INVESTIGASI PROYEK IRIGASI Rp163 JUTA DI ENAM LINGKUNG PADANG PARIAMAN, AKTIVIS SOROTI KUALITAS PEKERJAAN

PADANG PARIAMAN, CNN INDONESIA.ID – Pembangunan infrastruktur pertanian di Kabupaten Padang Pariaman menjadi perhatian serius publik. Salah satunya adalah proyek Pengelolaan Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT) yang berlokasi di jalan Parit Malintang – Pauah Kamba, tepatnya di kawasan Rimbo Sianik, Nagari Pakandangan, Kecamatan Enam Lingkung kabupaten Padang Pariaman

Proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Barat Tahun Anggaran 2026 ini terpantau sudah dalam tahap pelaksanaan di tengah hamparan lahan jagung milik warga.

Berdasarkan papan informasi proyek atau Surat Perintah Kerja (SPK) yang terpasang di lokasi, proyek tersebut adalah Kegiatan Penataan Prasarana Pertanian dengan pekerjaan Koordinasi, Sosialisasi dan Pelaksanaan Pengelolaan Jaringan Irigasi di Tingkat Usaha Tani.

SPK bernomor 903/1631/JITUT-BMSPP/X/2026 tertanggal 5 Oktober 2026. Nilai kontrak sebesar Rp. 163.043.000,00 (Seratus Enam Puluh Tiga Juta Empat Puluh Tiga Ribu Rupiah) dengan waktu pelaksanaan 60 hari kalender. Pelaksana proyek adalah CV. Nanda di bawah naungan Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertanahan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Temuan di lapangan ini mendapat sorotan dari tokoh masyarakat setempat. Bapak Muslim Syamsudin, yang dikenal sebagai Vice President DPP Parliament Watch Indonesia, sekaligus Ketua Forum Anak Nagari Enam Lingkung, turun langsung melakukan pemantauan pada Selasa (13/10) sekitar pukul 15.30 WIB.

Lokasi tepat proyek berada di jalur vital pertanian Parit Malintang – Pauah Kamba, Rimbo Sianik, Nagari Pakandangan, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman. Dari pantauan di lapangan, saluran irigasi sepanjang puluhan meter ini dibangun membelah lahan pertanian jagung yang saat ini masih produktif.

Baca Juga:  Pedagang Air Kuning Berikan Dukungan Untuk Paslon No 3

Proyek mulai dikerjakan setelah SPK diterbitkan pada 5 Oktober 2026 dan dijadwalkan selesai dalam 60 hari kalender. Pemantauan oleh Muslim Syamsudin dilakukan pada Selasa, 13 Oktober 2026 sore hari.

Muslim Syamsudin menegaskan, pemantauan ini penting karena irigasi adalah urat nadi bagi petani. Dengan anggaran yang tidak sedikit, masyarakat berharap kualitas bangunan benar-benar kokoh, tidak asal jadi, dan mampu mengairi lahan petani dalam jangka panjang. Jangan sampai proyek yang bertujuan untuk meningkatkan hasil tani justru tidak berfungsi optimal karena lemahnya pengawasan.

“Sebagai Ketua Forum Anak Nagari, sudah menjadi kewajiban kami untuk ikut mengawasi setiap pembangunan yang masuk ke nagari kami. Kami ingin memastikan uang negara Rp 163 juta ini benar-benar bermanfaat untuk petani, bukan hanya seremonial pembangunan saja,” ujar Muslim Syamsudin di lokasi.

Dari dokumentasi yang diterima, terlihat kondisi saluran irigasi yang masih basah, dengan struktur pasangan batu dan plesteran semen. Di sekitar lokasi masih berserakan material batu dan papan bekisting, serta terlihat seorang petani yang sedang beraktivitas menyemprot tanaman jagung di samping saluran.

Muslim Syamsudin berharap, Dinas terkait dan Kontraktor Pelaksana CV. Nanda dapat bekerja secara profesional, transparan, dan sesuai spesifikasi teknis. Ia juga meminta agar masyarakat dan media ikut menjadi pengawas independen agar proyek JITUT ini benar-benar tuntas, berkualitas, dan tepat sasaran.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor CV. Nanda dan Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertanahan Provinsi Sumbar belum memberikan keterangan resmi terkait progres dan pengawasan kualitas di lapangan.(Jhrmn)

Related Post

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments