Nyakli: Lapangan Kerja di Aceh Masih Sebatas Fatamorgana

- Redaksi

Kamis, 18 September 2025 - 06:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh, CNN Indonesia.id-
Razali, yang akrab disapa Nyakli, menyuarakan keprihatinannya terhadap kondisi lapangan kerja di Aceh. Ia menilai, lapangan kerja yang dijanjikan pemerintah selama ini hanya sebatas fatamorgana yang sulit diraih masyarakat.

Menurutnya, meski pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten mengalokasikan anggaran untuk menciptakan lapangan kerja, hasil nyata di lapangan hampir tidak terlihat.

“Pemerintah tidak bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat. Sementara koruptor hidup mewah,” ungkap Nyakli.

Ia menambahkan, pemerintah kabupaten hingga pemerintah desa belum mampu berbuat banyak untuk masyarakat, khususnya kelompok miskin yang sangat mengharapkan pekerjaan layak demi menopang kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:  Menteri Nusron Jadi Saksi Pelantikan Pejabat Generasi Pertama di Kantor Komunikasi Kepresidenan

Nyakli juga menyoroti pengelolaan dana desa yang setiap tahun mencapai hampir Rp1 miliar per gampong. Menurutnya, dana tersebut semestinya difokuskan untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat miskin. Namun, pada praktiknya, hanya segelintir oknum perangkat desa dan kerabat mereka yang menikmati kesejahteraan.

“Sementara rakyat ibarat punguk merindukan bulan,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah benar-benar serius dalam menciptakan lapangan kerja, bukan hanya sekadar mengalokasikan dana tanpa hasil nyata. Harapan Nyakli, masyarakat Aceh ke depan dapat merasakan kesejahteraan yang lebih adil dan nyata, tanpa harus terus terjebak dalam ilusi pembangunan.

(Rasyidin)

Berita Terkait

Status HGU PTPN IV Kebun Timur Dipersoalkan, Kinerja Pemerintah dan DPRD Disorot
PT PN IV Kebun Timur Diduga Kuasai Lahan Warga Transmigrasi, Khaidir Nasution, SH., A.Ptnh, Pemerintah Harus Tegas
Tangkis Isu Miring Soal UP3, Luturmas Buka Fakta Putusan Pengadilan
Blokade Sawit di Desa Teupin Raya Julok Ditahan Sementara, Mediasi Disepakati Hingga 21 April
Wakil Bupati Tapanuli Utara Fasilitasi Dialog dengan Massa unjukrasa terkait pencairan dana supplier MBG
Sinergi Pemerintah Daerah dan Pusat Optimalkan SPAM IKK
Kunker Bupati Tapanuli Utara di Kecamatan Parmonangan, Perkuat Pelayanan dan Pemulihan Pascabencana di Wilayah Terpencil
Warga Aceh Timur Blokade Perkebunan Sawit, Negara Diuji di Lapangan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 01:03

Status HGU PTPN IV Kebun Timur Dipersoalkan, Kinerja Pemerintah dan DPRD Disorot

Kamis, 16 April 2026 - 12:41

PT PN IV Kebun Timur Diduga Kuasai Lahan Warga Transmigrasi, Khaidir Nasution, SH., A.Ptnh, Pemerintah Harus Tegas

Kamis, 16 April 2026 - 06:09

Tangkis Isu Miring Soal UP3, Luturmas Buka Fakta Putusan Pengadilan

Rabu, 15 April 2026 - 14:09

Blokade Sawit di Desa Teupin Raya Julok Ditahan Sementara, Mediasi Disepakati Hingga 21 April

Rabu, 15 April 2026 - 13:41

Wakil Bupati Tapanuli Utara Fasilitasi Dialog dengan Massa unjukrasa terkait pencairan dana supplier MBG

Rabu, 15 April 2026 - 03:44

Kunker Bupati Tapanuli Utara di Kecamatan Parmonangan, Perkuat Pelayanan dan Pemulihan Pascabencana di Wilayah Terpencil

Selasa, 14 April 2026 - 07:29

Warga Aceh Timur Blokade Perkebunan Sawit, Negara Diuji di Lapangan

Senin, 13 April 2026 - 08:34

Idul Fitri1447 H Momentum Memperkuat Iman

Berita Terbaru