakli mengingatkan bahwa kontribusi Aceh terhadap negara tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia menyinggung peran historis Aceh dalam mendukung berdirinya Indonesia,
termasuk kontribusi dalam pembiayaan awal negara hingga peran Aceh sebagai salah satu daerah penghasil devisa melalui sumber daya alam.

“Jangan hanya mengambil hasil buminya, tetapi menutup mata terhadap kemelaratan rakyatnya. Jika negara mampu membiayai program lain, maka rakyat Aceh yang masih hidup di bawah garis kemiskinan wajib mendapatkan rumah sekarang juga,” tegasnya.

Tuntutan Konkret: Satu Keluarga Satu Rumah
Sebagai aktivis HAM, Nyakli menekankan bahwa kesejahteraan merupakan bagian dari hak asasi manusia yang tidak dapat ditunda. Ia mendesak pemerintah pusat untuk segera merealisasikan program “Satu Keluarga Satu Rumah”, khususnya bagi masyarakat miskin, korban banjir, serta korban konflik yang hingga kini belum mendapatkan pemulihan layak.

Baca Juga:  Sederetan Hutang Pembangunan Gudang Mushola

Ia juga menilai dalih ketidaksinkronan data sebagai bentuk kelalaian yang tidak bisa terus dipertahankan.

Adapun tuntutan utama yang disampaikan antara lain:
•• Prioritas Korban Konflik: Pemerintah diminta menepati komitmen terhadap eks-kombatan GAM dan masyarakat terdampak konflik sebagaimana tertuang dalam MoU Helsinki, termasuk penyediaan lapangan kerja.
••Jaminan Hunian Layak: Jika penciptaan lapangan kerja belum optimal, maka penyediaan rumah layak huni harus menjadi kompensasi minimal yang wajib diberikan.

Libatkan Ulama dan Desa, Pangkas Birokrasi
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan bebas dari kepentingan politik, Nyakli mengusulkan agar proses verifikasi data tidak hanya bergantung pada birokrasi formal. Ia mendorong pelibatan langsung unsur masyarakat yang lebih dekat dengan kondisi riil di lapangan, yakni:

•Pemerintah desa sebagai pihak yang paling memahami kondisi warga.
•Tokoh ulama dan santri sebagai penjaga moral dan keadilan sosial.

“Data dari tokoh agama dan pemerintah desa jauh lebih jujur dibandingkan laporan administratif di atas meja. Rakyat miskin harus diprioritaskan tanpa melihat latar belakang politik,” ujarnya.

Tantangan untuk Presiden
Menutup pernyataannya, Nyakli menantang pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, untuk membuktikan komitmen bahwa Indonesia adalah negara yang mampu menjamin kesejahteraan rakyatnya.

Ia menegaskan akan terus mengawal dan menginvestigasi realisasi janji-janji pemerintah yang hingga kini dinilai belum sepenuhnya dirasakan masyarakat Aceh.

“Inilah saatnya pemerintah pusat menunjukkan keseriusan. Jangan biarkan rakyat Aceh terus bertanya: di mana keadilan bagi daerah yang selama ini menjadi penyumbang besar bagi negara?” pungkasnya.

Rasyidin

Berita Terkait

Kondisi Puskesmas Saumlaki Parah, Polres Tanimbar Pasang Police Line
Hujan Deras Guyur Kawasan Pasar Tugumulyo, Warga Sambut Baik Setelah Dua Pekan dilanda Ekstrem
Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja dan Hilangkan Budaya Kerja Lama yang Tidak Patut
Irigasi Banda Guci Nagar Guguak Resmi Selesai Dan Diserahterimakan
Dikebut Habis! Pengecoran Kaki Tiang Jembatan Gantung Sipisang–Sipinang Hampir Selesai
Forkopimcam Lingga Bayu Sambut Hangat Kepulangan Jemaah Haji 2026 di Simpang Gambir
Pokir Bunda Endarmy Hidupkan Jiwa Wirausaha Anak Muda Kayutanam, Bimtek Enterpreneur Angkatan II di Fave Hotel Padang
Bunda Endarmy Usulkan Pelaksanaan di Stadion Sikabu Untuk Kenalkan Padang Pariaman
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:10

Kondisi Puskesmas Saumlaki Parah, Polres Tanimbar Pasang Police Line

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:06

Hujan Deras Guyur Kawasan Pasar Tugumulyo, Warga Sambut Baik Setelah Dua Pekan dilanda Ekstrem

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:34

Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja dan Hilangkan Budaya Kerja Lama yang Tidak Patut

Rabu, 10 Juni 2026 - 01:40

Irigasi Banda Guci Nagar Guguak Resmi Selesai Dan Diserahterimakan

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:45

Dikebut Habis! Pengecoran Kaki Tiang Jembatan Gantung Sipisang–Sipinang Hampir Selesai

Selasa, 9 Juni 2026 - 00:45

Pokir Bunda Endarmy Hidupkan Jiwa Wirausaha Anak Muda Kayutanam, Bimtek Enterpreneur Angkatan II di Fave Hotel Padang

Selasa, 9 Juni 2026 - 00:09

Bunda Endarmy Usulkan Pelaksanaan di Stadion Sikabu Untuk Kenalkan Padang Pariaman

Senin, 8 Juni 2026 - 11:18

Antisipasi Aksi 3C, Polsek Tanimbar Selatan Intensifkan Patroli Malam Hari

Berita Terbaru