AGAM, CNN INDONESIA.ID — Jembatan Garuda yang berada di kawasan Lubuk Kalikie, Nagari Malalak Selatan, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, terus mendapat perhatian dan pemantauan setelah beberapa bulan lalu diresmikan dan mulai dimanfaatkan masyarakat.
Dalam kegiatan pengecekan tersebut, turut mendampingi Kasdim 0304/Agam Mayor inf Rudi saragih Kasdim 03/04 bersama pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Agam, Anton, serta Babinsa Malalak Selatan Serma H. Zainil A.
Pengecekan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi terkini sekaligus memastikan kelayakan jembatan yang selama ini menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat.
Jembatan Garuda Lubuk Kalikie memiliki panjang sekitar 60 meter dan dibangun secara permanen melalui kerja sama berbagai pihak, termasuk unsur TNI. Keberadaan jembatan tersebut menjadi sangat penting bagi masyarakat setelah jembatan sebelumnya mengalami kerusakan akibat bencana banjir bandang yang melanda kawasan tersebut.
Pemantauan secara berkala dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kondisi jembatan tetap terjaga dan dapat digunakan masyarakat dengan aman. Pihak TNI tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga kondisi jembatan terus diperhatikan dan dipantau dari waktu ke waktu.
“Kita berharap jembatan ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya warga di Lubuk Kalikie dan sekitarnya. Kondisi jembatan perlu terus dipantau agar keamanan dan kelayakannya tetap terjaga,” demikian disampaikan dalam kegiatan pengecekan tersebut.
Masyarakat setempat menyambut baik pembangunan Jembatan Garuda. Kehadiran jembatan ini dinilai sangat membantu aktivitas warga, terutama dalam mobilitas sehari-hari, setelah akses jembatan lama terdampak bencana.
Warga juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Agam, TNI, serta seluruh pihak yang telah berperan dalam merealisasikan pembangunan jembatan tersebut.
Dukungan pemerintah pusat, termasuk Presiden Prabowo Subianto, turut menjadi bagian dari upaya penanganan dampak bencana banjir bandang yang sebelumnya meruntuhkan jembatan di kawasan Lubuk Kalikie. Pembangunan Jembatan Garuda sebagai jembatan gantung permanen diharapkan mampu menjadi solusi akses masyarakat dalam jangka panjang.
Hingga saat ini, kondisi Jembatan Garuda Lubuk Kalikie dilaporkan masih dalam keadaan utuh dan dapat dimanfaatkan masyarakat. Meski demikian, perawatan dan penggunaan yang sesuai kapasitas tetap menjadi perhatian bersama.

Wali Nagari Malalak Selatan, Amir Koto, B.Sc, juga selalu mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga keberadaan jembatan tersebut.
Warga diminta tidak menggunakan jembatan dengan beban yang melebihi kapasitas yang telah ditentukan, sehingga konstruksi jembatan dapat bertahan lama dan tetap aman digunakan.
Menurutnya, menjaga jembatan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun TNI, tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat sebagai pengguna.
Dengan adanya pemantauan dan kepedulian bersama, Jembatan Garuda diharapkan dapat terus menjadi akses vital yang mendukung aktivitas dan perekonomian masyarakat Nagari Malalak Selatan, khususnya warga Lubuk Kalikie.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terealisasinya pembangunan Jembatan Garuda permanen ini. Semoga kerja sama dan kepedulian semua unsur terus terjalin demi kepentingan masyarakat. Semoga seluruh kebaikan dan jasa semua pihak mendapat balasan dari Allah SWT. Aamiin,” ujar Amir Koto.
(Ak)

